Membakar Jerami untuk Basmi Hama Masih Dilakukan Petani Ciamis

Membakar Jerami untuk Basmi Hama Masih Dilakukan Petani Ciamis
Sejumlah petani di Desa Mekarjadi, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, masih mentradisikan bakar jerami sehabis masa panen. Foto : Eli Suherli/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Sejumlah petani di Desa Mekarjadi, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, masih mentradisikan membakar jerami sehabis masa panen. Kebiasaan tersebut menurut para petani bisa membasmi hama pasca panen.

Watim, salah seorang petani mengatakan, pembakaran jerami ini salah satunya untuk menghilangkan hama. Sebab, menjelang panen tidak sedikit hama yang menyerang tanaman padi miliknya ataupun orang lain.

“Dengan bakar jerami tersebut, maka hama yang masih menempel pada jerami padi bisa mati,” katanya kepada HR Online, Sabtu (26/9/2020).

Selain itu, lanjutnya, hama tersebut tidak mengganggu kembali ketika melakukan masa tanam. “Karena ada beberapa hama yang tidak mati, meski jerami sudah kering,” ungkapnya.

Menurut Watim, hama yang tidak mati biasanya adalah jenis wereng dan ulat. Meski tidak banyak menyerang, namun jika dibiarkan maka bisa membawa dampak tidak baik pada masa tanam berikutnya. Terlebih, nanti masa tanam masuk musim pancaroba.

Watim mengungkapkan, hampir semua petani yang ada di desanya melakukan membakar jerami. Alasannya utamanya adalah untuk membunuh hama. Selain itu, sisa pembakaran jerami langsung menjadi pupuk, dan saat mengolah sawah dengan mudah abu jerami bercampur dengan tanah.

Watim menuturkan, biasanya selepas panen para petani membiarkan jerami hingga membusuk. Sehingga, bisa menjadi pupuk pada saat menggarap lahan sawah untuk masa tanam. “Karena ada hama maka jerami kami bakar,” ucapnya.

Meski untuk panen kali ini masuk musim kemarau, sehingga banyak sawah yang kering, tapi untungnya masih bisa panen seperti biasa. Karena ketika masuk masa panen padi, tidak banyak memerlukan air.

Watim berharap, masa tanam nanti sudah bisa kembali menggarap sawah, karena lokasi sawahnya saat ini masih kekurangan air.

“Sebab sungai Cileur sudah menyusut dan harus menunggu musim hujan turun, agar debit air kembali banyak,” pungkasnya.

Petani Ciamis Membakar Jerami Ternyata Bisa Merusak Kesuburan Tanah

Bukan hanya petani dari Kabupaten Ciamis saja yang bakar jerami setelah masa panen, namun petani dari daerah lain juga melakukan hal serupa.

Padahal, dengan alasan untuk menghilangkan hama dengan cara tersebut, malah akan menghilangkan unsur hara pada tanah atau lahan pesawahan.

Menurut anggota DPR RI daerah pemilihan Jawa Barat X, KH Asep Maoshul, petani yang membakar jerami di sawah, malah akan mematikan cacing tanah.

“Salah satu faktor yang menyuburkan tanah kan adanya oksigen serta cacing tanah. Kalau petani malah membakar jerami sisa panen, maka cacing yang menyuburkan tanah itu juga nantinya ikut mati,” terangnya kepada HR Online saat berkunjung ke Kabupaten Pangandaran beberapa waktu lalu.

KH Asep berharap, pemerintah mulai dari pusat sampai daerah, bisa membina petani dan membekalinya dengan wawasan dan pelatihan secara maksimal. (ES/R5/HR-Online)