Mayat Pria di Tengah Sawah Gegerkan Warga Sinartanjung Kota Banjar

Mayat Pria di Tengah Sawah Gegerkan Warga Sinartanjung Kota Banjar
Warga saat mengangkat mayat pria yang ditemukan di tengah sawah. Foto: Muhlisin/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Penemuan mayat pria gegerkan warga Dusun Pananjung, Desa Sinartanjung, Kota Banjar, Jawa Barat, Rabu (16/9/2020).

Mayat pria bernama Endang Suryadi (68), warga Pananjung Barat, RT 18/4, Desa Sinartanjung itu, ditemukan warga di atas pematang sawah miliknya. Endang ditemukan sudah dalam keadaan tak bernyawa.

Kepala Dusun Pananjung Barat, Bambang Kurniadi, mengatakan, saat itu korban sekitar pukul 07:30 WIB pergi ke sawah miliknya. Sawah tersebut berada di lingkungan RT 8/2, Pananjung Barat, atau wilayah Gunung Gembok.

Namun, setelah sampai dan baru terjun ke area sawah miliknya, ia terlihat oleh warga tiba-tiba terjatuh di tepian sawah miliknya.

“Ada warga yang tahu dari kejauhan korban jatuh di sawah. Kemudian warga tersebut minta bantuan orang lain. Setelah mengecek ternyata sudah meninggal,” kata Bambang kepada awak media, Rabu (16/9/2020).

Bambang menuturkan, korban sebelumnya selama 6 bulan ini memang memang mempunyai riwayat mengalami sakit paru-paru dan tinggal menjalani masa penyembuhan.

“Dari informasi yang ada, sebelum pergi ke sawah korban sempat meminum obat. Kemungkinan jatuh karena mengalami puyeng,” tuturnya.

Babinsa Desa Sinartanjung yang kebetulan berada di lokasi kejadian, Serda Yarto, menambahkan, sesaat sebelum meninggal, pria tersebut terlihat oleh warga baru saja turun ke sawah miliknya.

“Korban baru akan mulai menggarap sawah kemudian terjatuh. Korban juga Ketua Poktan Dusun Pananjung,” imbuhnya.

Sementara itu, Kapolres Banjar, AKPB Melda Yanny, melalui Kapolsek Pataruman, AKP Cecep Edi Sulaeman, mengatakan, setelah melakukan pemeriksaan pada tubuh mayat pria itu, tidak menemukan adanya tanda-tanda luka.

“Tidak ada indikasi yang mengarah adanya kekerasan. Jadi korban meninggal karena mempunyai penyakit bawaan atau karena sakit,” katanya. (Muhlisin/R5/HR-Online)

Loading...