Penelitian Embrio Titanosaurus Berbeda Dengan Spesies Dewasa

Penelitian Embrio Titanosaurus
Ilustrasi Penelitian Embrio Titanosaurus. Foto Istimewa

Penelitian embrio Titanosaurus memunculkan hal-hal yang menarik. Siapa yang menyangka jika embrio tersebut ternyata telah mengalami masa pengawetan terlebih dahulu. Kemudian para ilmuwan melakukan penelitian untuk mendapatkan informasi lebih.

Pengawetan tersebut melalui proses yang tidak biasa. Sebab, dari penelitian tersebut muncul beberapa informasi penting. Seperti bentuk tubuh dan karakteristik embrio tersebut. Spesies yang masuk dalam kategori Titanosaurus tampaknya hidup terpisah.

Para peneliti mengungkapkan bahwa Titanosaurus remaja dan dewasa telah hidup secara terpisah. Bahkan lingkungan hidupnya juga berbeda satu dengan yang lainnya. Martin Kundrat seorang ahli dari Slovakia juga mengungkapkan hal tersebut.

Baca Juga: Penelitian Jejak Kaki Dinosaurus di Pantai Penarth Kawasan Wales

Penelitian Embrio Titanosaurus

Melansir dari New Scientist, embrio dari Titanosaurus tampaknya memiliki sebuah tanduk. Kemudian matanya juga menghadap ke bagian depan. Sedangkan Titanosaurus dewasa tidak memiliki dua karakteristik tersebut.

Sauropoda merupakan dinosaurus terbesar sekaligus pemakan tumbuhan dengan leher panjang. Sedangkan untuk spesies yang lebih besar dari Sauropoda adalah Titanosaurus. Panjang spesies ini sekitar 37 meter, bahkan lebih dengan berat sekitar 30 ton.

Penelitian embrio Titanosaurus ini cukup mengesankan. Bagaimana tidak jika spesies ini hanya berupa fosil yang sudah lama terawetkan. Hal inilah yang membuat penelitian semakin menarik. Apalagi objek penelitiannya tidak begitu utuh.

Martin Kundrat dan peneliti lainnya hanya meneliti bagian tengkoraknya saja. Sebelumnya embrio ini tidak muncul begitu saja, melainkan dari sebuah penemuan. Sebuah fragmen kulit telur kedapatan adanya embrio Titanosaurus ini.

Keberadaan fosil ini tidak jelas lokasinya hal yang pasti adalah dari kawasan Argentina. Fosil ini mulanya melalui proses yang ilegal dan akhirnya para peneliti mengembalikannya ke Argentina. Para peneliti menempatkannya ke tempat yang semestinya yaitu museum.

Penelitian embrio Titanosaurus tentunya sudah menggunakan alat yang canggih dan modern. Sehingga proses penelitian menjadi lebih mudah dan aman. Selain itu, penelitian juga menjadi lebih akurat. Embrio ini mendapat penelitian dengan gambar 3D yang begitu rinci.

Para peneliti akan mendapatkan hasil yang maksimal dalam pemindaian tersebut. Kundrat menyebutkan bahwa penelitian tersebut menampilkan bahwa embrio Titanosaurus ini masih utuh. Struktur tulangnya memang berada pada tempatnya.

Sebelumnya ada embrio lain yang berhasil ditemukan. Namun embrio tersebut sudah dalam keadaan hancur. Sehingga sangat sulit untuk untuk masuk dalam proses penelitian. Meskipun begitu, embrio yang satu ini memunculkan beragam fakta.

Penelitian Embrio Titanosaurus yang Masih Utuh

Pada penelitian tersebut muncul berbagai hal menarik. Seperti bola mata yang menghadap ke depan dan lurus. Padahal ada penelitian sebelumnya terkait dengan Titanosaurus dewasa. Pada penelitian spesies dewasa, mata Titanosaurus menghadap samping.

Kemudian yang kedua yaitu perihal tanduk. Pada embrio Titanosaurus terdapat tanduk, sedangkan fosil Titanosaurus lain yang dewasa tidak memiliki tanduk. Hal ini tentunya menjadi pertanyaan bagi banyak pihak terutama para peneliti.

Kemungkinan besar embrio dari Titanosaurus mengalami pertumbuhan sehingga menjadi dewasa. Kemudian bagian matanya juga berbeda dengan sebelumnya. Begitupun dengan bagian tanduk yang tampak berbeda. Penelitian embrio Titanosaurus benar-benar menghasilkan sesuatu yang mengejutkan.

Baca Juga: Penemuan Kanker pada Fosil Dinosaurus Centrosaurus, Menghebohkan!

Embrio Titanosaurus Berbeda Dengan Titanosaurus Dewasa

Peneliti asal Slovakia tersebut juga mengungkapkan bahwa bisa jadi hewan ini adalah spesies baru. Namun kembali lagi tentang Titanosaurus remaja yang masih mengalami pertumbuhan. Kemungkinan akan sangat wajar jika Titanosaurus remaja berbeda dengan saat dewasa.

Kundrat menyebutkan bahwa Titanosaurus yang masih kecil tidak mendapat perawatan dari orang tua. Sehingga embrio Titanosaurus bertahan sendiri dan hidup sendiri sejak awal. Untuk Titanosaurus yang sudah dewasa akan pindah ke dataran terbuka dan hidup disana.

Kundrat mencurigai bahwa Titanosaurus remaja berasal dari area yang tertutup. Sepertinya tanduk yang tumbuh merupakan bentuk pertahanan diri. Bisa jadi Titanosaurus juga mengincar makanan selama masih berkembang.

Sebab, menurut embrio Titanosaurus, spesies ini sangat membutuhkan protein. Tujuannya adalah untuk berkembang lebih cepat dan menjadi dewasa. Sehingga mata yang menghadap depan juga berfungsi sebagai teropong.

Hidup sendiri tanpa ada spesies yang lebih kuat tampaknya sangat berbahaya. Kebanyakan induk akan menunggu dan merawat anaknya hingga tumbuh besar. Setidaknya hingga anak bisa mencari makan sendiri.

Namun hal ini sangat berbeda dengan embrio Titanosaurus yang harus terpisah sejak dini. Penelitian embrio Titanosaurus memberikan gambaran lain tentang kehidupan dinosaurus. (R10/HR Online)

Loading...