Pemkab Pangandaran Berikan Bantuan APD untuk Madrasah

Pemkab Pangandaran Berikan Bantuan APD untuk Madrasah
Pendistribusian bantuan APD dari Pemkab Pangandaran untuk sekolah madrasah dalam naungan kementerian agama. Foto : Madlani/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Pemkab Pangandaran memberikan bantuan APD atau alat pelindung diri, kepada sekolah-sekolah dalam naungan Kementerian Agama RI.

Sekolah madrasah yang menerima bantuan tersebut antara lain tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI) sebanyak 60 sekolah, Madrasah Tsanawiyah (MTs) sebanyak 34 sekolah. Kemudian Madrasah Aliyah (MA) sebanyak 16 sekolah, baik negeri maupun swasta.

Adapun bentuk bantuan APD tersebut berupa 7 jenis, yakni face shield sebanyak 20.678 buah, disinfektan 223 buah. Lalu masker 20.678 buah, hand sanitizer 20.622 buah, termo gun 222 buah, wastafel 56 buah, dan sprayer elektrik 223 buah.

Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Pangandaran H Nana Supriatna, mengucapkan terima kasih atas kepedulian Pemda Pangandaran, untuk warga sekolah madrasah di lingkungan Kementerian Agama.

“Alhamdulillh hari ini terdistribusikan secara proporsional,” ucap Nana kepada HR Online, Sabtu (19/9/2020).

Nana meminta kepada warga madrasah, agar bantuan APD tersebut untuk keperluan pada saat belajar tatap muka di 110 madrasah yang ada di Pangandaran.

“Jangan jadikan pembagian bantuan APD ini menjadi polemik. Kalau memang ada yang belum menerima, kita sedang sinkronkan dengan pihak BPBD,” katanya.

Nana mengungkapkan, pihaknya sedang mengusulkan untuk sekolah yang belum menerima bantuan tersebut, sebab, masih dalam proses.

“Siswa dan guru akan menerima APD masing-masing satu, yakni masker, face shield, dan hand sanitizer,” kata Nana.

Sementara untuk kegiatan belajar tatap muka, Nana mengungkapkan, bahwa pada dasarnya semua madrasah sudah memenuhi persyaratan.

“Apabila Pemda sudah memberikan izin KBM tatap muka setelah verifikasi oleh tim dari instasi  terkait dan gugus tugas,” ungkapnya.

Kemenag Pangandaran juga sudah mempersiapkan dokumen persyaratan, seperti pernyataan orangtua, pernyataan kepala sekolah dengan Komite. Selain itu, pernyataan sekolah dengan lingkungan dan lainnya.

“Kita sudah lengkapi semua persyaratan. Rencananya Senin 21 September, akan memulai pembelajaran tatap muka berdasarkan surat dari pemerintah daerah. Semoga dengan mematuhi protokol kesehatan semuanya terhindar dari Covid-19,” pungkas Nana. (Madlani/R5/HR-Online)