Obyek Wisata Miliaran Rupiah di Kota Banjar Sepi, Fasilitasnya Rusak

Obyek Wisata Kota Banjar
ejumlah fasilitas wahana bermain di lokasi wisata Lembah Pajamben Desa Binangun, dan Taman Ecopopark Kota Banjar mulai retak-retak dan rusak. Foto: Muhlisin/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Sejumlah fasilitas obyek wisata di Lembah Pajamben, Desa Binangun, Kecamatan Pataruman dan Taman Eco Park Kota Banjar, Jawa Barat, rusak dan terbengkalai.

Pembangunan obyek wisata menelan dana bernilai miliaran rupiah di lokasi pariwisata yang sempat ngehits itu kini mulai rusak. Bahkan, beberapa fasilitas tempat bermain di lokasi wisata lembah Pajamben seperti lantai main anak retak-retak parah.

Padahal pembangunan untuk destinasi wisata Lembah Pajamben menghabiskan Rp 3,3 miliar yang berasal dari anggaran Banprov tahun 2019.

Salah seorang rombongan pengunjung dari Ciamis yang kebetulan tengah menikmati libur weekend, Setyawati (28), menuturkan, sengaja datang ke lembah Pejamben untuk menikmati masa liburan bersama keluarganya.

Ia pun mengaku, memilih berwisata ke Lembah Pejamben, Kota Banjar karena lebih dekat daripada ke Pangandaran yang lokasinya lebih jauh.

Namun, setelah sampai di obyek wisata yang sempat ngehits itu, ternyata suasana tempat wisatanya begitu sepi. Hanya ada beberapa pengunjung saja yang terlihat tengah menikmati pemandangan.

“Dari Ciamis sama rombongan keluarga. Kirain sudah rame malah masih sepi. Mungkin belum dibuka,” kata Setyawati kepada HR Online, Minggu (6/8/2020).

Namun begitu, ia pun tetap asyik menikmati wahana bermain bersama keluarganya meski harus bermain di lantai bermain yang retak-retak dan rusak.

“Memang pada retak-retak lantai bermainnya. Kalau bisa ya diperbaiki. Saya kan cuma main berlibur,” ujarnya.

Fasilitas Obyek Wisata Kota Banjar Rusak

Tidak hanya di obyek wisata Lembah Pajamben, sejumlah fasilitas untuk memanjakan pengunjung seperti jembatan di Taman Ecopark juga rusak dan terkesan tidak terawat.

Salah seorang warga Banjar yang tengah menikmati malam Minggu di area Taman Ecopopark, Solhan (30), menuturkan, beberapa fasilitas yang rusak itu seperti besi jembatan lintas patah, bola lampu penerang area taman hilang dan kolam bermain airnya kering.

Menurutnya, seharusnya pemerintah melakukan pengecekan dan perbaikan sebelum kerusakannya makin bertambah. Selain itu, juga untuk kenyamanan pengunjung.

“Harusnya ada petugas yang memperbaiki. Masa tempat wisata baru sudah pada rusak. Kalau bisa fasilitasnya malah ditambah biar lebih menarik,” ujar Solhan.

Bukan Kewenangan Disporapar

Sementara itu, dikonfirmasi terkait beberapa fasilitas tempat wisata yang rusak dan terkesan tak terurus seperti fasilitas destinasi wisata Lembah Pajamben dan Taman Ecopopark tersebut, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Banjar, Nana Suryana, mengatakan, terkait hal itu bukan kewenangannya.

Menurutnya, pengelolaan Taman Ecopark itu kewenangannya ada pada Dinas DLH. Sedangkan destinasi Lembah Pejamben kewenangannya ada pada pihak pemerintah desa.

“Kewenangannya bukan pada Dispora tapi Dinas LH dan pihak Pemerintah Desa Binangun. Kalau untuk yang Bulak Sampih masih menunggu SK dari Walikota,” kata Nana usai acara di Situ Leutik.

Dikonfirmasi lebih lanjut tentang sudah adanya pelimpahan kewenangan pengelolaan obyek wisata Lembah Pajamben dari pihak Pemerintah Kota Banjar kepada Pemerintah Desa Binangun, Kepala desa Binangun belum memberikan keterangan perihal adanya pelimpahan wewenang pengelolaan obyek wisata tersebut. (Muhlisin/R7/HR-Online)