Mitos Kampung Cariu Ciamis, Gelar Wayang Bakal Kena Petaka

Mitos Kampung Cariu Ciamis, Gelar Wayang Bakal Kena Petaka
Cahdi Santranatadiwangsa, Kuncen Situs Eyang Candradirana menceritakan Mitos Kampung Cariu Ciamis yang tidak boleh menggelar wayang. Foto: Fahmi/HR

Berita Ciamis (Harapanrakyat.com),- Sebagian masyarakat Ciamis saat ini masih ada yang percaya dengan cerita urban atau mitos. Seperti mitos Kampung Cariu Ciamis ini tidak boleh menggelar pertunjukan wayang. Bila melanggar maka satu kampung akan mendapat malapetka.

Anda boleh tidak percaya dengan mitos ini, namun warga Dusun Cariu, Desa Sukadana, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, masih percaya. Sampai hari ini masih memegang teguh larangan dari orang tua zaman dulu itu. Warga tak berani menggelar pertunjukan wayang.

Munculnya mitos Kampung Cariu Ciamis ini, konon saat ada pergelaran wayang Jaya Braja dari Cirebon. Yang mana warga Cariu tidak ada yang menonton seorang pun. Mereka malah tertidur pulas sampai pertunjukan wayang selesai.

“Sejak saat ini maka munculah larangan atau pantrangan jangan menggelar pertunjukan wayang lagi di Cariu ini. Dulunya kampung ini merupakan sebuah Desa,” ujar Cahdi Santranatadiwangsa, Kuncen Situs Eyang Candradirana, Sabtu (5/9/2020).

Cahdi menjelaskan mitos Kampung Cariu Ciamis ini apabila ada pergelaran wayang, maka kampung bakal mendapat malapetaka. Malapetaka ini bentuknya sebuah bencana pangan, yang mana pohon, sayuran dan tanaman yang ada tak akan berbuah dalam beberapa periode musim. Hal ini dapat menimbulkan terjadinya kelaparan yang menimpa warga setempat.

“Memang penduduk Cariu ini kebanyakan berkebun dan bertani. Tidak ada salahnya menaati larangan orang tua. Meski pun terjadi atau tidak warga tetap memegang teguh, khawatir bila pohon tidak berbuah dan gagal panen,” ucapnya.

Mitos Kampung Cariu Ciamis dan Sejarah Berdirinya

Cahdi bercerita, Dusun Cariu awalnya merupakan desa. Yang berjasa mendirikannya adalah Eyang Candradirana. Kemudian penerusnya putra dan putrinya yakni Putri Kirana dan Panji Anom. Para sesepuh desa ini semua dimakamkan di Situs Kabuyutan Eyang Candradirana.

Banyak warga yang sering berziarah dan berdoa ke situs ini. Banyak doa yang berdoa dengan maksud untuk memperlancar jalan hidupnya dan memudahkan rezeki. Namun setiap masuke ke situs ini, peziarah harus melepas alas kaki meski sekililing situs ini tanah. Tujuannya untuk menghormati para leluhur Dusun Cariu.

Selain memiliki cerita mitos kampung Cariu Ciamis ini juga biasa menggelar tradisi hajat bumi. Tradisi ini berlangsung setiap bulan Muharram pada Senin atau Kamis Kliwon. (R9/HR Online)

Loading...