Pelaku UKM Kuliner, Sektor Paling Rentan Terdampak Covid-19 di Ciamis

Pelaku UKM Kuliner di ciamis
Kabid Koperasi, Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Ciamis, Ida Widiawati. Foto : Ferry Ramdani/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Sebanyak sembilan ribu pelaku UKM atau usaha kecil menengah di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, terkena dampak akibat Covid-19.

“Data tersebut berdasarkan informasi dari pendamping UKM di lapangan. Kalau saya kira, itu lebih dari 9 ribu. Jadi hampir semua UKM juga terdampak. Tapi belum sampai gulung tikar atau bangkrut,” ujar Kabid Koperasi, Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Ciamis, Ida Widiawati, Selasa (29/9/2020).

Menurutnya, dari semua pelaku UKM, bidang kuliner atau olahan makanan lah saat ini yang paling terdampak. Pasalnya, semenjak adanya wabah virus ini omset makanan turun drastis.

“Kalau pelaku usaha luar bidang makanan itu lumayan, atau tidak terasa dampaknya. Saat ini paling terdampak hanya usaha makanan. Makanya banyak pelaku usaha makanan yang kini jualannya secara online,” katanya.

Namun, lanjutnya, dalam masa pandemi Covid-19 ini, ada juga pelaku UKM yang malah untung. Salah satunya, pelaku usaha jual obat herbal.

Menurut Ida, jika hari biasa sebelum Covid-19, omsetnya biasa saja. Namun, setelah adanya Covid-19 malah semakin tinggi omsetnya.

“Kemarin ada pelaku usaha jual obat herbal dari daun kelor, dan tinggi penjualanya. Mungkin masyarakat membutuhkannya, karena saat ini pandemi Covid-19,” tuturnya.

Sedangkan untuk usaha lain luar industri makanan, yang tidak terlalu ada dampaknya dalam masa pandemi ini yakni pelaku usaha jahit.

Sebab, katanya, tukang jahit meskipun tidak banyak yang memesan baju, namun mereka cerdas langsung membuat masker, jadinya ada solusi.

“Tukang jahit langsung membuat masker untuk solusi dalam masa pandemi. Kemudian, kalau usaha bengkel otomotif juga sama tidak terlalu berdampak saat ini,” ungkapnya.

Ida menambahkan, dengan adanya bantuan presiden (Banpres) untuk pelaku UKM semoga dapat membantu pelaku usaha yang saat ini benar-benar terdampak Covid-19.

“Mudah-mudahan dengan adanya Banpres melalui kementerian, bisa bermanfaat. Jangan gunakan untuk hura-hura, tapi bantuan tersebut untuk bangkit dari pandemi saat ini,” pungkasnya. (Ferry/R5/HR-Online)