Geger Warga Sukamulya Ciamis Meninggal Karena Corona, Ini Kisahnya!

Warga Sukamulya Ciamis
Proses pemakaman warga Sukamulya, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis dengan protokol Covid-19. Foto: Istimewa

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Warga Desa Sukamulya, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, geger. Pasalnya salah satu warganya positif Corona, disusul kemudian dengan kematian salah satu warga lainnya yang juga dinyatakan positif Corona.

Yayat Ruhiyat, warga sekaligus Tim Gugus Tugas Desa Sukamulya, menuturkan, virus Corona ibarat hantu. Tidak ada yang siap karena tidak ada yang tahu dari mana dan bagaimana virus menakutkan ini menginfeksi warganya.

“Itu yang sudah menimpa salah satu warga Desa Sukamulya inisial HW. Beliau ini orang yang saleh dan rajin beribadah. Orangnya juga baik serta peduli kepada para tetangga dan lingkungan. Tapi takdir tak bisa dipungkir dan malang tak bisa ditolak,” kata Yayat kepada HR Online, Jum’at (11/9/2020).

Baca Juga: Transmisi Lokal Corona di Ciamis: 6 Pasien Positif, 1 Meninggal Dunia

Menurut Yayat, awalnya HW berniat cek jantung ke RS TMC Tasikmalaya. Usia HW juga sudah cukup berumur. “Menginjak usia 83 tahun. Beliau juga memang punya riwayat jantung. Beliau berobat di RS TMC Tasikmalaya,” katanya.

Yayat menuturkan, suhu tubuh HW saat itu di atas normal. Prosedur medis pun dilakukan, yakni dengan tes swab di RS TMC.

“Beliau kemudian dinyatakan positif terpapar Covid-19. Ia pun menjalani isolasi sekaligus perawatan di RS TMC,” tuturnya.

Saat itulah kepanikan seluruh keluarga dan menjalar ke warga Sukamulya. “Terasa sekali hari kepanikan di mana-mana. Kami yang selama ini hanya melihat berita di berbagai media kini harus merasakan menjadi objek berita,” katanya.

Sang Istri Menyusul Jatuh Sakit

Selang beberapa hari kemudian, belum selesai kegundahan keluarga dan masyarakat Sukamulya. Istri HW, inisial HA yang memang saat itu sering sakit-sakitan, juga jatuh sakit.

“Istrinya pun jatuh sakit, tadinya ingin dirawat juga bersama suami tercinta. Tetapi karena RS TMC penuh, maka beliau akhirnya dirawat di RSUD Ciamis,” ungkapnya.

Sang istri juga menjalani swab tes karena suaminya sudah dinyatakan positif Corona. Begitu juga dengan keluarga lainnya. Termasuk orang-orang yang pernah kontak dengan HW juga menjalani swab tes. “Semuanya yang swab tes ada 28 orang,” katanya.

Baca Juga: Innalillahi, Pasien Positif Corona dari Cihaurbeuti Ciamis Meninggal Dunia

Sore hari usai sang istri dibawa ke RSUD Ciamis, ia pun menghembuskan nafas terakhirnya di RSUD Ciamis.

“Kepanikan saat itu kembali menghinggapi seluruh keluarga dan juga masyarakat,” ujarnya.

Pemerintahan Desa, Gugus Tugas Covid-19 Desa Sukamulya, PKM Desa Sukamulya, BPD, tokoh masyarakat dan juga keluarga segera mengadakan rembugan serta kordinasi menghadapi musibah tersebut.

“Akhirnya diputuskan, almarhum diproses pemakaman secara Protokol Covid 19, mengingat dan menimbang suaminya terindikasi positif Covid 19. Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi dan untuk kepentingan masyarakat pada umumnya,” lanjutnya.

Menurut Yayat, sempat ada ‘riak-riak’ kecil di masyarakat. Yayat mengakui Tim Gugus Tugas Covid-19 Desa kurang maksimal dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.

“Tetapi dengan peran serta seluruh lembaga masyarakat desa dan juga seluruh elemen masyarakat, akhirnya pemakaman berjalan lancar dan dilaksanakan pada malam hari,” katanya.

Pada Kamis, 10 September 2020, sang suami, HW, sudah dinyatakan sembuh. “Beliau sudah pulang ke rumah. Tapi sudah tidak ada lagi istri tercinta di sampingnya. Ini sudah menjadi takdir Yang Maha Kuasa,” katanya.

Pasca Kematian Warga Desa Sukamulya

Tim Gugus Tugas Covid-19 Desa Sukamulya berupaya mengembalikan keadaan seperti sediakala. Tim mulai melakukan pendekatan kepada masyarakat.

“Masyarakat jangan sampai menjauhi dan mengucilkan beliau ini dengan stigma buruk Covid-19. Beliau kena musibah, karena itu sepatutnya kita dukung. Terpenting ini semua menjadikan satu pelajaran yang berharga bagi semuanya. Bagaimana kita harus bersikap dalam menghadapi situasi seperti ini,” katanya.

Saat ini, kata Yayat, masyarakat Desa Sukamulya khususnya masyarakat di sekitar rumah bisa memahami kondisinya.

“Antisipasi lebih lanjut, kami fokus kepada 28 orang yang sedang menunggu hasil swab keluar. Kami melakukan pengawasan yang ketat dan mencoba membatasi ruang gerak mereka untuk meminimalisir tingkat penyebaran. Kami belum tahu apa yang akan terjadi. Hanya kami sudah berupaya untuk mengantisipasi kemungkinan yang terjadi sepahit apapun,” kata Yayat pasrah.

Saat ini, tempat-tempat umum dan lingkungan warga Desa Sukamulya sudah disemprot disinfektan sebagai tindakan pencegahan.

“Tim Gugus Tugas Covid 19 Desa Sukamulya juga menambah jumlah fasilitas kesehatan lainya. Diantaranya menambah alat cuci tangan dan sabun cair sebanyak 50 unit yang disebar di setiap gang dan tempat-tempat umum yang berada di wilayah Sukamulya,” terangnya.

Warga juga diharapkan tetap tenang, sabar dan tidak mudah menerima berita-berita yang tidak bertanggung jawab.

“Dengan upaya ini, kami berharap kejadian luar biasa ini dapat menjadikan pelajaran dan pengalaman yang berharga bagi seluruh elemen masyarakat serta pemerintahan Desa dalam menyikapi berbagai kejadian lainnya di kemudian hari,” katanya. (Ndu/R7/HR-Online)

Loading...