Hari Ozon Internasional, Berawal dari Penandatanganan Protokol Montreal

Hari Ozon Internasional
Kiri: Potret Crishtian Friederich Schonbein, tokoh ilmuwan sains peneliti lapisan ozon pertama di dunia. Kanan: Lapisan ozon. Foto: Ist/Net

Tak banyak orang yang tahu jika hari ini bangsa di seluruh dunia sedang memperingati hari ozon internasional. Khusus untuk hari ini masyarakat dunia mendedikasikannya sebagai hari pelestarian bumi. Lantas sejak kapan setiap tanggal 16 September ini dijadikan sebagai momentum memperingati hari ozon sedunia?

Hal ini dapat dilihat dari keputusan PPB pada tahun 1987. Saat itu PBB menetapkan setiap tanggal 16 September diperingati sebagai hari ozon internasional. Saat itu inisiatif untuk memperingati hari ozon lahir dari PBB dengan tujuan merawat kelestarian bumi. Peristiwa itu ditetapkan melalui penandatanganan Protokol Montreal pada tanggal 16 September 1987.

Baca Juga: Fungsi Lapisan Ozon Bagi Kelangsungan Hidup Makhluk Bumi

Dunia berharap sejak penandatanganan Protokol Montreal itu dilakukan bumi kita selalu lestari dan terjaga, terutama pada lapisan ozonnya. Menurut para pakar astronomi, ternyata lapisan ozon memiliki fungsi sebagai pelindung yang mampu mengelilingi atmosfer dunia.

Lapisan Ozon juga sangat berfungsi untuk melindungi para makhluk hidup di Bumi dari serangan radiasi ultraviolet yang berbahaya dari paparan sinar matahari.

Khusus hari ini untuk memperingati hari ozon internasional, artikel ini mengajak para pembaca untuk memahami bagaimana lapisan ozon itu sangat bermanfaat bagi manusia dan makhluk hidup lainnya yang ada di planet bumi. Penjelasan lebih lanjut silahkan simak berikut ini.

Pengertian Lapisan Ozon, Secara Sederhana Ternyata Terdiri dari Tiga Atom Oksigen

Widowati dan Sutoyo dalam jurnal Sains berjudul “Upaya Mengurangi Penipisan Lapisan Ozon” (Jurnal Buana Sains, Vol 9 No.2: 141-146, 2009: 142) mengatakan bahwa lapisan ozon secara sederhana ternyata terdiri dari tiga kekuatan atom oksigen berlambang (O3). (O3) juga dikatakan sebagai oksigen yang tidak stabil dibandingkan dengan (O2).

Lapisan Ozon diketahui sebagai unsur senyawa kimia yang diajukan pertama oleh Ilmuwan Sains bernama Crishtian Friederich Schonbein pada tahun 1840. Adapun nama ozon menurut bahasa Yunani berangkat dari kata ozein yang berarti bau busuk. Hal ini dinamakan karena lapisan ozon memiliki bau yang khas dari proses penyinaran oksigen oleh ultraviolet.

Widowati dan Sutoyo mengungkapkan juga bahwa ozon mampu membentuk cairan berwarna violet pada suhu kurang dari -193 drajat selsius. Selain itu ozon juga mempunyai bau yang keras, menusuk hidung serta terbentuk pada kadar rendah dalam udara akibat arus elektrik kilat, dan energi tinggi seperti radiasi matahari secara elektromagnetik.

Kerusakan Lapisan Ozon, Terdeteksi Pertama Kali pada Tahun 1974 oleh Imuwan Inggris   

Kerusakan pada lapisan ozon untuk pertamakalinya terjadi dan terdeteksi pada tahun 1974 oleh para ilmuwan sains di Inggris. Para peneliti sains itu berasal dari lembaga ilmu pengetahuan sains bernama British Antartic Survey (BAS).

Pada pertengahan tahun 1974, (BAS) mengumumkan bahwa lapisan ozon atas Halley Bay- Antartica menunjukan terjadinya penipisan drastis yang diakibatkan oleh reaksi kimia chlorin dan nitrogen. Penelitian di Halley Bay tersebut diketahui bahwa penipisan yang terjadi mencapai sekitar 30-40 % dalam satu dekade.

Baca Juga: Hari Kunjung Perpustakaan, Sejarah Larangan Baca Zaman Jepang

Pada akhirnya kerusakan lapisan ozon ini dianggap sebagai salah satu bencana terhadap lingkungan hidup terbesar abad ini. Sudah tentu fenomena ini sangat mengerikan bukan. Kendati demikian dengan adanya peringatan hari ozon internasional diharapkan seluruh manusia yang ada dibumi mampu menjaga lapisan ozon agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Strategi Indonesia dalam Upaya Mengatasi Penipisan Lapisan Ozon Diapresiasi Dunia

Negara Indonesia merupakan salah satu negara dari beberapa negara di dunia yang ikut secara aktif dalam upaya mengatasi penipisan lapisan ozon. Hal ini mengundang apresisasi dunia karena strateginya yang sangat relevan dan signifikan.

Indonesia juga tercatat sebagai negara yang turut menandatangani Konvensi Vienna dan Protokol Montreal. Adapun sebagai bentuk tindakan yang nyata, Indonesia mempunyai kewajiban untuk melaksanakan program perlindungan lapisan ozon secara bertahap. Hal ini dituangkan dalam Keputusan Presiden No. 23 tahun 1992.

Bentuk tindakan yang nyata itu ditempuh Indonesia dengan cara menetapkan komitmen untuk menghapus penggunaan zat-zat kimia yang beresiko merusak lapisan ozon. Antaralain seperti menghapus penggunaan BPO (Badan Perusak Lapisan Ozon) pada akhir tahun 2007. Adapun bahan-bahan kimia yang dilarang digunakan yaitu seperti, penggunaan gas freon pada alat pendingin ruangan.

Seperti itulah beberapa untaian kisah tentang lapisan ozon, semoga dengan adanya momentum memperingati hari ozon internasional keadaan dunia terutama bumi beserta makhluk seisinya terjaga dari segala bencana. Selamat hari ozon internasional, semoga bermanfaat. (Erik/R7/HR-Online)

Loading...