Budidaya Padi Bebas Residu Pangandaran Dikembangkan di 250 Ha Lahan

Budidaya Padi Bebas Residu
Kepala Dinas Pertanian, Kabupaten Pangandaran Sutriaman. Foto: Madlani/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com)- Pemerintah Daerah Kabupaten Pangandaran melalui Dinas Pertanian akan terus mengembangkan budidaya Padi Bebas Residu di 250 hektar lahan. Selain itu proses pemasarannya akan melibatkan kelembagaan ekonomi. Hal ini untuk memasok kebutuhan di daerah wisata. Selain itu juga untuk memenuhi permintaan kebutuhan dari luar Pangandaran.

Kepala Dinas Pertanian, Kabupaten Pangandaran Sutriaman mengatakan, budidaya padi organik perorangan sudah mulai lewat program dari Kementerian Pertanian yang gebyar saat ini.

Target Kabupaten Pangandaran budidaya padi seluas 250 hektar yang tersebar di 6 kecamatan. Sementara khusus untuk Kecamatan Padaherang, karena Padaherang merupakan lumbung padi maka alokasi lahan seluas 60 hektar.

“Padi Bebas Residu atau padi organik ini sehat untuk masyarakat yang sudah tahu. Kami mengharapkan budi daya ini bisa berkembang  dan ditiru oleh masyarakat yang lain. Karena dari sisi produktivitas juga lumayan sekitar minimal 7,48 ton per hektar gabah kering giling (GKG),” jelas Sutriaman usai Panen Raya Padi Bebas Residu di Kelompok Taruna Tani Mekar Bayu, Desa Ciganjeng, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Kamis(10/9/2020).

Lebih lanjut Sutriaman menambahkan, untuk pasar sudah ada penampung khusus padi organic. Selain itu ada industri kreatif yang siap memasarkan hasil dari budidaya Padi Bebas Residu ini. Pemda melalui kelembagaan ekonomi petani, rencananya juga akan mengembangkan pemasaran dari padi organic ini.

“Di Kabupaten Pangandaran produksi padi lebih, malahan surplus, tahun 2019 saja ketersediaan untuk beras 125.000 ton. Kebutuhan di daerah pariwisata 75.000 ton dan surplus 50.000 ton. Ke depan kami akan memberdayakan penguatan pasar melalui kelembagaan yang ad. Sehingga perputaran uang bisa semua di Pangandaran,” pungkas Sutriaman. (Madlani/R7/HR-Online)

Loading...