Ciri Tanah Aluvial, Proses Terbentuknya Hingga Manfaat Untuk Pertanian

Ciri Tanah Aluvial
Ilustrasi Ciri Tanah Aluvial. Foto Istimewa

Ciri tanah aluvial penting untuk kita ketahui. Karena, tanah ini sangat memiliki peran yang penting dalam pertanian. Tanah aluvial adalah salah satu jenis tanah yang terbentuk dari adanya endapan.

Tanah jenis ini juga berada pada daerah sungai atau sawah. Nama tanah aluvial juga bukan nama yang asing bagi kita karena dapat untuk pemanfaatan berbagai bidang pertanian. Untuk lebih jelasnya, mari kita simak penjelasan di bawah ini.

Ciri Tanah Aluvial

Bumi kita adalah sebuah tempat tinggal makhluk hidup yang sangat luas. Bentuk dari bumi salah satunya adalah permukaan daratan berupa tanah.

Tanah juga memiliki macam-macam jenis, salah satunya adalah tanah aluvial. Tanah aluvial kita kenal dengan tanah yang terjadi karena adanya endapan.

Biasanya terdapat pada daerah sungai dan juga sawah. Untuk mengenal apa itu tanah aluvial, sebaiknya kita simak beberapa ciri tanah aluvial sebagai berikut.

Warna Agak Kelabu

Berdasarkan kutipan artikel dari Brainly, ciri yang pertama ini adalah warna tanah yang agak kelabu. Namun, tanah dengan warna kelabu ini sering kita jumpai pada daerah persawahan. Sementara itu, tanah aluvial yang berada pada daerah lain kecuali sawah, cenderung berwarna coklat.

Baca Juga: Perbedaan Monokotil dan Dikotil, Lengkap dengan Ciri dan Contohnya

Memiliki Kandungan Mineral yang Tinggi

Ciri-ciri tanah jenis ini juga mempunyai kandungan mineral yang cukup tinggi. Hal tersebut karena tanah jenis aluvial cenderung lebih mudah menyerap air, sehingga akan sangat banyak air yang masuk ke dalamnya.

Teksturnya Hampir Menyerupai Tanah Liat

Apabila kita melihatnya sekilas, jenis tanah aluvial mempunyai kemiripan dengan jenis tanah liat. Apalagi jika musim sedang kemarau, maka tanah ini akan cenderung tampak kering daripada kondisi biasanya.

Tanah Aluvial Berasal dari Endapan

Jika berdasarkan dari pengertiannya, ciri tanah aluvial ini adalah tanah yang berasal dari endapan. Sehingga, lebih sering kita jumpai pada daerah seperti sawah dan danau atau sungai.

Kandungan P dan juga K Rendah

Kandungan ini berbeda dengan pH, namun kandungannya sama-sama rendah. Akan tetapi, tingkat rendah tingginya tergantung dengan daerahnya saja. Pada umumnya terjadi hanya sebagian kecil wilayah yang memiliki curah hujan yang cukup tinggi.

PH Tanah Rendah

Jenis tanah aluvial mempunyai kandungan pH tanah yang lumayan rendah. PH tanah ini tak lebih dari angka 6.

Terbentuknya Tanah Aluvial dari Gerakan Air Permukaan Tanah

Gerakan air yang terjadi pada permukaan tanah bersumber pada lapisan atmosfer atau mata air yang mengalir menuju daerah yang lebih rendah. Dalam perjalanannya, air mengalami proses geologis dan menjadi ciri tanah aluvial.

Air bergerak dari daerah yang tinggi yang awalnya hanya sedikit, lalu bergerak ke daerah yang lebih rendah dan menjadi banyak. Kemudian, pada perjalanan yang melewati daerah datar, gerakannya akan melemah dan akhirnya mengendap dari unsur-unsurnya.

Dari kondisi tersebut, unsur-unsur tersebut terbawa air dan mengendap pada dasar tebing dan membentuk gundukan berbaris-baris. Yang mana hal tersebut bernama delluvium atau collivium.

Lalu, gerakan air akan melebar serta merata pada permukaan tanah, dan mencari celah-celah bukit yang kemudian berkumpul membentuk sebuah alur air kecil. Beberapa alur tersebut juga berkumpul pada bagian bawah dan membentuk parit.

Sehingga terbentuklah sebuah jaringan serta sungai yang kecil. Jika bahan tersebut terangkut oleh gerakan air hingga saluran sungai dan mengendap, dikenal dengan sebutan alluvium. Pada akhirnya menjadi ciri tanah aluvial.

Manfaat Tanah Aluvial

Tanah aluvial mempunyai beberapa manfaat untuk berbagai bidang dalam pertanian. Yang pertama adalah mempermudah sistem irigasi sawah. Sehingga, para petani tak harus susah payah bekerja melakukan irigasi karena kondisi tanah yang memiliki cukup air.

Selain itu, jenis tanah ini juga sangat bermanfaat untuk lahan pertanian. Unsur hara yang terkandung dari jenis tanah yang masih muda ini sangat banyak. Sehingga, sangat bagus jika sebagai media menanam padi dan sebagainya.

Kemudian ciri tanah aluvial juga memiliki tekstur yang lembut dan cocok untuk lahan atau proses pertanian. Tekstur tersebut akan dengan mudah menyerap air sehingga kesuburannya selalu terjaga.

Hanya perlu sedikit perhatian dalam mengolahnya. karena jenis tanah aluvial tidak terlalu ribet untuk mengolahnya. Selain cocok sebagai lahan persawahan seperti menanam padi, tanah aluvial juga cocok untuk bercocok tanam palawija. Hal tersebut karena tanah aluvial adalah tanah yang subur sehingga akan sangat cocok untuk jenis tanaman apapun.

Jadi, jika anda mempunyai lahan seperti ciri tanah aluvial, maka sebaiknya anda gunakan dalam bidang pertanian dengan maksimal. Sehingga, hasil pertanian anda akan semakin melimpah. Namun juga tergantung pada proses pengolahannya. (R10/HR Online)

Loading...