Penyebab Bulan Berkarat Karena Atmosfer Bumi, Mengapa?

Penyebab Bulan Berkarat
Ilustrasi Penyebab Bulan Berkarat. Foto Istimewa

Penyebab bulan berkarat kemungkinan merupakan kesalahan Bumi, mengapa? Penelitian baru menemukan bahwa Bulan memiliki warna yang berbeda daripada sebelumnya.

Jika Bulan terlihat pucat, agak sedikit abu, dan terang, maka kini terlihat merah. Para ilmuwan menyebutnya sebagai karat. Karat atau rust juga memiliki istilah lain yakni oksida besi.

Karat merupakan senyawa kemerahan yang terbentuk ketika zat besi bercampur dengan oksigen dan air. Apabila melihat Mars yang mendapat julukan planet Merah, warnanya memang merah.

Hal tersebut juga berasal dari karat besi yang sudah ada sejak lama. Sehingga membuat permukaan Mars memiliki rona kemerahan. Untuk karat pada Bulan apa hubungannya dengan Bumi?

Baca Juga: Urutan Lapisan Atmosfer Dibedakan Berdasarkan Suhu dan Fungsinya

Mengulas Penyebab Bulan Berkarat Karena Bumi

Penelitian tentang Bulan berkarat membuat para ilmuwan kebingungan. Sebab, kondisi Bulan untuk mengalami karat tidak mencakup secara keseluruhan. Berbeda dengan Mars yang memang sudah sejak lama memiliki kandungan besi.

Melansir dari Live Science, penulis utama studi penelitian Shua Li mengungkapkan bahwa hal ini cukup membingungkan. Ia juga menyebutkan bahwa tidak semua lingkungan selestial optimal untuk mengalami karat.

Asisten peneliti Li menambahkan bahwa Bulan merupakan lingkungan yang mengerikan untuk karat. Mengingat Bulan dalam kondisi kering dan bebas dari atmosfer. Bagaimana dengan penyebab Bulan berkarat karena Bumi?

Shua Li sedang mempelajari banyak data yang berasal dari JPL Moon Mineralogy Mapper. Data tersebut mencakup penelitian pada Bulan yang terjadi sekitar tahun 2008. Shua Li mengatakan bahwa kutub Bulan memiliki kandungan atau komposisi yang berbeda.

Dalam data tersebut juga mencakup pendeteksian spektrum. Spektrum merupakan panjang atau gelombang cahaya yang memantul pada permukaan Bulan. Pantulan inilah yang dapat digunakan untuk menganalisa permukaan.

Shua Li berfokus pada bagian kutub dan ternyata Bulan memiliki kandungan besi. Bebatuan yang berada pada bagian kutub ternyata kaya akan besi. Komposisi tersebut ternyata cocok dengan hematit (jenis oksida tertentu).

“Awalnya saya tidak percaya dengan temuan ini. Apalagi kondisi Bulan juga tidak memungkinkan” ungkap rekan penulis Abigail, seperti melansir dari Live Science. Jadi, untuk kemungkinan pertama penyebab Bulan berkarat adalah adanya batuan yang kaya akan besi. Pernyataan ini semakin kuat dengan adanya penemuan air pada Bulan.

Kemungkinan yang lainnya adalah adanya variasi mineral lainnya yang dapat bereaksi dengan bebatuan. Agar besi menjadi berkarat, maka membutuhkan sesuatu yang bernama oksdidator. Istilah ini berarti sebuah molekul seperti oksigen.

Molekul tersebut dapat menghilangkan elektron pada bahan seperti besi. Namun adanya angin dan Matahari membuat aliran partikel bermuatan terus menghantam Bulan. Padahal aliran tersebut memiliki hidrogen dengan efek yang sebaliknya.

Baca Juga: Lapisan Atmosfer Bumi Sebagai Pelindung, Apa Saja?

Bulan Tidak Memiliki Atmosfer Sendiri

Penyebab Bulan berkarat yang selanjutnya adalah Bulan tidak memiliki atmosfer. Hal ini membuat Bulan tidak memiliki kandungan yang cukup untuk menyediakan oksigen. Namun terdapat jejak yang membuktikan bahwa ada jumlah oksigen yang disumbangkan ke Bumi.

Kemudian terdapat istilah magnetotail yang berarti bahwa oksigen terstrial bergerak menuju Bulan. Pergerakan tersebut berada pada jalan magnet dengan planet lain.

Magnetotail Bumi dapat mencapai sisi dekat Bulan, tepatnya bagian yang memiliki banyak hematit. Keberadaan magnetotail tersebut menghalangi angin Matahari dari ledakan Bulan

Sehingga terdapat periode atau waktu untuk melakukan pembentukan karat. Namun penyebab Bulan berkarat juga terpengaruh oleh air. Apalagi pernah ada penemuan air yang terdapat pada Bulan.

Sebenarnya sebagian besar Bulan tidak memiliki air, kecuali air beku. Molekul air beku ini terdapat pada sisi terjauh kawah Bulan. Lalu bagaimana air tersebut bisa membentuk karat? Sedangkan molekulnya masih membeku?

Para peneliti menyebutkan bahwa ada pergerakan cepat dari partikel debu. Kemudian memborbardir Bulan lalu membebaskannya dari molekul air beku. Partikel debu tersebut kemungkinan besar memberikan dampak untuk meningkatkan laju oksidasi.

Sehingga air dapat meningkatkan pembentukan karat  pada Bulan. Kemudian membuat warna  Bulan tampak seperti kemerahan sama seperti Mars.

Meskipun begitu, penelitian masih terbatas dan bersifat hipotesis. Para ilmuwan masih memerlukan banyak data terkait dengan penyebab Bulan berkarat. Kemudian alasan dari Bulan berkarat meski air dan oksigen tidak mencukupi. (R10/HR Online)

Loading...