Penanganan ODGJ di Kota Banjar, Dinkes: Kami Perlakukan dengan Manusiawi

ODGJ di Kota Banjar
Kasie penyakit tidak menular dan kesehatan jiwa, Dinas Kesehatan Kota Banjar, Hj. Nuraida. Foto: Aji/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjar, Jawa Barat menegaskan pihaknya memperlakukan Orang Dengan Gangguan Jiwa atau ODGJ di Kota Banjar dengan sangat manusiawi.

Kasie penyakit tidak menular dan kesehatan jiwa Hj. Nuraida menjelaskan, Dinkes selalu memperlakukan pelayanan yang baik ke ODGJ dan memperlakukannya secara manusiawi.

“Saat merazia ODGJ biasanya kami juga ikut ke lapangan bersama Satpol PP, juga Dinsos. Biasanya kami menunggu instruksi dari Satpol PP. Jika sudah merazia kita akan mengecek identitasnya dengan menggunakan sidik jari,” ujar Nuraida kepada HR Online, Jum’at (18/9/2020).

Menurutnya, ODGJ akan dirujuk ke RSUD Kota Banjar. Namun sebelum dibawa ke rumah sakit, terlebih dahulu dicek identitasnya melalui sidik jari.

“Sebelum dibawa ke rumah sakit, kami akan mengecek identitas ODGJ ini dengan cara membaca sidik jari ODGJ dengan menggunakan alat dari Polres. Hal ini dilakukan agar kami mengetahui alamat ODGJ dan nanti dari pihak Dinsos akan mengabari keluarganya,” jelasnya.

Pihak Dinkes juga akan menghubungi keluarga dari ODGJ tersebut. Lantas akan ada diskusi terkait perawatan ODGJ tersebut.

“Kami akan berdiskusi dengan pihak keluarga untuk mengurus ODGJ ini. Apakah masih sanggup dirawat sendiri di rumah atau akan dirujuk ke rumah sakit,” katanya.

ODGJ di Kota Banjar Dirujuk ke RS Cisarua Bandung

Selain itu Nuraida juga menambahkan, ODGJ akan dirawat di RSUD Kota Banjar. Namun jika ruangan rumah sakit penuh, maka ODGJ akan dirujuk ke Rumah Sakit Cisarua Bandung.

“ODGJ yang dirawat juga yang sudah diperiksa dokter dan ODGJ yang mempunyai sakit jiwa sedang, juga berat. Untuk yang masih sakit jiwa ringan masih bisa untuk berobat jalan,” jelasnya.

Pihaknya juga melayani ODGJ yang dilaporkan oleh warg. Misalnya, ada ODGJ yang mengamuk, pihak Dinkes akan membantu bersama Babinsa, Babinmas, dan Satpol PP. Selanjutnya Dinkes akan merujuknya ke rumah sakit Banjar agar bisa ditangani langsung oleh dokter jiwa.

“Kadang kita juga sering menerima laporan dari warga jika ada  ODGJ yang mengamuk. Malahan informasinya gak tentu datangnya ada yang tengah malam, ada yang pagi. Tetapi kita tetap melayani mereka walaupun itu sedang di luar jam kerja saya,” tambahnya.

Sementara untuk ODGJ yang masih berkeliaran di Kota Banjar, Dinkes akan menunggu razia. Nuraida juga berpesan untuk keluarga ODGJ jangan malu untuk skrining dan berobat.

“Semoga ODGJ di Kota Banjar tidak banyak lagi yang berkeliaran, dan semoga ODGJ di Kota Banjar bisa tertangani. Sehingga Kota Banjar menjadi bersih, juga indah,” pungkasnya. (Aji/R7/HR-Online)