Metamorfosis Tidak Sempurna, Pengertian, Fase, Ciri Hingga Contohnya

Metamorfosis Tidak Sempurna
Ilustrasi Metamorfosis Tidak Sempurna. Foto Istimewa

Metamorfosis tidak sempurna adalah salah satu jenis siklus hidup dari mahluk dalam perjalanan kehidupannya. Selain metamorfosis yang tidak lengkap, makhluk hidup mengalami metamorfosis yang sempurna.

Keduanya memiliki perbedaan dan juga ciri-ciri yang spesifik. Bahkan tahapan yang berbeda-beda tiap hewan. Berikut adalah penjelasan tentang arti, ciri, tahapan, hingga pada contoh hewan yang mengalami siklus hidup yang tidak sempurna.

Pengertian dan Tahapan Metamorfosis Tidak Sempurna

Melansir dari Wikipedia, metamorfosis adalah suatu proses dari perkembangan biologis hewan yang melibatkan semua perubahan.

Mulai dari penampilan fisik atau struktur tubuh setelah melahirkan atau menetas. Perubahan pada fisik tersebut terjadi karena pertumbuhan sel serta diferensiasi sel yang secara radikal berbeda.

Pengertian sudah kita ketahui dari penjelasan awal, metamorfosis yang tidak lengkap merupakan salah satu jenis siklus hidup yang mana serangga menetas dari telur, lalu melewati beberapa tahap.

Metamorfosis tidak sempurna mulai dari nimfa sampai dewasa dengan tidak melewati fase perubahan signifikan. Fase yang terjadi pada fase serangga yang belum dewasa kita kenal dengan sebutan nimfa atau larva. Pada proses siklus yang tidak sempurna serangga ini, fase pertama adalah nimfa atau larva.

Perkembangan larva atau nimfa berlangsung pada tahapan pertumbuhan berulang serta ekdisis atau pergantian kulit yang disebut dengan instar.

Tahapan dari hewan yang mengalami metamorfosis yang tidak lengkap ini terjadi pada hewan dengan melalui tiga fase. Fase tersebut adalah fase telur, nimfa, dan juga fase dewasa atau imago.

Karena fase pada hewan jenis ini tak melewati fase pupa, maka bentuk dari tubuh mereka sejak dari menetas sampai pada tahap dewasa tak banyak berbeda.

Contoh hewan yang mengalami metamorfosis tidak sempurna adalah seperti jangkrik, kecoa, belalang, serta tenggeret.

Walaupun beberapa hewan tersebut mengalami fase yang sama, namun waktu yang mereka perlukan berbeda-beda. Ada yang saat menjadi telur hanya memerlukan beberapa hari, ada yang hingga mencapai satu minggu bahkan lebih.

Baca Juga: Perkembangbiakan Vegetatif Alami pada Tumbuhan dan Contohnya

Ciri-ciri Siklus Hidup Tak Sempurna

Ciri-ciri serangga yang mengalami perubahan fase atau metamorfosis tidak sempurna adalah perubahan bentuk dari tubuh dari fase nimfa serta fase dewasa (imago) tidaklah mencolok.

Bisa disimpulkan jika hanya terdapat sedikit perbedaan. Kemudian, hewan serangga tersebut tidak mengalami fase kepompong atau pupa.

Contoh Hewan yang Mengalami Siklus Hidup Tak Sempurna

Beberapa hewan berikut adalah contoh dari hewan yang mengalami perubahan siklus hidup yang tidak sempurna, antara lain:

Rayap atau Laron

Metamorfosis hewan ini hanya melalui tahap telur, lalu nimfa, fase imago atau laron dewasa, kemudian menjadi ratu atau raja. Jadi, laron atau rayap tak melewati fase pupa.

Jangkrik

Contoh hewan yang mengalami siklus hidup atau metamorfosis tidak sempurna adalah jangkrik. Urutannya hampir sama dengan fase yang laron atau rayap lalui, yakni fase telur, nimfa lalu ke fase dewasa atau imago. Jangkrik memerlukan waktu dari nimfa menuju ke fase dewasa dalam kurun empat hingga tujuh minggu.

Baca Juga: Serangga Bathynomus Giant, Bug Laut Super Raksasa

Capung

Contoh hewan yang tak mengalami siklus hidup sempurna adalah capung. Hewan ini melalui siklus hidup dari fase telur, lalu berlanjut ke fase nimfa dan akhirnya menjadi capung dewasa atau imago.

Kepik

Hewan ini termasuk ke dalam hewan yang mengalami siklus hidup yang tidak sempurna. Proses yang hewan ini jalani mulai dari fase telur, lanjut pada fase nimfa. Lalu pupa yang kemudian menginjak fase kepik dewasa (imago).

Fase pupa yang kepik alami ada dua tahapan, yang hampir sama dengan metamorfosis lengkap. Akan tetapi, siklus hidup dari hewan ini tergolong pada siklus metamorfosis tidak sempurna.

Hal tersebut karena fase pupa yang kepik lalui bukan seperti fase pupa yang ada pada ciri hewan dengan siklus hidup sempurna pada umumnya. Fase pupa atau kepompong yang keik lalui adalah berupa perubahan kulit. Nimfa kepik akan melakukan ganti kulit secara berkali-kali sampai akhirnya menjadi kepik dewasa (imago).

Jadi, kepik tidak melalui tahap atau fase kepompong, hanya tahapan tersebut menyerupai pupa atau kepompong. Sehingga kepik adalah salah satu contoh dari hewan yang mengalami metamorfosis tidak sempurna. (R10/HR Online)

Loading...