Cuaca Buruk, Tangkapan Nelayan Pangandaran Turun, Harga Normal

Cuaca Buruk, Tangkapan Nelayan Pangandaran Turun
Hasil tangkapan ikan nelayan Pangandaran yang menurun akibat cuaca buruk yang terjadi beberapa hari terakhir. Foto : Entang SR/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Tangkapan nelayan Pangandaran, Jawa Barat, sejak beberapa hari terakhir menurun akibat cuaca buruk.

Dengan kondisi angin cukup kencang dan ombak yang cukup tinggi, maka untuk itu hasil tangkapan ikan laut pun hanya mencapai dua kuintal saja, yang dilelang di TPI Minasari Babakan Cikidang.

“Sedikitnya lelang ikan di TPI Minasari saat ini akibat minimnya para nelayan yang melaut. Terutama yang jauh ke tengah laut,” ucap Agus pegawai TPI minasari, kepada HR Online, Sabtu (19/9/2020).

Agus menambahkan, dengan cuaca buruk tersebut, maka sebagian nelayan Pangandaran saat ini ada yang rehat.

“Namun, ada pula yang melaut tetapi tidak terlalu jauh, dan hasil tangkapannya pun bervariatif,” katanya.

Menurut Agus, meski dalam kondisi cuaca buruk dan tangkapan menurun, namun untuk harga ikan di TPI masih normal. “Saat ini harganya bervariatif tergantung ikannya,” katanya.

Seperti ikan layur ukuran besar hasil dari para pemancing atau pancingan nelayan saat ini mencapai Rp 65 ribu perkilo. Sedangkan ukuran sedang harganya mencapai Rp 45 ribu perkilo.

“Namun harga ikan layur berbeda dari hasil tangkapan jaringan. Untuk jaringan yang besar Rp 45 ribu dan yang ukuran sedang Rp 34 ribu perkilo,” tuturnya.

Sementara TPI Minasari Pangandaran membanderol harga ikan bawal putih sebesar Rp 250 ribu, dan bawal putih ukuran B Rp 240 ribu perkilo. Sedangkan untuk bawal hitam harganya sampai Rp 50 ribu perkilo.

“Jika cuaca sedang tidak buruk, maka nelayan bisa menangkap ikan yang dijual ke TPI sampai ton-tonan,” pungkasnya. (Entang/R5/HR-Online)