Cara Membangun Percaya Diri pada Anak Secara Efektif

Cara Membangun Percaya Diri pada Anak Secara Efektif
Ilustrasi Membangun Percaya Diri pada Anak. Foto: Ist/Net

Sebagai orangtua penting memahami bagaimana cara membangun percaya diri pada anak. Sebab kepercayaan diri anak adalah sikap yang sudah seharusnya tertanam sejak kecil. Ini akan mempengaruhi bagaimana sikap anak dalam menghadapi suatu tantangan dan berinteraksi di lingkungan sekitar.

Meningkatkan percaya diri anak bisa dari sejak TK atau SD. Ketika sudah terbiasa berani, anak-anak bisa tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan sukses pada masa depan. Sebab mereka tidak mudah merasa takut dan cemas setiap kali menghadapi tantangan dan masalah.

Baca juga: Pola Asuh Anak Salah? Begini Jadinya Ketika Mereka Dewasa

Motivasi ini serupa dengan pernyataan Owner Statuskita.com, Jefriano. Ia mengatakan, salah satu tugas orangtua adalah memberikan motivasi dan membangun rasa percaya diri pada anak.

Cara Membangun Percaya Diri Pada Anak yang Terbukti Ampuh

Tidak Membandingkannya dengan Orang Lain

Ketika anak-anak belum berhasil melakukan suatu hal, banyak orangtua yang secara spontan membandingkannya dengan teman-teman lain. Harapannya adalah anak-anak bisa termotivasi dan lebih percaya diri.

Padahal, membandingkan anak dengan orang lain merupakan cara paling mudah untuk menghancurkan optimisme dan percaya diri buah hati. Ketika membandingkan dengan orang lain, anak akan merasa tidak berguna dan mudah minder. Hal ini tentu tidak baik dalam membangun percaya diri pada anak.

Melatih Anak Menentukan Pilihannya Sendiri

Setelah beranjak dewasa, anak-anak akan menentukan pilihan yang penting bagi kehidupannya. Hal itu supaya tidak kaget. Sejak dini Anda harus membiasakan si buah hati menentukan pilihannya sendiri.

Caranya mudah, tawarkan beberapa mainan yang sekiranya Ia sukai. Kemudian suruh memilih salah satu. Lakukan ini setiap bulan secara konsisten. Jadi, anak-anak hanya bisa membeli satu mainan dalam sebulan.

Berikan Kesempatan Anak untuk Mencoba

Salah satu kesalahan fatal orangtua dalam mendidik anak adalah memudahkan segala urusannya. Seperti menyuapi anak, memakaikan seragam, memakaikan sepatu dan menata buku pelajarannya, padahal sudah SD atau seharusnya memulai belajar mandiri.

Jika Anda benar-benar sayang kepada anak, jangan biarkan mereka menjadi anak manja. Bentuk karakter anak menjadi pribadi yang mandiri, dengan memberinya kesempatan untuk belajar hal-hal baru.

Seperti belajar makan, mengenakan seragam dan menata buku pelajaran sendiri. Karena dengan sikap mandiri sejak kecil akan terbawa sampai dewasa dan memudahkan mereka menggapai kesuksesan.

Memberikan Pujian Secara Wajar

Cara membangun percaya diri pada anak selanjutnya adalah memberikan mereka pujian. Ternyata memberikan pujian secara tepat merupakan cara memotivasi anak supaya lebih percaya diri.

Baca juga: Ngeri! Ini Dampak Negatif Smartphone Bagi Anak, Salah Satunya Bisa Picu Kanker

Contoh pujian yang salah adalah ”Wah, anak ibu menjadi juara satu di kelas. Memang tidak ada bandingannya deh sedunia, apalagi teman-teman yang lain”. Kalimat semacam ini bisa membentuk karakter anak yang sombong.

Seperti mengutip dari situs https://statuskita.com, kata-kata pujian yang baik yaitu “Ibu sangat bangga dengan kamu karena menjadi juara satu di kelas. Benar kan, dengan belajar giat dan berdoa kita mendapatkan hasil yang manis”

Apresiasi Kelebihan Anak

Selain memberi pujian, jangan lupa mengapresiasi anak setiap kali berhasil melakukan sesuatu. Khususnya pencapaian dari hal-hal yang dianggapnya susah untuk mereka lakukan. Cara ini efektif dalam membangun percaya diri pada anak.

Semisal, anak yang tadinya tidak bisa naik sepeda dan takut untuk memulainya, bisa diiming-imingi akan diajak keliling komplek bersama ayah dan ibu jika mau belajar dan bisa naik sepeda sendiri. 

Apresiasi semacam ini bisa menjadi pembangkit semangat anak untuk tidak mudah minder dan memahami bahwa Ia memiliki potensi.

Tidak Menjudge Anak

Anak yang belum bisa makan sendiri, mengenakan seragam sendiri atau belum berprestasi di kelas, maka Anda tidak perlu menyalahkan mereka. Jangan marahi anak, menyalahkan dan langsung menyimpulkan jika Ia tidak bisa melakukan hal tersebut, namun bersabarlah.

Baca juga:Waspadai Bahaya Kecanduan Smartphone pada Anak-anak! Bisa Memicu Kanker

Ketika belum berhasil melakukan hal-hal baru, cara membangun percaya diri pada anak adalah menjelaskan apa itu kegagalan seperti yang akan kita bahas pada poin selanjutnya.

Menjelaskan Makna Gagal

Dalam proses belajar, anak-anak tentu menghadapi banyak kegagalan. Supaya tidak salah kaprah dalam memaknainya dan mental down setiap menghadapi kegagalan, Anda harus mengarahkan sejak dini.

Tanamkan kepada anak-anak bahwa kegagalan itu lumrah dan semua orang pasti akan mengalaminya. Kegagalan bukanlah akhir dari semua usaha, melainkan suatu proses untuk berhasil.

Baiklah, cukup sekian dahulu pembahasan mengenai cara membangun percaya diri pada anak agar tidak mudah minder. Tips tersebut bisa mulai Anda terapkan sekarang juga, karena tergolong mudah dan sederhana. Bagaimana, sudah siap mendidik anak agar menjadi pribadi yang senantiasa optimis? (R2/HR-Online)

Loading...