Bantuan Untuk Penanggulangan Covid-19 di Jabar Terus Berdatangan

Bantuan Untuk Penanggulangan Covid-19 di Jabar Terus Berdatangan
Gubernur Jawa Barat (Jabar) yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar Ridwan Kamil saat menerima bantuan dari para donatur untuk penanggulangan COVID-19 dan pembelajaran jarak jauh (PJJ) di Jabar, di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Kamis (24/9/20). Foto: Humas Jabar

Berita Jabar (Harapanrakyat.com),- Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil kembali menerima bantuan untuk penanggulangan Covid-19 di Jabar. Bantuan itu datang dari para donatur berupa alat pelindung diri atau masker, susu kambing sampai penunjang untuk pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Ridwan Kamil menerima bantuan ini langsung dari Gedung Pakuan, Bandung, Kamis (24/9/2020). Donatur bantuan ini yakni dari Forum Guru Honorer Bersetifikat Sekolah Negeri Jabar untuk bantuan penunjang PJJ sebesar Rp 10 juta.

PT DNR berupa 100 ribu sachet susu kambing dan perlengkapan tes PCR 150 orang. Dan PT Smart Techtex berupa 1.400 masker medis. Ridwan Kamil pun mengucapkan terimakasih atas bantuan tersebut. Dengan bantuan ini, merupakan langkah bela negara dalam mengatasi pandemi Covid-19.

“Kepada guru honorer saya ucapkan terimakasih sudah memberikan bantuan untuk penanggulangan Covid-19. Membantu dalam bidang pendidikan,” ujar Ridwan Kamil.

Kepada donatur dari perusahaan, Ridwan Kamil pun mendoakan agar bisnisnya terus lancar dan sukses. Ia menyatakan tak akan pernah melupakan para donatur yang telah membantu saat sedang perang melawan Covid-19.

Baca Juga: Bantuan Penanggulangan Covid-19 di Jabar Terus Mengalir

Ridwan Kamil pun menyampaikan saat ini Jabar terus melakukan tes PCR secara masif dan intens. Tujuannya untuk mengejar standar pengetesan dari WHO yakni 1 persen dari jumlah populasi Provinsi Jawa Barat. Yang sampai hari ini sudah 330 ribu sampling.

Pihaknya pun menyatakan membutuhkan peran swasta untuk berpartisipasi dalam pengetesan ini. Selain bantuan untuk penanggulangan Covid-19. Ridwan Kamil juga akan mencoba memaksimalkan pengetesan, baik dari pemerintah maupun mandiri lewat swasta. (R9/HR Online)