Pandemi Corona, Pengunjung Taman Surawisesa Ciamis Tak Bermasker

Pandemi Corona, banyak pengunjung Taman Surawisesa Ciamis tak bermasker. Foto: Edji Darsono/HR.
Pandemi Corona, banyak pengunjung Taman Surawisesa Ciamis tak bermasker. Foto: Edji Darsono/HR.

Berita Ciamis (harapanrakyat.com),- Pandemi Corona belum berakhir, namun masyarakat masih banyak yang tidak menerapkan protokol kesehatan ketika berada di luar rumah. Seperti yang terlihat para pengunjung Taman Surawisesa, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Sabtu (05/09/2020) malam.

Pengunjung Taman Surawisesa, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis itu masih banyak yang tidak menggunakan alat pelindung diri untuk mencegah penyebaran Covid-19. Mereka tampak bebas berkerumun tanpa memakai.

Sebagian pengunjung taman yang menggunakan masker pun protes. Mereka meminta agar aparatur pemerintah setempat menindak pengunjung yang tidak bermasker. Hal itu untuk mengantisipasi adanya penyebaran Covid-19, karena pandemi Corona belum berakhir.

Markus, salah seorang pengunjung Taman Surawisesa, mengatakan, hampir setiap malam taman tersebut selalu ramai pengunjung. Namun, ia menyayangkan mereka yang datang banyak yang tidak mematuhi protokol kesehatan.

Ia pun menilai, tingkat kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan masih rendah. Khawatir terjadi adanya penyebaran virus, ia berharap aparatur pemerintah menindak para pengunjung yang lalai tersebut.

“Apalagi saat malam Minggu seperti sekarang ini, banyak pengunjung yang datang dari luar daerah,” katanya, kepada HR Online.

Markus juga mengatakan, sepanjang masyarakat tidak sadar dalam menerapkan protokol kesehatan atau tidak mengindahkannya, maka bisa pandemi Corona akan sulit berakhir.

Menurutnya, pandemi Corona belum berakhir, maka dari itu, melawan penyebaran virus Corona harus memulainya dari kita sendiri. Baik dalam menerapkan protokol kesehatan, maupun dalam menerapkan PHBS.

Melihat masih rendahnya tingkat kesadaran masyarakat, maka perlu ada pengawasan dan tindakan tegas dari pemerintah untuk pengunjung yang tidak bermasker.

“Jika membiarkan pengunjung Taman Surawisesa berkerumun tanpa menggunakan masker, bisa saja terjadi ada klaster baru. Mencegah lebih baik dari pada mengobati,” tandas Markus. (Dji/R3/HR-Online) 

Loading...