Aplikasi Navigasi Terbaik, TomTom Pengganti Google Maps pada Huawei

Aplikasi Navigasi Terbaik
Ilustasi Aplikasi Navigasi Terbaik. Foto Istimewa

Aplikasi navigasi terbaik dapat anda manfaatkan sesuai dengan kebutuhan anda. Salah satu dari aplikasi terbaik ini adalah Google Maps. Aplikasi ini mempunyai beragam kelebihan dan fitur canggih.

Namun sayangnya, aplikasi satu ini telah tidak dapat anda gunakan pada ponsel baru Huawei. Hal ini terjadi karena pemerintah Amerika Serikat melarang perusahaan negara tersebut bekerja sama dengan perusahaan asal China.

Namun, saat ini Huawei telah menemukan alternatif lain sebagai pengganti Google Maps. Pengganti Google Maps tersebut hadir setelah TomTom merilis aplikasi navigasinya pada Huawei App Gallery.

Aplikasi Navigasi Terbaik, TomTom Pengganti Google Maps pada Huawei

Seperti yang telah kita ketahui, aplikasi Google Maps yang cukup populer tersebut tidak dapat digunakan dalam beberapa ponsel Huawei paling baru.

Mengingat adanya sanksi dari pemerintah Amerika Serikat agar perusahaan yang ada dalam negara tersebut tidak bekerja sama dengan perusahaan China.

Amerika Serikat sejak tahun lalu telah melarang semua perusahaannya, salah satunya adalah Google untuk bekerja sama dengan perusahaan Huawei.

Dampak dari larangan tersebut, semua layanan mobile Google saat ini tidak dapat anda temukan pada jajaran HP baru Huawei. Tidak hanya Google Maps saja, bahkan Play Store juga tidak dapat anda temukan dalam perangkat buatan Huawei.

Baca Juga: Aplikasi PDF untuk Laptop Terbaik, Membuka File PDF Lebih Mudah

Mengenal Aplikasi Navigasi Terbaik Tom-Tom

TomTom merupakan salah satu perusahaan teknologi yang berbasis di Belanda. Menurut informasi, perusahaan ini telah menandatangani kesepakatan dengan Huawei pada Januari 2020 lalu.

Sesuai dengan perkembangan terbaru, pihak TomTom mengkonfirmasikan kesediaan bekerja sama dengan Huawei. Terutama pada layanan aplikasi peta serta penentuan lokasi.

Hal ini sesuai dengan informasi yang hadir dari GSM Arena pada 3 September 2020. Namun perlu anda ketahui, TomTom mengusung aplikasi navigasi yang tidak dapat anda gunakan secara gratis seperti pada Google Maps.

Para pengguna dapat menggunakan secara gratis selama sebulan. Kemudian untuk dapat menggunakannya, anda harus berlangganan.

Selanjutnya untuk menggunakan aplikasi TomTom ini, anda harus mengunduh beberapa peta dengan tujuan agar aplikasi dapat anda gunakan secara offline.

Dalam hal ini, para pengguna dapat memasukkan alamat rumah, tempat kerja, serta lokasi lain dengan lebih mudah. Kekurangan dari aplikasi ini adalah belum terintegrasi dengan layanan publik seperti moda transportasi massal. Akan tetapi, aplikasi ini memiliki peta yang lebih rinci serta akurat daripada aplikasi Google Maps.

Sebelum bergerak pada bidangnya saat ini, TomTom lebih populer sebagai perusahaan penjualan software. Namun sesudah menjual divisi layanan telematika pada perusahaan Bridgestone dari negara Jepang tahun lalu, TomTom pun fokus dengan layanan peta digital.

Baca Juga: Aplikasi Pengantar Tidur Dengan Musik Relaksasi, Tidur Lebih Nyenyak

Dampak Pemblokiran Aplikasi Google Maps pada Huawei

Dengan adanya pemblokiran aplikasi navigasi terbaik Google Maps pada Huawei ini, memberikan dampak yang cukup sulit untuk Huawei.

Dalam pernyataannya, pihak Huawei menyebutkan bahwa pendapatan setahun sepenuhnya kemungkinan bisa melonjak 18% pada tahun 2019 jadi 850 milliar yuan.

Hal ini lebih kecil dari proyeksi sebelumnya sebab masuknya perusahaan Huawei dalam black list perdagangan Amerika Serikat.

Seorang petinggi perusahaan Huawei menyebutkan bahwa angka capaian pada tahun 2019 pada karyawan serta pelanggan sekaligus memperkirakan 2020 sebagai tahun yang cukup sulit bagi mereka.

Dalam jangka panjang, pemerintahan Amerika Serikat akan terus tekan pengembangan teknologi. Hal ini merupakan sebuah tantangan bagi Huawei agar dapat bertahan serta terus berkembang.

Saat ini Huawei tidak boleh menjalankan kerja sama bisnis dengan pihak Amerika Serikat. Hal ini terbukti dengan adanya pemblokiran aplikasi navigasi terbaik, Google Maps pada produk terbaru Huawei.

Dengan adanya pemblokiran tersebut, menyebabkan pembuat alat jaringan telekomunikasi serta produsen smartphone kehilangan akses Android.

Salah seorang petinggi Huawei menyebutkan bahwa pada tahun 2020 ini pihaknya akan secara habis-habisan dalam membangun ekosistem Huawei Services. Mulai dari layanan penyimpanan cloud hingga galeri aplikasi.

Dalam ekosistem layanan tersebut, menjadi dasar kemampuan Huawei menjual perangkat pintar pada pasar luar China. Selain itu, layanan mobile Huawei tersebut juga termasuk pengembangan sistem operasi mobilenya sendiri dengan nama Harmony.

Dengan hadirnya aplikasi navigasi terbaik pengganti Google Maps pada produk Huawei ini, dapat memberikan dampak baik pada perusahaan tersebut. Maka tidak butuh lama untuk mengubah pengguna Google Maps menjadi pengguna aplikasi TomTom pada perangkat terbaru Huawei. (R10/HR Online)

Loading...