Harga ‘Si Melon’ Makin Ngegas, Warga Kota Banjar Kesulitan Cari Barang

Si Melon
Pedagang kuliner di Kota Banjar, Jawa Barat kesulitan mendapatkan LPG 3 Kg. Foto: Muhlisin/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Hampir satu bulan sejumlah pedagang kuliner dan warga Kota Banjar, Jawa Barat, kesulitan mencari tabung gas LPG 3 Kg. Tabung gas yang dikenal dengan sebutan si Melon ini harganya sebenarnya lebih murah lantaran subsidi pemerintah.

Namun yang terjadu pedagang kuliner juga mengeluhkan tingginya harga di tingkat pengecer yang saat ini mencapai Rp 22 ribu. Bahkan adayang menjualnya dengan harga Rp 23 ribu per tabung.

Salah seorang pedagang kuliner yang biasa mangkal di jalan baru Sandi (28), menuturkan, sudah hampir tiga minggu ini keberadaan tabung gas melon sulit dicari di tingkat pengecer.

Selain itu, warung-warung kecil pengecer gas juga banyak yang dibatasi karena langkanya barang. Sehingga banyak warga dan para pedagang kecil merasa kesulitan mendapatkan gas melon.

“Sudah hampir tiga mingguan gas langka. Saya aja tadi malam nyari sampai beberapa warung buat jualan. Tapi banyak yang kosong,” kata Sandi kepada HR Online, Senin (28/9/20).

Pedagang kuliner lainnya di wilayah Pataruman, Ibu Eyoh, mengatakan, bukan hanya langka, akhir-akhir ini harga gas melon 3 kilo gram di tingkat pengecer naik. Begitu juga harga si Melon di pangkalan juga naik.

Angka kenaikannya lumayan tinggi. Biasanya hanya Rp 19 ribu per tabung tapi sekarang di tingkat pengecer bisa sampai Rp 22 ribu. Bahkan ada juga yang menjual sampai Rp 23 per tabung gas isi 3 kg.

“Memang sekarang lagi mahal dan barangnya juga langka. Saya aja biasanya ada yang nganterin tapi sekarang cari sendiri. Kata yang nganterin sih barangnya lagi rebutan,” Ujar Eyoh.

Namun demikian, mereka tidak mau ambil pusing dengan langkanya gas subsidi pemerintah itu karena harus tetap mencari agar jualan kulinernya tidak macet.

“Ngga tahu kenapa tuh bisa langka. Kalau bisa ya barangnya banyak jualnya juga nggak mahal-mahal soalnya buat kebutuhan  masak rutin di warung,” harapnya.

Ajukan Penambahan Gas Si Melon

Sementara itu, terpisah Kepala Dinas KUKMP Kota Banjar, Edi Herdianto, melalui, Sekretaris Dinas KUKKMP, Ian Rakhmawan, membenarkan adanya kelangkaan pasokan gas 3 kilo gram tersebut.

Selain itu, ia juga mengklaim bahwa penyebab kurangnya pasokan gas tersebut lantaran banyaknya konsumen yang saat ini terus bertambah.

“Ya. Ada kelangkaan dan itu karena konsumen atau masyarakat yang memakai gas melon 3 kilo gram jumlahnya terus bertambah,” katanya.

Lanjut Ian mengatakan, untuk menutup kekurangan pasokan tersebut saat ini pihak Dinas KUKKMP tengah mengajukan adanya penambahan kuota gas LPG 3 kilo gram untuk wilayah Kota Banjar kepada PT Pertamina Persero Regional III wilayah Banjar.

“Kemarin tanggal 24 September kami sudah dimintai rekomendasi penambahan pasokan dari PT Pertamina untuk menutup kelangkaan gas LPG 3 kg. Rencananya nanti juga akan kami ajukan,” katanya.

Ia menambahkan, untuk mengawasi perkembangan di lapangan pihaknya pun berencana akan melakukan pemantauan dan pengawasan.

“Saat ini ada 11 agen dan 138 pangkalan di Kota Banjar yang sudah terdata sebagai penyalur resmi. Nanti kami coba cek ke lapangan untuk memantau perkembangan hargap,” pungkasnya. (Muhlisin/R7/HR-Online)