Penjual Es Tebu di Tasikmalaya Keluhkan Penurunan Omset Penjualan

Penjual Es Tebu di Tasikmalaya Keluhkan Penurunan Omset Penjualan
Di tengah pandemi Covid-19, Wawan tetap bersemangat jualan es tebu di pasar Cikurubuk, Kota Tasikmalaya. Foto:Apip/HR

Berita Tasikmalaya (harapanrakyat.com),- 18 tahun  berjualan es tebu, tak membuat Wawan (60) minder.

Warga Kampung Cilingga, Kelurahan Lingga Jaya, Kecamatan Mangkubumi, Tasikmalaya, ini tetap bersemangat jualan es tebu di pasar Cikurubuk.

Meski penghasilanya harus menurun drastis lantaran pandemi Covid-19 ini, Wawan tetap setia menjajakan dagangannya setiap hari.

Wawan mengaku jika ia sudah 18 tahun berjualan es tebu.

Dulu Wawan berjualan es tebu dengan mengelilingi pasar Cikurubuk.

“Namun sekarang jualannya menetap , karena tenaga saya sudah kurang, saya sudah tua,” ujar Wawan, Selasa (8/9/2020).

Es tebu yang Wawan jual, tebunya ia beli dari warga yang memiliki kebun tebu.

“Saya beli tebu perpohon Rp 1.000, saya olah menjadi es tebu lalu jual dengan harga Rp 2 ribu segelas plastik,” katanya.

Berjualan es tebu selama pandemi Covid-19, penghasilan Wawan menurun drastis.

Sebelum ada corona, ia bisa mendapatkan penghasilan Rp 75 ribu perhari.

Namun saat ini, Wawan hanya mendapat uang maksimal Rp 40 ribu saja.

“Dengan adanya corona ini sih kalau takut engga, yang takut itu kalau anak istri saya gak makan,” pungkas Wawan.(Apip/R8/HR Online)

Loading...