Komisi D DPRD Ciamis Minta Pemerintah Segera Gunakan Alat PCR

Komisi D DPRD Ciamis minta pemerintah segera gunakan alat PCR. Foto: Eli Suherli/HR.
Komisi D DPRD Ciamis minta pemerintah segera gunakan alat PCR. Foto: Eli Suherli/HR.

Berita Ciamis (harapanrakyat.com),- Komisi D DPRD Ciamis meminta agar Pemerintah Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, segera mengoperasikan alat PCR (Polymerase Chain Reaction). Hal itu seiring dengan bertambahnya kasus warga Kabupaten Ciamis yang terpapar Covid-19.

Ketua Komisi D DPRD Ciamis, Sarif Sutiarsa, mengatakan, tidak mudah bagi Pemerintah Kabupaten Ciamis dalam melakukan penanganan kasus virus Corona. Karena itulah, pihaknya meminta sesegera mungkin untuk mengoperasikan alat PCR yang saat ini sudah ada di RSUD Ciamis.

Menurut Sarif, dengan banyaknya klaster Covid-19, pemerintah daerah harus bergerak cepat menangani masalah ini. Karena jika penanganannya lambat, bisa jadi seluruh kecamatan masuk zona merah.

“Kalau dalam satu kecamatan ada warga yang terkonfirmasi positif Covid-19, maka harus segera melakukan test swab untuk lingkungan warga tersebut tinggal. Hal ini untuk mengantisipasi penyebaran,” katanya, kepada HR Online, Sabtu (26/09/2020).

Lebih lanjut Sarif mengatakan, swab test harus seperti yang dilakukan di Kabupaten Pangandaran. Untuk mengetahui hasilnya bisa dalam waktu hitungan jam.

Tidak seperti Ciamis, hasil swab test harus menunggu pemeriksaan Labkesda Provinsi. Tentunya hal ini tidak efektif ketika Ciamis sudah memiliki alatnya.

Baca Juga : RSUD Ciamis Datangkan Mesin PCR Bulan Depan, Hasil Swab Test Cepat

Sarif menilai, percuma alat PCR ada namun penggunaanya masih tidak bisa belum bisa. Padahal jika alat PCR sudah beroperasi akan lebih mudah mendeteksi penyebaran Covid-19. Karena setiap warga yang melakukan swab test hasilnya bisa dengan cepat keluar tanpa harus menunggu satu atau dua minggu.

Alat PCR Jangan jadi Pajangan RSUD Ciamis

“Maka dari itu, kami dari Komisi D DPRD Ciamis mendesak pihak Pemerintah Kabupaten Ciamis untuk segera mengambil tindakan melalui penggunaan alat PCR. Dengan begitu penyebaran virus Corona dapat tertangani dengan cepat,” tandas Sarif.

Jika satu orang terpapar, maka pihak Gugus Tugas harus segera melakukan tracking kepada orang-orang yang bersentuhan langsung, seperti keluarganya.

Artinya, kata Sarif, hasil swab test bisa keluar secepatnya. Sehingga bisa tahu berapa orang yang terpapar. Jangan sampai alat tersebut hanya sebagai pajangan RSUD Ciamis. Dengan alasan penggunaannya belum ada izin dari pemerintah provisi.

“Kabupaten Pangandaran juga bisa, masa Ciamis tidak bisa. Apalagi kasus Covid-19 saat ini bukan lagi menyerang orang-orang yang baru datang dari luar daerah saja. Tapi penyebarannya sudah masuk perkantoran pemerintahan. Ini sangat berbahaya. Untuk itu segera gunakan alat PCR yang sudah ada,” tegas Sarif. (es/R3/HR-Online)