Guru MI di Cipaku Ciamis Positif Corona

Guru MI di Cipaku Ciamis
Camat Cipaku bersama Muspika Cipaku saat meninjau penyemprotan disinfektan di sekolah. Foto: Edji/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Seorang guru MI (Madrasah Ibtidaiyah) Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat terkonfirmasi positif Corona. Hal tersebut dipastikan setelah hasil swab tes dari guru tersebut keluar pada 14 September 2020 lalu.

“Pada tanggal 28 Agustus 2020 dilaksanakan swab test masif di UPTD Puskesmas Cipaku. Hasilnya, salah satu warga di Desa Jalatrang sebagai guru Honorer MI positif Covid 19. Hal ini dipastikan setelah keluarnya hasil swab test pada tanggal 14 September 2020,” ujar Camat Cipaku, Yayan, MS, Rabu, (16/9/2020).

Penelusuran kontak erat dari guru honorer MI di Cipaku tersebut pun dilakukan oleh Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Ciamis.

“Kami Muspika bersama Puskesmas Cipaku telah melaksanakan tracking kepada warga. Terutama warga yang melakukan kontak erat dengan pasien positif Covid-19. Tracking dilakukan pada hari Selasa, 15 september 2020,” katanya.

Dari hasil tracking tersebut didapatkan kontak erat dengan guru yang positif Covid-19. Rinciannya, murid kelas 1 sebanyak 10 orang, guru 8 orang, keluarga terdekat 8 orang, dan kontak erat dari tempat wisata sebanyak 5 orang.

“Langsung hari ini juga sekolah tersebut dilaksanakan penyemprotan disinfektan,” lanjutnya.

Camat Cipaku ini mengimbau masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan. “Imbauan kami kepada masyarakat harus selalu mematuhi protokol kesehatan dengan menerapkan 3 M. Yakni memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak,” pungkasnya.

Sementara itu, Tim Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Ciamis mencatat, jumlah kasus konfirmasi positif Covid-19 di Ciamis terus meningkat dalam beberapa hari terakhir.

Pada Rabu, 16 September 2020, total jumlah kasus konfirmasi positif Covid-19 sebanyak 46 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 33 orang di antaranya sudah sembuh, dan 2 orang meninggal dunia.

Sementara sisanya sebanyak 11 orang masih aktif atau belum sembuh. Dari jumlah tersebut, 1 orang dirawat di rumah sakit, dan 10 orang lainnya menjalani isolasi mandiri. (Edji/R7/HR-Online)

Loading...