Kisah Orang Tua yang Anaknya Meninggal Keracunan Permen Lipstik di Ciamis

Keracunan Permen Lipstik
Aef Saeful Hidayat, orang tua dari anak-anak yang keracunan permen lipstik di Kabupaten Ciamis. Foto: Fahmi/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Kabar seorang siswa SD meninggal di Ciamis karena keracunan permen lipstik menjadi viral di Media Sosial.

Dalam sebuah unggahan di laman Facebook, tiga orang anak mendapat perawatan medis lantaran keracunan setelah makan permen berbentuk lipstik. Salah satu dari anak tersebut meninggal dunia.

Ketiga anak tersebut diketahui merupakan anak dari pasangan Aef Saeful Hidayat dan Ai Yulia, Warga Desa Gunungsari, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis. Aef menduga ketiga anaknya keracunan permen lipstik.

Baca Juga: Viral Siswa SD Meninggal Karena Keracunan Permen Lipstik di Ciamis

Aef Saeful Hidayat tak menyangka jika ketiga anaknya tengah berada dalam bahaya. Awalnya, Aef mengira ketiga anaknya hanya muntaber biasa ketika ketiga anaknya tiba-tiba muntah-muntah dan diare pada Kamis, 26 Agustus 2020 lalu.

“Karena saya pikir cuma muntaber biasa, saya kasih saja oralit dan obat. Dari mulai Kamis kondisinya seperti itu, tapi sampai hari Sabtu tak kunjung sembuh,” terang Aef, Selasa (1/9/2020).

Mendapati ketiga anaknya tak juga sembuh, Aef membawa ketiganya ke rumah sakit. Sayangnya anak pertamanya tidak tertolong.

“Hari Sabtu karena tak sembuh-sembuh saya bawa ke rumah sakit. Tapi anak pertama tak tertolong. Alhamdulillah yang dua lagi sekarang sembuh,” katanya.

Kepada HR Online, Aef mengaku tak mengetahui dari mana anak-anaknya itu mendapat permen lipstik. Hanya saja bungkusnya yang dikoleksi anaknya kini menjadi pajangan dan mainan jari.

“Kalau makanan yang lain aman. Hanya permen ini saja, tapi itu pun tidak tahu dari mana. Di rumah yang ada hanya bungkusnya karena anak-anaknya menjadikannya sebagai mainan,” terangnya.

Aef berharap makanan yang dijual di warung-warung diawasi agar keamanannya terjaga. Ia pun berharap tidak ada lagi korban seperti anaknya.

“Kalau bisa makanan di warung-warung itu diteliti keamannya, diawasi. Penjual dan yang produksi juga mempertikan masalah kesehatannya. Semoga tidak ada korban lagi, apa yang menimpa keluarga saya semoga tidak terulang lagi. Ini cobaan bagi keluarga saya,” katanya.

Fenomena Keracunan Permen Lipstik

Sebelumnya, direktur RSUD Ciamis, dr Rijali, membenarkan adanya tiga orang anak dari Desa Gunungsari yang mendapat perawatan.

“Ada yang meninggal dari Sadananya karena diare dengan dehidrasi berat. Terlambat dibawa ke RS,” ujar dr Rijali, Senin (31/8/2020).

Meskipun begitu, dr Rijali tidak bisa memastikan apakah siswa tersebut meninggal karena keracunan permen lipstik atau bukan.

“Karena permen atau bukannya tidak bisa dipastikan. Namun diare sama muntah dari hari Kamis, baru dibawa malam Minggu jam 12. Nggak tahu keracunan atau bukan, yang dimakan selama itu juga tidak dipastikan apa saja,” katanya. (Fahmi2/R7/HR-Online)

Loading...