Doa Setelah Sholat Dhuha, Pengertian, Niat, Tata Cara Hingga Hikmahnya

Doa Setelah Sholat Dhuha
Ilustrasi Doa Setelah Sholat Dhuha. Foto Ist/net

Doa setelah sholat dhuha merupakan sebuah syariat sebagai perintah bagi umat Islam. Dalam ajaran agama, umat Islam harus melakukan ibadah sesuai anjuran sebagai syarat dan juga rukun.

Salah satunya adalah melakukan sholat. Sholat dalam syariat hukum Islam terbagi menjadi dua, yakni sholat wajib dan juga sholat sunnah. Salah satu sholat sunnah adalah sholat dhuha.

Doa Setelah Sholat Dhuha, Pengertian, Waktu, Niat, Jumlah Rakaat Hingga Manfaat

Sebelum mengetahui doa yang harus anda baca sesudah melaksanakan sholat dhuha, sebaiknya ketahui terlebih dahulu dua macam ibadah sholat. Umat Islam mempunyai ajaran ibadah, salah satunya adalah sholat sunnah.

Jika sholat wajib adalah sholat yang harus anda tunaikan sebagai syarat dan juga rukun umat Islam, maka, sholat sunnah adalah sholat yang tidak wajib anda lakukan.

Baca juga: Kisah Rasul Menerima Wahyu Pertama dan Sejarah Nuzulul Qur’an

Akan tetapi, peran doa setelah sholat dhuha sebagai penyempurna sholat wajib sangat penting. Sholat wajib memiliki jumlah lima waktu, yaitu Isya’, Subuh, Dzuhur, Ashar, dan juga Maghrib. Kelimanya harus anda kerjakan dan berdosa jika anda tinggalkan.

Apalagi, jika anda sudah mencapai syarat wajib dalam menunaikan ibadah sholat. Sementara itu, sholat sunnah terdiri dari banyak sekali macamnya, seperti sunnah dhuha, hajat, witir, tahajjud, dan masih banyak lagi.

Sholat Dhuha

Menurut pengertian, sholat dhuha adalah sholat sunnah dua roka’at yang sangat penting dan merupakan anjuran bagi semua umat Islam tanpa terkecuali. Pengerjaan sholat dhuha ini yakni pada waktu dhuha (sekitar pukul 8-10 pagi).

Jadi, sholat dhuha ini adalah sholat sunnah yang khusus anda lakukan pada saat menjelang siang pada waktu pagi hari. Anjuran ini sangat besar maknanya untuk umat muslim yang melaksanakannya.

Waktu Pengerjaan Sholat Dhuha

Waktu pengerjaan sholat sunnah dan doa setelah sholat dhuha tertuang pada sebuah hadist. Amir Abasah RA telah meriwayatkan dalam sebuah hadist dari Muslim yang artinya berbunyi sebagai berikut:

“Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam telah datang ke Madinah. Ketika itu aku juga datang ke Madinah. Maka kau pun menemui beliau, lalu aku berkata: Wahai Rasullullah, ajarkan aku tentang shalat. Beliau pun bersabda: Kerjakan shalat shubuh. Lalu, jangan shalat ketika matahari sedang terbit hingga ia meninggi. Karena ia sedang terbit antara dua tanduk setan.

Dan ketika itulah, orang-orang kafir semua sujud kepada matahari. Setelah ia meninggi, barulah shalat. Karena shalat saat itu akan hadir dan malaikat menyaksikan, sampai bayangan tombak mengecil”. (Hadist Riwayat Muslim: 832).

Baca juga: Sahabat Rasulullah yang Terakhir Wafat, Abu Qilabah al-Jarmi

Kemudian terdapat juga hadist yang menjelaskan tentang waktu pengerjaan sholat dhuha, baik setelah 15 menit usai matahari terbit beserta pentingnya doa setelah sholat dhuha.

Lalu, berbagai riwayat juga menyebutkan jika pengerjaan sholat dhuha yang lebih utama. Hadist tersebut berbunyi: “Rasulullah SAW bersabda, shalat awwabin sebaiknya dikerjakan saat anak unta merasakan terik matahari.” (Hadis Riwayat Muslim:748).

Shloat dhuha dapat anda kerjakan dengan jumlah rakaat minimal dua sebagaimana tertuang dalam hadis riwayat Abu Dzar dan juga Abu Hurairah.

Lalu, jika jumlah rakaat sholat dhuha tersebut mengerjakan sedikitnya dua rokaat, maka jumlah maksimal pengerjaannya adalah delapan rakaat. Begitu pula yang juga para jumhur ulama sampaikan.

Namun, melalui beberapa hadist ada yang meyakini jika jumlah rakaat shalat dhuha adalah minimal dua rakaat dan maksimal dua belas. Hadist yang menjelaskan jika jumlah maksimal tersebut adalah 12 rakaat adalah berbunyi:

“Barang siapa yang melakukan sholat dhuha dua belas raka’at, maka Allah akan membuatkan untuknya istana dalam surga.” (Hadis Riwayat Tirmidzi serta Ibnu Majah).

Namun, sebagian ulama ada yang menyebutkan jika batas maksimal sholat dhuha tidak terbatas. Terlebih adalah doa setelah sholat dhuha dapat selalu anda baca.

Niat Sholat Dhuha

Baik sholat wajib maupun sholat sunnah, pasti harus mengawali pengerjaannya dengan mengucapkan niat. Niat dalam hati pun juga dapat anda lafalkan.

Tetapi sangat menjadi anjuran jika mengucapkan lafal niat sholat sebaiknya dengan menggunakan bahasa Arab. Berikut adalah bunyi dari niat sholat dhuha: “Usholli Sunnatadh Dhuha Rok’ataini Mustaqbilal Qiblati Adaa’an Lillahi Ta’aalaa.”

Niat tersebut memiliki arti sebagai berikut: “Saya niat sholat sunnah dhuha dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.”

Cara Melakukan Sholat Dhuha

Shalat sunnah dhuha dan doa setelah sholat dhuha dapat anda lakukan dengan minimal dua rakaat dengan satu salam seperti melakukan sholat shubuh. Berikut adalah rukun shalat dhuha.

  • Pertama, membaca niat sholat dhuha.
  • Kedua, membaca takbiratul ihram lalu membaca doa iftitah.
  • Ketiga, membaca surat Al Fatihah
  • Keempat, membaca surat pendek dalam Alquran, paling utama adalah surat Asy Syamsi
  • Kelima, rukuk dengan tumakninah
  • Keenam, melakukan i’tidal
  • Ketujuh, melakukan sujud pertama
  • kedelapan, duduk antara dua sujud
  • Kesembilan, melakukan sujud kedua
  • Sepuluh, berdiri melakukan kembali rakaat kedua.

Setelah sampai pada sujud kedua, lalu melakukan duduk tasyahud akhir, dan membaca doa tasyahud akhir lalu salam. Jangan lupa membaca doa setelah sholat dhuha.

Doa Setelah Dhuha

Setiap sholat, baik wajib maupun sunnah memiliki anjuran membaca doa. Terdapat beberapa doa khusus yang dapat anda baca setelah selesai mengerjakan sholat. Tak terkecuali sholat dhuha, berikut adalah doa yang dapat anda baca.

Baca juga: Wanita Pertama yang Mati Syahid, Sumayyah binti Khayyat Radhiyallahu

“Allahumma innad-dhuha’a duhaa’auka wal bahaa’a bahaa’auka wal jamalala jamaaluka wal quwwata quwwatuka wal qudrota qudratuka wal ‘ismata ‘ismatuka.”

“Allahumma in kaana rizqii fiis-samaa’i fa anzhilhu, wa in kaana fil ardhi fa akhrijhu, wa in kaana mu’assiran fa yassirhu, wa in kaana haraaman fa tahhirhu wa in kaana ba’iidan fa qarribhu bi haqqi duhaa’ika wa bahaa’ika wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, aatinii maa aataita ‘ibaadakash shalihiin.”

Doa setelah sholat dhuha tersebut artinya adalah:

“Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha Mu, keagungan adalah keagungan Mu, keindahan adalah keindahan Mu, kekuatan adalah kekuatan Mu, penjagaan adalah penjagaan Mu.”

“Ya Allah, bila rezekiku ada di langit, maka turunkan, jika berada dalam bumi maka keluarkan, jika sukar maka mudahkan, jika haram maka sucikan, jika jauh maka dekatkan dengan kebenaran dhuha Mu, kekuasaan Mu (wahai Tuhanku), datangkan kepadaku apa yang kau datangkan kepada hamba-hamba Mu yang sholeh.”

Hikmah atau Manfaat Sholat Dhuha

Mengingat sholat dhuha adalah salah satu sholat sunnah yang sangat Allah SWT anjurkan, maka sholat dhuha juga hampir sama dengan perintah atau anjuran terhadap sholat tahajjud pada waktu malam hari.

Oleh karena itu, setelah mengetahui waktu yang baik untuk mengerjakan sholat sunnah ini, sebaiknya segera mengerjakan setelah waktu menjelang siang. Lengkapi kesempurnaan sholat dhuha dengan membaca doa setelah sholat dhuha. Banyak dalil yang menjelaskan tentang keutamaan sholat sunnah dua rokaat ini, antara lain adalah:

Sholat Sunnah Pengampun Dosa

Dalam sebuah hadis riwayat Tirmidzi menyebutkan jika orang yang sering melakukan sholat dhuha, dosa-dosanya akan terampuni oleh Allah SWT.

Sholat Sunnah sebagai Wasiat dari Rasullullah SAW

Nabi Muhammad SAW telah memerintahkan kepada semua umat Islam agar selalu beramal dan beribadah. Sedangkan sholat dhuha adalah sebagai sholat yang dapat menjadi bekal untuk kehidupan Akhirat kelak.

Dua Rakaat Sholat Dhuha adalah Pengganti Tasbih, Tahmid dan juga Tahlil

Mengerjakan sholat dhuha dua rakaat, termasuk ke dalam bacaan tasbih, tahlil, dan juga tahmid yang seperti umum sebagai bacaan dzikir sesudah sholat.

Akan tetapi, hikmah sholat dhuha akan sama besarnya dengan membaca kalimat dzikir tersebut sebagai bentuk dari sedekah. Apalagi anda tambah dengan membaca doa setelah sholat dhuha.

Dua Rakaat Sama dengan 360 Sedekah

Seperti yang telah ada dalam penjelasan jika membaca tasbih, tahmid, serta tahlil dapat memiliki nilai yang setara dengan melakukan dua rakaat shalat dhuha.

Baca juga: Sejarah Awal Mula Puasa Daud dari Sebuah Pertobatan

Perumpamaan sholat dhuha sebagai bentuk sedekah tersebut semakin kuat dengan hadirnya hadist riwayat oleh Buraidah Al Aslami RA. Hadist tersebut berbunyi:

“Manusia mempunyai 360 sendi. Wajib untuk bersedekah untuk setiap sendinya. Para sahabat bertanya: Siapa yang bisa melakukan seperti itu, wahai Nabi Allah?. Nabi bersabda: Cukup dengan menutup dahak yang berada pada lantai masjid dengan tanah serta menghilangkan gangguan dari jalanan. Jika engkau tak mendapatinya, maka dapat kau lakukan dengan mengerjakan shalat dhuha yang itu mampu mencukupimu.” (Hadis Riwayat Abu Saud: 5242, shahih oleh Al Albani dalam Irwaul Ghali (2/213)).

Adapun tata cara, pengertian, dan hikmah serta doa setelah sholat dhuha, maka dapat dengan jelas begitu besar makna dari shalat sunnah ini. Sehingga, umat muslim dapat menjalankannya sebagai bentuk ibadah yang mampu menyempurnakan sholat wajib lima waktu. (R10/HR-Online)

Loading...