Kurang Perhatian, Penyandang Disabilitas Kota Banjar “Curhat” ke Dewan

Kurang perhatian, penyandang disabilitas Kota Banjar mengadu ke dewan. Foto: Muhlisin/HR.
Kurang perhatian, penyandang disabilitas Kota Banjar mengadu ke dewan. Foto: Muhlisin/HR.

Berita Banjar (harapanrakyat.com),- Penyandang disabilitas Kota Banjar mengadu kepada Komisi I DPRD Kota Banjar, Jawa Barat. Pasalnya, penyandang disabilitas merasa kurang mendapatkan perhatian serius dari pemerintah.

Hal terungkap saat Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kota Banjar, melakukan hearing dengan anggota Komisi I DPRD Kota Banjar, di ruang rapat paripurna DPRD, Kamis (10/09/2020).

Ketua PPDI Kota Banjar, Iwan Sanusi, mengatakan, beberapa aspirasi yang pihaknya sampaikan salah satunya terkait fasilitas pendidikan, Kemudian, pembinaan skill usaha, penerimaan kerja, dan peraturan daerah (Perda) tentang ramah disabilitas.

“Selama ini memang pemerintah sudah membantu, namun belum maksimal. Untuk itu, kami ingin aspirasi dari teman-teman PPDI bisa terealisasikan,” ungkap Iwan, kepada awak media.

Anggota PPDI lainnya, Nasirun, menambahkan, banyak program pendidikan dan pembinaan yang sebelumnya sudah pernah berjalan, namun sekarang mandek.

Baca Juga : Di Banjar, Penyandang Disabilitas Dapat Bimsos Dinsos Jabar

Selain itu, beberapa atlet PPDI cabang olahraga juga ada yang berprestasi tingkat provinsi. Bahkan, pada tahun 2018 lalu sempat menorehkan prestasi yang membanggakan dengan menyumbang emas, perak, dan perunggu. Meskipun tanpa ada pembinaan dan pelatih dari pemerintah.

“Kami juga ingin ada pembinaan sumber daya manusia dan agar kami bisa mandiri, serta terlayani dengan baik. Sama seperti yang lain,” ujar Nasirun.

Terkendala Anggaran

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial P3A Kota Banjar, Suryamah, melalui Kabid. Rehsos, Kokom Komala, mengatakan, sebetulnya untuk pembinaan yang bersifat soft skill, pihaknya sudah ikut memfasilitasi.

Namun, karena ada keterbatasan anggaran dari Pemerintah Kota Banjar, maka untuk pelatihan tersebut pihaknya mensinergikan dengan program pelatihan dari pemerintah provinsi.

Selain itu, untuk program pendidikan pihaknya akan berkomunikasi dengan Perpustakaan Daerah untuk penyediaan buku penunjang pembelajaran penyandang disabilitas. Seperti buku huruf braille untuk penyandang tunanetra.

“Kami sudah membantu untuk memfasilitasi, meskipun belum tercover semuanya karena keterbatasan anggaran. Selebihnya untuk pendidikan itu masuknya pada instansi terkait,” terang Kokom.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi I DPRD Kota Banjar, Dallijo, mengatakan bahwa, pihaknya tentu mengapreasiasi atas pencapaian prestasi atlet PPDI Kota Banjar.

Adapun terkait aspirasi yang mereka sampaikan, kata Dalijo, Komisi I akan mendorong OPD terkait untuk membantu mensinergikan kebutuhannya supaya mereka mendapatkan pelayanan. Terutama dalam hal pendidikan dan pembinaan.

“Nanti kami sampaikan kepada instansi terkait agar menindaklanjuti. Soal Raperda inisiatif, akan kami komunikasikan dengan Bapemperda,” katanya. (Muhlisin/R3/HR-Online)

Loading...