Hasil Lab, Permen Lipstik Bukan Penyebab Anak Meninggal di Ciamis

Hasil Uji Lab, Permen Lipstik Bukan Penyebab Anak Meninggal di Ciamis
Ilustrasi Permen.

Berita Ciamis (harapanrakyat.com),- Dinas Kesehatan Ciamis dan Loka POM Kota Tasikmalaya telah selesai menguji laboratorium permen lipstik yang diduga sebabkan seorang anak meninggal dunia. Ternyata dari hasil uji lab, permen lipstik tersebut bukan penyebab anak meninggal.

Kepala Loka POM Kota Tasikmalaya Jajat Setia Permana menuturkan pengujian permen tersebut dari Laboratorium Besar POM Bandung.

“Parameternya telah memenuhi persyaratan. Hasilnya negatif, tidak ada kandungan yang menjadi sumber keracunan dalam permen itu. Tidak mengandung zat berbahaya penyebab keracunan. Permen itu sejauh ini aman,” ujar Jajat, Jumat (25/9/2020).

Meski demikian, Jajat mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab anak meninggal. Pihaknya pun hanya menguji sampel permen lipstik tersebut. Karena sesuai keterangan orang tua hanya menduga pada permen itu. Sedangkan tidak ada yang mengetahui sebelumnya korban mengkonsumsi makanan lain.

“Kami belum mendapat informasi terkait makanan yang sempat dikonsumsi selain permen itu. Jadi kami hanya memeriksa permen itu,” ucap Jajat.

Jajat menduga, penyebab anak meninggal karena sumber pangan lain yang mana korban sempat mengkonsumsinya. Namun Loka POM tidak mengetahui jenisnya. Karena sulit menggali keterangan lain dari orang tua korban.

“Sumber penyebab keracunannya belum tahu secara pasti. Tapi melihat onset time dengan timbul gejala keracunannya biasanya penyebabnya adalah mikroorganisme patogen yang timbul karena makanan kurang bersih atau proses masak,” ungkapnya.

Sebelumnya, Viral siswa SD meninggal karena keracunan permen lipstik. Kabar tersebut awalnya tersebar melalui pesan chat WhatsApp Grup.

Adeyatr Al Faqiru Rohmatirobihi mengunggahnya melalui akun Facebook pribadinya. Pada unggahannya tersebut, terungkap tiga orang anak membeli permen lipstik. Kemudian keracunan dan mengevakuasinya ke RSUD Ciamis. Tapi setelah uji lab, ternyata permen tersebut bukan penyebab anak meninggal. (dang/R9/HR-Online)