Penemuan Planet Kaya Karbon dan Banyak Berlian, Apakah Layak Huni?

Penemuan Planet Kaya Karbon
Ilustrasi Penemuan Planet Kaya Karbon. Foto Istimewa

Penemuan planet kaya karbon menjadi salah satu temuan yang sangat menarik. Ada banyak temuan planet dalam alam semesta. Meskipun ada banyak planet yang sudah masuk data, namun sebagian besar belum terdeteksi.

Salah satu temuan yang menarik adalah exoplanet. Jenis planet yang satu ini juga mengorbit bintang selain Matahari. Para ilmuwan menyebutkan bahwa alam semesta memiliki kekayaan jauh lebih besar.

Selain itu, planet yang memiliki jumlah karbon banyak ternyata menyimpan berlian. Hal ini terdapat.pada temuan beberapa exoplanet. Exoplanet sendiri merupakan sebutan bagi planet yang tidak masuk dalam kawasan tata surya.

Baca Juga: Penemuan Planet Baru Mirip Bumi di Zona Layak Huni Proxima Centauri

Penemuan Planet Kaya Karbon

Melansir dari Weather, Harrison Allen Sutter mengatakan bahwa exoplanet berbeda dengan Bumi. Tidak hanya Bumi, tetapi juga berbeda dengan benda langit pada tata surya. Para astronom menyebutkan bahwa ada lebih dari 4000 temuan exoplanet.

Penemuan tersebut tentunya menggunakan beberapa instrumen. Tidak mungkin menemukan exoplanet luar tata surya dengan telanjang mata. Para astronom tentunya menggunakan Kepler, TESS, dan Hubble.

Beberapa instrumen tersebut memang lazim dan sering terlibat dalam pengamatan. Kali ini studi baru mengungkapkan bahwa ada penemuan planet kaya karbon yang menarik. Hal yang lebih menarik adalah inti planet tersebut rumah bagi berlian.

Kehadiran berlian pada inti planet membuat penelitian lebih berkesan. Bumi merupakan planet dengan rasio karbon lebih rendah terhadap oksigen. Sehingga kandungan berliannya sangat sedikit.

Berbeda halnya dengan exoplanet yang memiliki rasio karbon lebih tinggi pada oksigennya. Hal ini menunjukkan bahwa planet tersebut memiliki kandungan karbon yang melimpah. Sesuai penelitian, kandungan oksigennya sangat minim.

Bumi merupakan planet yang mengandung 0,001% berlian. Berlian ini tersimpan pada bagian inti yang jauh. Namun exoplanet dengan limpahan karbon dapat merubah inti menjadi sebuah berlian dan silika.

Peneliti dari Arizone State University juga mengungkapkan hal yang sama. Ada perubahan karbon menjadi sebuah berlian. Air yang berada pada planet kaya karbon bisa mengalami oksidasi.

Kemudian kandungan mineralogi juga memiliki silikat dan berlian. Teori ini menunjukkan bahwa kebanyakan exoplanet memang memiliki berlian. Meski teori ini tidak tertuju pada seluruh exoplanet.

Baca Juga: Penemuan Planet Cakram Tebal di Atas Bima Sakti, Lihat Karakteristiknya!

Penemuan Planet Kaya Karbon, Apakah Bisa Dihuni?

Para peneliti sebelumnya melakukan percobaan yang sama. Percobaan ini mengarah pada tiruan exoplanet yang kaya akan karbon. Lingkungan percobaan tersebut memiliki suhu dan panas tekanan yang tinggi.

Kemudian para peneliti juga memanfaatkan sel-sel anvil berlian dengan tekanan tinggi. Hasilnya pun memuaskan, silikon karbon bereaksi dengan air kemudian muncul berlian dan silika.

Penelitian selanjutnya mengarah pada pertanyaan apakah penemuan planet kaya karbon tersebut layak huni? Hal ini juga menjadi objek penelitian para ilmuwan.

Bumi memiliki atmosfer yang sangat menunjang kehidupan. Pada bagian intinya juga mengandung berlian dan memiliki unsur karbon. Namun apakah exoplanet ini juga sama dengan Bumi?

Para ilmuwan menyebutkan bahwa temuan planet kaya karbon tersebut tidak menunjang kehidupan. Pada bagian dalam planet kemungkinan tidak ada unsur yang membantu makhluk hidup untuk bertahan. Apabila melihat perbandingannya dengan Bumi, exoplanet tidak aktif secara geologis.

Bahkan atmosfernya kemungkinan tidak aktif sama sekali. Oleh karena itu, kemungkinan adanya unsur kehidupan sangat tidak mungkin. Bila ada, maka peluangnya sangat kecil.

Baca Juga: Penemuan Exoplanet GJ 504b Warna Pink Seperti Magenta Kusam

55 Cancri e, Exoplanet yang Kaya Berlian

Penemuan planet kaya karbon membuat para ilmuwan mendapatkan tambahan informasi. Salah satunya adalah ciri dan keadaan exoplanet yang terus meningkat. Apabila terdapat data baru, maka semakin mudah untuk menafsirkan.

Ada banyak rencana misi untuk kedepannya. Para ilmuwan tentunya tidak dapat memprediksi apa saja yang mungkin terjadi. Bahkan nantinya tidak ada yang tahu temuan kedepannya.

Dengan adanya data sebelumnya dan masa kini, maka ada tambahan referensi. Sama halnya dengan data temuan exoplanet pertama kali yang mengandung berlian melimpah. Exoplanet tersebut mendapat julukan nama 55 Cancri e.

Exoplanet ini memiliki ukuran lebih besar 2 kali lipat dari Bumi. Selain itu, suhu permukaannya juga mencapai 2.150 derajat Celcius. Kondisi ini sangat ideal untuk mendukung proses pembuatan berlian.

Adapun data yang mencakup tentang komposisi planet ini. Penemuan planet kaya karbon ini telah masuk dalam sebuah studi. Kemudian terbit pada Planetary Science Journal. (R10/HR Online)