Fakta Bintang Sirius, Bintang Paling Terang di Jagat Raya Bersuhu Panas

Fakta Bintang Sirius
Ilustrasi Fakta Bintang Sirius. Foto Istimewa

Fakta bintang Sirius yang paling utama adalah bintang ini bersinar paling terang. Apa itu bintang? Bintang merupakan objek angkasa yang bersinar dengan cahayanya sendiri. Ketika malam hari, bintang akan bercahaya dan tampak seperti titik-titik bertaburan.

Bintang Sirius sendiri masuk dalam kategori bintang paling terang. Sehingga bisa terlihat dari Bumi, bahkan tanpa alat bantuan. Alias bisa melihatnya dengan mata telanjang.

Rasi bintang Canis Major merupakan tempat tinggal dari bintang Sirius. Rasi bintang ini familiar dengan sebutan Dog Star. Bintang ini akan memancarkan cahaya paling terang pada waktu-waktu tertentu.

Baca Juga: Teori Bintang Kembar, Proses Pembentukan Awal Tata Surya

Fakta Bintang Sirius yang Menarik

Nama Sirius sendiri bermula dari bahasa Yunani yang artinya panas dan menyala-nyala. Sedangkan nama latinnya adalah Canicula yang berarti anjing kecil.

Berbeda halnya dengan astronomi Islam yang memberikan nama pada bintang ini, yakni As-Syi Ra. Asal-usul nama Sirius juga berasal dari bahasa Sanskerta yaitu Mrgavydha yang artinya pemburu rusa. Kemudian nama Lubdhaka yang memiliki arti seorang pemburu.

Asal-usul nama Sirius menjadi fakta yang menarik. Fakta bintang Sirius yang lainnya adalah sebutan dari negara Jepang, yakni Aoboshi. Artinya adalah bintang biru, sedangkan orang Tiongkok menyebutnya bintang serigala.

Fakta Pengamatan Sirius

Bintang Sirius muncul saat pengamatan pada tahun 1884 oleh Friedrich Wilhelm Bessel. Ia menyebutkan bahwa Sirius memiliki pasangan. Kemudian pada tahun 1862, Alvan Graham Clark menemukan pasangannya.

Sehingga muncul istilah Sirius A yang merupakan bintang utama. Kemudian Sirius B yang merupakan pasangannya dan memiliki cahaya lebih redup.

Fakta Bintang Sirius Menurut Klasifikasi

Para astronom mengklasifikasikan Sirius dengan tipe “A”. Tipe ini memiliki arti bahwa bintang Sirius lebih panas daripada Matahari. Permukaan suhu bintang Sirius sendiri mencapai 17.000 Fahrenheit.

Suhu tersebut setara dengan 9.400 Celcius. Sedangkan Matahari memiliki suhu permukaan sekitar 10.000 Fahrenheit. Seperti melansir dari Earth Sky, suhu tersebut sama dengan 5.500 Celcius. Artinya tidak lebih panas dari bintang Sirius.

Fakta selanjutnya adalah Sirius menyemburkan energi 26 kali lebih banyak. Energi tersebut nantinya dapat mengubah hidrogen menjadi helium karena fusi nuklir. Jarak Bumi ke bintang Sirius yakni 8,6 tahun cahaya.

Artinya, Sirius merupakan bintang yang paling dekat dengan Bumi setelah Matahari. Jarak yang terbilang dekat membuat Sirius lebih mudah terlihat. Apalagi dengan fakta bintang Sirius dengan cahaya paling terang.

Baca Juga: Fakta Bintang Tsurayya yang Menjadi Tanda Berakhirnya Virus Corona

Bersinar Paling Terang

Para astronom mengungkapkan bahwa bintang Sirius memiliki kecerahan yang sangat besar. Terkadang bintang ini berkedip dan berubah warna. Hal ini seringkali membuat Sirius menjadi tersangka UFO.

Namun faktanya adalah perubahan warna ini terjadi karena cahayanya yang terang. Selain itu, karena Sirius bersinar melalui mantel atmosfer Bumi. Kilau dan perubahan warna juga terjadi pada bintang lain.

Namun efek yang paling signifikan adalah Sirius karena cahayanya lebih terang. Tingkat kecerahan bintang ini ditetapkan dengan Stellar Magnitude. Semakin rendah angkanya, maka semakin besar tingkat kecerahannya.

Fakta bintang Sirius yang selanjutnya adalah memiliki tingkat visual magnitude sebesar -1,44. Artinya bintang Sirius adalah bintang paling terang sejagat raya.

Baca Juga: Bintang Menari Kelilingi Lubang Hitam dan Teori Relativitas dari Einstein

Ukuran Bintang Sirius

Fakta yang lainnya adalah ukuran massa dari Sirius. Objek batu bercahaya ini ternyata memiliki ukuran lebih besar dari Matahari. Bintang Sirius memiliki radius sekitar 1,2 juta kilometer.

Radius ini setara dengan 740 ribu mil. Angka ini menunjukkan bahwa Sirius memiliki ukuran 74% lebih besar dari Matahari. Untuk massanya sendiri, Sirius 2 kali lebih besar daripada massa Matahari.

Berbeda dengan Sirius B dengan diameter yang lebih kecil yakni 3.650 km. Tak heran jika Sirius B lebih kecil dari Matahari dan seperti bintang kerdil. Meskipun begitu, fakta menarik lainnya adalah suhu permukaan Sirius B lebih besar 5 kali dari Matahari.

Fakta lainnya adalah Sirius B memiliki gravitasi lebih kuat daripada gravitasi Bumi. Gravitasi tersebut senilai dengan 350.000 lebih kuat daripada Bumi. Contohnya adalah gula batu seberat 1000 kg sama dengan 2200 pon jika berada di Sirius.

Pengamatan terhadap bintang Sirius terus berlanjut. Terlihat bahwa bintang ini perlahan-lahan mendekati sistem tata surya. Selain Sirius, ada objek lain yang lebih terang jika melihat dari Bumi.

Seperti planet Venus, Jupiter, dan Mars. Namun untuk kategori bintang, maka Sirius yang paling terang. Fakta bintang Sirius sendiri menjadi tambahan pengetahuan tentang objek antariksa yang menarik. (R10/HR Online)