Masker Scuba Akan Dilarang, Pedagang di Kota Banjar Was-was

Masker Scuba
Salah satu penjual masker scuba, Aris yang juga warga Desa Karyamukti, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar saat mangkal di sekitar Pasar Bojongkantong. Foto: Aji/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Rencana pelarangan masker scuba lantaran ada yang menyebut kurang aman dari penyebaran covid-19 membuat pedagang kecil kebingungan dan was-was.

Salah satu penjual masker scuba, Aris yang juga warga Desa Karyamukti, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, Jawa Barat, mengatakan, sejauh ini belum ada razia dari petugas yang melarang alat pelindung itu.

Menurutnya, masker tersebut hanya tidak boleh ketika masuk kereta api saja, sehingga belum ada tindakan lebih lanjut dari imbauan untuk tidak menggunakannya.

“Sampai sekarang saya jualan ini aman-aman saja. Mudah-mudahan jangan sampai, apalagi saya hanya pedagang kecil,” kata Ari kepada HR Online, Minggu (20/9/2020) lalu.

Jika ada pelarangan masker scuba, kata Aris, maka akan berdampak besar bagi penjual maupun produsen. Apalagi dirinya hanya mengandalkan jualan APD ini untuk menghidupi keluarga.

“Sekarang ekonomi sedang sulit. Kalau sampai ada yang melarang, lalu orang seperti saya ini yang mengandalkan jualan masker bagaimana? Apalagi sekarang apa-apa sedang susah,” pungkasnya.

Baca juga: Gubernur Jabar : Masker Scuba dan Buff Tidak Boleh Dipakai Lagi

Soal Razia Masker Scuba

Kasat Binmas Polres Banjar, AKP Soeharno, mengatakan, saat ini pihaknya lebih fokus pada razia masyarakat yang tidak memakai masker.

Berkaitan dengan scuba, lanjut Soeharno, belum ada petunjuk lebih jauh dari pimpinannya, sehingga penggunaan masker tersebut masih maklum.

Karena itu, pihaknya tidak henti-hentinya mengimbau masyarakat untuk membiasakan mematuhi protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari saat pandemi ini.

“Soal masker scuba belum ada perintah, jadi kita sasar yang tidak pakai saja dan mengimbau supaya patuh anjuran pemerintah,” pungkasnya.  (Aji/R6/HR-Online)