Panen Raya Warga Binaan Lapas Banjar Hasilkan 4 Kuintal Sawi Hijau

Panen raya warga binaan Lapas Kelas II B Kota Banjar, Jawa Barat, menghasilkan 4 kuintal sayuran jenis sawi hijau. Foto: Muhlisin/HR.
Panen raya warga binaan Lapas Kelas II B Kota Banjar, Jawa Barat, menghasilkan 4 kuintal sayuran jenis sawi hijau. Foto: Muhlisin/HR.

Berita Banjar (harapanrakyat.com),- Panen raya warga binaan Lapas Kelas II B Kota Banjar, Jawa Barat, menghasilkan 4 kuintal sayuran jenis sawi hijau. Selain tanaman sayur, warga binaan Lapas Banjar juga memanen aneka jenis buah-buahan lainnya.

Kegiatan panen raya hasil pertanian warga binaan itu berlangsung di area pertanian Lapas Kelas II B Kota Banjar, pada hari Senin (28/09/2020).

Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Kota Banjar, Bawono Ika Sutomo, melalui, Kasubsi. Kegiatan Kerja Lapas Kelas II B Banjar, Donny Irawan, mengatakan, panen raya ini dilaksanakan secara bertahap. Mulai dari masa penanaman dengan siklus tanam, perawatan, dan panen berkelanjutan.

Ada 10 warga binaan yang mengikuti pengembangan budidaya pertanian itu. Mereka mengolah beberapa lahan lokasi pertanian dengan berbagai macam tanaman holtikultura.

“Hasil panen raya warga binaan hari ini sebanyak 40 kilogram sawi hijau dan 35 kilogram buah pisang. Dalam 1 bulan kami bisa panen hampir 4 kuintal tanaman sayur jenis sawi hijau dan kangkung. Semua hasil panen itu kami jual ke Pasar Banjar,” terang Donny.

Baca Juga : Petani Mandiri di Kota Banjar Panen Raya Bawang Merah, Sayang Harganya Sedang Turun

Lebih lanjut Donny mengatakan, pelaksanaan kegiatan panen raya ini dalam rangka pembinaan kemandirian warga binaan Lapas Banjar dalam bidang pertanian.

Selain itu, juga sebagai upaya mendukung Program Resolusi Pemasyarakatan Tahun 2020 Bidang Ketahanan Pangan pada Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Kota Banjar.

“Kami berupaya agar warga binaan Lapas tetap produktif. Sehingga nantinya setelah keluar dari lembaga pemasyarakatan ini mereka mempunyai bekal untuk menjalani kehidupannya yang baru,” ujarnya.

Donny menambahkan, selain budidaya pertanian, untuk mendukung program kemandirian lainnya, pihak Lapas juga membekali warga binaannya dengan berbagai keahlian. Seperti montir atau perbengkelan, mebeler, pengolahan limbah, dan budidaya perikanan.

“Banyak program kemandirian yang kami lakukan. Bahkan, beberapa karya hasil kreativitas warga binaan kami ikutkan dalam pameran. Semoga saja bisa memotivasi mereka menjadi lebih baik dalam menjalani kehidupan baru kelak setelah bebas,” pungkasnya. (Muhlisin/R3/HR-Online)