Ciri Happy Hypoxia, Gejala Corona yang Disebut Paling Mematikan

Ciri Happy Hypoxia
Ciri Happy Hipoxia, Gejala Corona yang disebut Paling Mematikan. Foto: Ist/Net

Ciri Happy Hypoxia pernah menjadi perbincangan hangat para ilmuan. Happy Hypoxia merupakan salah satu gejala Covid-19 akibat infeksi virus Corona.

Berbagai macam gejala yang timbul oleh Covid-19 memang selalu menarik untuk menjadi pembahasan.

Terlebih ada beberapa kasus yang mengungkap bahwa sebagian pasien Corona tidak memiliki gejala. Tentunya hal ini menjadikan Corona momok menakutkan saat ini.

Baca Juga: Gejala Corona Happy Hypoxia, Kondisi Penurunan Kadar Oksigen Tubuh

Seseorang yang terkena virus Corona bisa menimbulkan beberapa gejala, seperti batuk, demam dan pilek. Sementara ciri Happy Hypoxia pada seseorang juga bagian dari gejala Covid-19.

Pada sejumlah pasien yang sudah terkonfirmasi positif Covid-19, pasien akan mengalami sesak napas. Dalam kasus yang lebih parah, pasien bisa mengalami penurunan kesadaran. Hal ini akibat tubuh kekurangan oksigen.

Baik pasien dengan gejala atau pun tanpa gejala ternyata infeksi oleh virus ini bisa mengakibatkan tubuh mengalami penurunan oksigen secara perlahan.

Penurunan oksigen yang terus menerus terjadi bisa menyebabkan nyawa melayang. Ternyata, kondisi seperti inilah yang menjadi ciri Happy Hypoxia.

Happy Hypoxia sendiri banyak terjadi pada sejumlah pasien yang terinfeksi virus Corona. Beberapa pasien Covid-19 tidak mengalami sesak napas, tapi kadar oksigen dalam tubuhnya rendah.

Gejala happy hypoxia Covid-19 ternyata sangat berbahaya dan sering menelan korban jiwa. Menurut salah satu peneliti asal Amerika Serikat, ketika kadar oksigen dalam tubuh mengalami penurunan, otak tidak merespons sampai oksigen turun ke tingkat sangat rendah.

Sehingga kebanyakan pasien akan merasakan sesak napas. Kondisi sesak napas ini lah yang mengakibatkan Covid-19 terasa menakutkan.

Ciri Happy Hypoxia Covid-19 dan Cara Mencegahnya

Ciri seseorang seseorang terkena Happy Hypoxia adalah sesak nafas. Ini adalah ciri umum. Namun ada juga gejala lainnya.

Gejala Happy Hypoxia Covid-19 biasanya terjadi pada pasien dengan gejala. Biasanya, gejala umum yang sering terjadi adalah kulit pucat, lemas, pusing sampai pingsan, batuk, napas lebih pendek dan cepat, denyut nadi bertambah cepat, hingga kuku dan bibir menjadi biru.

Baca Juga: Perbedaan Gejala Corona dengan Flu dan Tipes, Awas Jangan Salah!

Sebelumnya, Happy Hypoxia sering terdapat pada orang yang mengidap kelainan jantung, gangguan pernapasan, anemia sampai gangguan fungsi paru-paru. Namun, saat ini Happy Hypoxia sudah menjadi salah satu dari gejala infeksi virus Corona.

Pada kasus tertentu, penyakit ini bisa terjadi tanpa gejala apapun. Sehingga, sering disebut sebagai silent hypoxia. Biasanya, jika pada seseorang tidak menunjukkan ciri Happy Hypoxia, akan ketahuan ketika menjalani pemerikasaan saturasi oksigen atau pemeriksaan darah.

Parahnya lagi, ada beberapa penderita Happy Hypoxia yang memiliki gejala batuk, flu dan demam, tapi tidak merasakan gejala sesak sama sekali.

Untuk mengetahui apakah seseorang yang terinfeksi virus Corona memiliki gejala Happy Hypoxia Covid-19 maka bisa terlihat dengan menggunakan alat pulse oximeter. Oximeter sendiri bisa membantu mengecek kadar oksigen.

Sehingga, ketika oksigen berada pada level terendah, bisa langsung segera tertangani. Pada orang sehat, angka saturasi pada oximeter akan berada pada angka 95 sampai 100 persen.

Cara Mencegah Happy Hypoxia

Setelah mengetahui gejala dan ciri Happy Hypoxia Covid-19, tentu harus mengetahui cara mencegahnya. Sebenarnya cara mencegahnya adalah dengan mengukur kadar oksigen dalam tubuh.

Selain bisa mengecek secara mandiri, seseorang juga bisa mengecek kadar oksigen melalui fasilitas layanan kesehatan terdekat.

Seseorang bisa mengukur kadar oksigen secara mandiri menggunakan pulse oxiometer. Alat yang satu ini setidaknya bisa mendeteksi gejala Happy Hypoxia Covid-19.

Menariknya, alat satu ini memiliki ukuran yang kecil, sehingga mudah untuk dibawa ke mana saja. Penggunaannya pun terbilang cukup mudah, sebab hanya perlu dipasang pada ujung jari saja.

Nantinya, angka saturasi pada alat ini akan menunjukan seberapa baik oksigen mengikat sel darah merah.

Penanganan Happy Hypoxia Covid-19

Sementara itu, ada juga penanganan terhadap penderita yang menunjukkan ciri Happy Hypoxia. Biasanya, untuk menanganinya, pasien akan menerima terapi oksigen.

Selain itu, dokter akan menangani kondisi penyebab dari penurunan kadar oksigen. Sementara bagi penderita yang masih bisa bernapas, maka dokter akan menanganinya dengan memberikan oksigen pada pasien. Pemberian oksigen ini bisa melalui selang atau masker oksigen.

Sedangkan pada penderita yang gejala Happy Hypoxia Covid-19 sudah mengalami penurunan kesadaran, maka akan dokter akan melakukan pemberian oksigen melalui ventilator. Selain itu, perawatannya pun dilakukan di ruang ICU.

Demikianlah beberapa ciri Happy Hypoxia Covid-19 yang saat ini masih ramai jadi perbincangan. Gejala dari penyakit ini ada yang tergolong ringan dan berat. Bahkan bisa mematikan. (Ndu/R7/HR-Online)