Kasus Covid-19 Kota Banjar Terus Meningkat, Ini Penjelasan IDI

Kasus positif Covid-19 Kota Banjar terus meningkat, ini penjelasan IDI. Foto: Net/Ist.
Kasus positif Covid-19 Kota Banjar terus meningkat, ini penjelasan IDI. Foto: Net/Ist.

Berita Banjar (harapanrakyat.com),- Kasus Covid-19 Kota Banjar, Jawa Barat, akhir-akhir ini mengalami sedikit lonjakan. Hal itu seiring dengan berjalannya penerapan kebijakan adaptasi kebiasaan baru (AKB).

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kota Banjar, dr. Fuad Hanif, menjelaskan mengenai faktor penyebab meningkatnya kasus Covid-19.

Menurutnya, salah satu yang menjadi faktor penyebabnya karena pemerintah sekarang ini tengah gencar melakukan tes pemeriksaan secara masif. Tes tersebut sebagai upaya pendeteksian dini penyebaran virus Corona.

Selain itu, saat ini masyarakat juga sudah mulai menghilangkan kebiasaan saat PSBB. Seperti memakai masker, cuci tangan, banyak berkerumun, serta mengabaikan perilaku hidup bersih dan sehat.

Karena dalam masa adaptasi kebiasaan baru (AKB), masnyarakat bisa melakukan aktifitasnya meskipun masih dalam masa pandemi Covid-19.

“Memang dari penambahan kasus yang sekarang ini lebih pada transmisi lokal, tapi ada juga migrasi dari luar. Sebagai solusinya tentu harus tetap menjalankan protokol kesehatan secara ketat,” terang dr. Fuad, kepada HR Online, Jum’at (18/09/2020).

Baca Juga : 100 Dokter Meninggal Akibat Covid-19, Gubernur Jabar: Pandemi Ini Berat

Sedangkan, terkait lonjakan kasus Covid-19 dapat berpengaruh pada dunia pendidikan, seiring berjalannya masa pembelajaran tatap muka langsung dalam ruangan belajar. Menurut dr. Fuad, sebetulnya keselamatan anak itu lebih utama, daripada mengejar capaian akademik.

Pihaknya menilai, pembelajaran jarak jauh merupakan solusi kebijakan terbaik sebagai alternatif kegiatan belajar mengajar saat masa pandemi ini. Meskipun pembelajaran jarak jauh dalam pelaksanaannya juga masih belum efektif, karena ketidaksiapan para siswa dan pemerintah.

“Untuk itu, Ikatan Dokter Anak Indonesia tetap menganjurkan kepada pemerintah agar tetap menerapkan pendidikan jarak jauh. Karena kasus infeksi Covid-19 pada anak di Indonesia cukup tinggi. Aspek keselamatan dan kesehatan itu lebih utama,” katanya.

Penambahan Kasus Baru

Sementara itu, terpisah, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Banjar, Agus Nugraha, mengatakan, hari ini Jum’at (19/09/2020), Gugus Tugas Kota Banjar kembali mencatat adanya penambahan kasus Covid-19 sebanyak 1 orang.

Pasien terkonfirmasi positif Covid-19 tersebut merupakan warga Kecamatan Purwaharja, berjenis kelamin laki-laki. Warga tersebut sudah dinyatakan sembuh. Hanya saja penambahan datanya baru masuk pada hari Jum’at, 18 September 2020.

Lebih lanjut Agus Nugraha, mengatakan, dengan adanya penambahan satu orang tersebut dari mulai awal pandemi sampai saat ini. Maka kasus Covid-19 Kota Banjar jumlahnya menjadi 22 orang.

Rinciannya, sebanyak 6 orang tengah menjalani isolasi mandiri, 2 orang masuk perawatan RSUD, 13 orang sembuh atau selesai menjalani isolasi mandiri. Sedangkan, satu orang lagi meninggal dunia.

“Untuk penambahan kasus Covid-19 yang baru itu hampir kebanyakan penyebarannya berasal dari migrasi virus, atau berasal dari luar daerah. Meskipun ada juga sebagian kasus berasal dari transmisi lokal,” terang Agus. (Muhlisin/R3/HR-Online)