Kampung Sehat di Parung Ponteng Tasikmalaya Bernuansa Politik?

Kampung Sehat di Parung Ponteng Tasikmalaya Bernuansa Politik.
Kegiatan Kampung Sehat Desa Parung Ponteng Tasikmalaya, disinyalir bernuansa politik. Foto:Apip/HR

Berita Tasikmalaya (harapanrakyat.com),- Kegiatan kampung sehat Desa Parung Ponteng dan Girikencana, Kabupaten Tasikmalaya, disinyalir bernuansa politik.

Menjelang Pilkada Tasikmalaya, sejumlah kampung sehat menyelenggarakan kegiatan kampung sehat.

Hanya saja, pada pelaksanaanya terlihat jelas ada agenda kampanye salah satu paslon Pilkada Kabupaten Tasikmalaya.

Tokoh pemuda setempat Uhe, menyayangkan kegiatan kampung sehat malah jadi ajang kampanye salah satu paslon.

“Terlihat jelas dari agenda-agenda kampung sehat tingkat Dusun. Warga memakai atribut hijau dan merah yang menempel pada agenda tersebut,” ujar Uhe, Rabu (16/9/2020).

Kata Uhe, warna hijau dan warna merah selalu mendominasi agenda yang diselenggarakan oleh pemerintah tersebut.

Sebut saja kampung sehat  Sawah Hilir Desa Girikencana dan Kampung Pamegatan Desa Parungponteng.

“Dari perpaduan warna warni atribut yang terlihat pada agenda kampung sehat tersebut sudah merupakan kegiatan kampanye dari 2 partai, yang terbungkus kegiatan kampung sehat,” jelasnya.

Menurut uhe, agenda kampung sehat itu seharusnya sesuai dengan peraturan pemerintah yang menyimbolkan pemerintah kabupaten/kota. Baik itu dalam pakaian, tong sampah, masker.

“Kalau tahun kemarin kan biasanya aparat desa dan pejabat lainnya memakai baju batik. tapi sekarang bajunya ada yang warna merah dan warna hijau,” tegas Uhe.

Uhe juga sangat menyayangkan agenda pemerintah yang mengundang kerumunan masa.

Sebab sudah jelas pemerintah pusat mengintruksikan kepada seluruh pemerintah daerah untuk selalu mentaati anjuran protokol kesehatan.

Dari mulai masker, cek suhu, menyediakan tempat cuci tangan hingga menjaga jarak antara satu sama lain.

“Sedangkan yang terjadi jauh dari harapan pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” pungkasnya. (Apip/R8/HR Online)

Loading...