Di Desa Bangbayang Ciamis, Lumbung Padi jadi Tempat Tinggal

Di Desa Bangbayang Ciamis, Lumbung Padi jadi Tempat Tinggal
Lumbung padi milik kelompok tani (Poktan) Karyamekar 2, Dusun Lamping, Desa Bangbayang, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, beralihfungsi jadi tempat tinggal. Foto:Edji/HR

Berita Ciamis (harapanrakyat.com).- Lumbung padi milik kelompok tani (Poktan) Karyamekar 2, Dusun Lamping, Desa Bangbayang, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, kini beralih fungsi.

Fasilitas lumbung padi yang semestinya digunakan untuk menyimpan padi dan mengeringkan padi yang telah dipanen, kini sudah lama dijadikan rumah.

Dari informasi yang berhasil terhimpun, lumbung padi milik kelompok tani tersebut semestinya digunakan untuk menyimpan padi, baik dari hasil panen maupun hasil dari pemebelian.

Namun, entah apa sebabnya lumbung tersebut malah beralih fungsi dijadikan sebagai tempat tinggal atau rumah.

Tapi, beralihfungsinya lumbung padi dimungkinkan karena program tersebut tidak disertai dengan penyertaan modal.

Sehingga kelompok tani tidak sanggup membeli gabah kering dari para petani.

Apabila hal tersebut dibiarkan, maka keberadaan lumbung padi jelas tidak lagi sesuai dengan fungsinya. Untuk mengembalikan ke fungsi sebenarnya, diharapkan Pemerintah Kabupaten Ciamis membantu memberikan penyertaan modal.

Dengan begitu, Kelompok Tani Karyamekar 2 bisa kembali aktif dan mengembalikan lumbung sesuai dengan fungsinya semula.

“Konidisi seperti ini bukan hanya terjadi pada Kelompok Tani Karyamekar 2, akan tetapi bakal terjadi di kelompok tani lainnya yang mendapatkan program sama,” kata sumber HR, Senin (14/09/2020).

Baca Juga: Camat Cipaku Ciamis Tinjau Rumah Warganya Ambruk

Hanya Sementara

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Karyamekar 2, Sueb, membenarkan alifungsi lumbung padi menjadi rumah tinggal tersebut.

Menurutnya, peralihan itu sifatnya sementara karena sedang ada rehab rumah.

Sueb menjelaskan, lumbung tersebut milik Kelompok Tani Karyamekar 2 dibangun sekitar pada tahun 2014 dari program Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Ciamis.

Semenjak dibangun, hingga saat ini Kelompoknya baru mendapatkan bantuan berupa benih saja. Saat itu pula, bantuan benih langsung dibagikan kepada para  petani setempat.

“Terus terang saja, meski banyak petani yang ingin menjual padi atau gabah kering, kelompok tidak bisa membelinya. Sebab tidak memiliki modal,” katanya.

Karena kondisi seperti itu, Sueb berharap, selain diberikan bantuan anggaran untuk perbaikan bangunan lumbung padi, pihaknya juga meminta Pemerintah Kabupaten Ciamis memberikan bantuan untuk modal agar kelompoknya bisa kembali aktif. (dji/Koran HR)

Loading...