Fakta Ajaran Sesat di Ciamis yang Yakin Ka’bah Bakal Pindah ke Lakbok

Fakta Ajaran Sesat
Dalilan, pentolan penganuh ajaran menyimpang saat membacakan perjanjian di hadapan Muspika Kecamatan Lakbok. Foto: Istimewa

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Sejumlah fakta ajaran sesat di Ciamis, Jawa Barat membuat warga geger. Ajaran sesat yang meyakini ka’bah akan pindah ke Kecamatan Lakbok menjadi sorotan banyak pihak. Lalu apa saja faktanya?

Kabar menyeruaknya dugaan paham menyimpang ini berawal laporan warga yang menganggap adanya keganjilan dari praktik pengobatan Dalilan, salah satu warga Kertajaya.

Pasien yang hendak mendapatkan penanganan sebelumnya mendapatkan ceramah yang berisi hasil pemikirannya selama ini. Kegiatan itu pun terekam video dan langsung menjadi perbincangan masyarakat.

Kepala KUA Lakbok, Dudung Kusnandar, mengatakan, pihaknya mendapatkan informasi itu langsung melakukan koordinasi dengan Muspika untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

“Pada Senin 31 Agustus 2020 kemarin Muspika bersama Polisi dan TNI serta tokoh masyarakat berkumpul untuk meminta klarifikasi kepada yang bersangkutan,” ujarnya kepada HR Online beberapa waktu lalu.

Dalam agenda ini, Dalilan pun menyatakan kembali lagi ke jalan yang benar sebagaimana perjanjian dengan Muspika Kecamatan Lakbok.

Baca juga: Mengenal Dalilan, Penganut Ajaran Sesat di Ciamis yang Kini Sudah Tobat

Sejumlah Fakta Ajaran Sesat di Ciamis

Berdasarkan hasil keterangan saat HR Online melakukan wawancara dengan MUI, KUA serta Dalilan langsung beberapa waktu lalu, terdapat beberapa informasi perihal paham melenceng dari agama islam.

Pernah Mengenyam Pendidikan Pesantren

Dalilan sebagai pentolan dalam aliran menyimpang berdasarkan keterangannya kepada HR Online pernah mengenyam pendidikan pesantren selama puluhan tahun.

Tak hanya daerah Ciamis saja yang pernah ia singgahi untuk memperdalam agama, namun sejumlah pesantren sekitar daerah Kabupaten Cilacap juga pernah.

Meski berpindah-pindah, namun ia mengaku lama mesantrennya ada yang 8, 5, 2 tahun serta 9 bulan.

Mengajar Agama

Berbekal ilmu agama hasil dari pesantren, Dalilan mendapatkan kepercayaan untuk mengajar anak-anak, bahkan berlangsung hingga 8 tahun.

Selain menjadi kepala madrasah diniyah beberapa tahun, ia juga mengaku menjalani kehidupan sehari-hari sebagai petani dan kuli bangunan.

Faktor Ekonomi

Fakta ajaran sesat selanjutnya karena ekonomi rumah tangga dalilan yang hancur setelah tertipu oleh seseorang yang mengaku dari Bandung.

Dalilan mendapatkan tawaran pengembangan lembaga pendidikannya berupa hibah sebidang tanah.

Dengan dalih untuk mengurus administrasi, ia menyetujui memberikan uang Rp 45 juta hasil menjual tanah seluas 100 bata.

Setelah semua persyaratan lengkap, Dalilan mengaku sulit menghubungi orang tersebut karena orangnya itu sengaja mematikan ponselnya.

Peristiwa penipuan pun berulang ketika ada salah seorang meminjam sejumlah uang namun tidak membayarnya. Padahal, Dalilan rela menggadaikan sertifikat rumah.

Mengunjungi Tempat Keramat

Melihat beberapa kejadian penipuan yang menimpa, Dalilan pun mencari jalan untuk menenangkan pikiran dengan mengunjungi sejumlah tempat keramat.

Tak hanya mendapatkan berbagai inspirasi tentang jalan hidup dari alam, ia mengaku juga mendapatkan banyak benda pusaka seperti keris, batu akik dan lainnya.

Selama perjalanan ke berbagai tempat membuatnya juga memikirkan masalah keagamaan, seperti muncul pertanyaan masalah bentuk ka’bah kotak hingga masalah juru selamat pada akhir zaman.

Pengikutnya Masih Sedikit

Fakta ajaran sesat selanjutnya adalah pengikut yang masih terhitung dengan jari alias sedikit, meski banyak pasien yang berobat kepada Dalilan dari wilayah Purwadadi dan Lakbok.

Sesuai keterangan Ketua MUI, H Surip Muhrojin, menyebut pengikutnya belum begitu banyak, hanya ada beberapa orang dari sejumlah desa sekitar.

Aliran menyimpang ini juga berlangsung baru sekitar 3 bulan, sehingga penyebarannya belum begitu massif.

Walaupun tidak menyebutkan secara detail, akan tetapi mereka sudah menyatakan kembali ke jalan yang benar dengan menyetujui perjanjian tidak akan mengulanginya lagi.

Baca juga: Muncul Ajaran Sesat di Ciamis yang Yakin Ka’bah Bakal Pindah ke Lakbok

Ritual Tersembunyi

Komplek pemakaman Pasir Tiis Desa Kertajaya menjadi salah satu tempat Dalilan dan pengikutnya menggelar ritual secara tersembunyi.

Para penganut paham melenceng ini juga menjadikan rumahnya menjalankan peribadatan.

Warga sekitar tak mencurigai kegiatan ini lantaran menganggap sedang melakukan agenda keagamaan seperti pada umumnya.

Demikian beberapa fakta ajaran sesat yang menjadi perbincangan masyarakat Lakbok. Para penganut paham ini juga telah menyatakan kembali ke ajaran yang benar. (Muhafid/R6/HR-Online)

Loading...