Penyebab Penyakit Autoimun, Jenis dan Gejalanya yang Wajib Diwaspadai

Penyebab Penyakit Autoimun, Jenis dan Gejalanya yang Wajib Diwaspadai
Ilustrasi Penyebab Penyakit Autoimun. Foto: Ist/Net

Penyebab penyakit autoimun belum banyak orang mengetahuinya. Begitupun jenis penyakit autoimun yang terdapat beberapa macam. Dengan begitu, Anda wajib mengetahui gejala penyakit autoimun sebagai langkah pencegahan.

Penyakit autoimun adalah penyakit yang berkaitan dengan kelainan pada sistim imunitas pada tubuh. Suatu kondisi atau situasi saat sistem kekebalan tubuh manusia justru menyerang tubuhnya sendiri atau mengalami serangan ke dalam tubuhnya.

Akhir-akhir ini nama penyakit autoimun semakin populer seiring dengan kabar berita artis terkenal Ashanty yang menderita penyakit ini. Bukan hanya Ashanty, tapi juga anak penyanyi Denada terkena penyakit yang sama.

Penyakit autoimun sangat berbahaya karena jika tidak mendapat penanganan akan menjadi kronis dan mengakibatkan kematian. Apalagi para medis belum mengetahui penyebab penyakit autoimun. Kabarnya si penderita penyakit autoimun sulit sembuh total atau pulih kembali seperti sediakala.

Dalam sistem imunitas tubuh normal akan menghadapi setiap organisme asing yang masuk ke tubuh. Sehingga badan tetap sehat dan terbebas dari penyakit. Namun kekebalan tubuh pada penderita autoimun melihat sel sehat sebagai organisme asing.

Faktor Penyebab Penyakit Autoimun

Allah SWT menciptakan manusia dengan kesempurnaan anggota tubuh dan sistem kekebalan tubuhnya. Kekebalan tubuh pada manusia berguna untuk menjaga tubuh tetap sehat dari serangan berbagai penyakit.

Sekarang yang menjadi persoalan adalah apa saja yang menyebabkan terjadinya penyakit autoimun? Berdasarkan sejumlah literatur dan referensi, belum secara pasti mengenai penyebab seseorang menderita penyakit ini.

Baca juga: 10 Makanan yang Mengandung Vitamin E untuk Imunitas Tubuh dan Kulit

Namun berdasarkan penelitian medis, faktor yang dapat meningkatkan risiko orang terkena penyakit autoimun sangat banyak. Berikut ini beberapa penyebab penyakit autoimun yang perlu Anda pahami agar bisa untuk menghindarinya.

Faktor Etnis

Orang dengan etnis tertentu konon memiliki risiko lebih besar terkena penyakit autoimun. Seperti etnis Eropa yang lebih rentan terkena penyakit autoimun atau diabetes tipe 1 apabila membandingkan dengan etnis lainnya.

Adapun orang dengan etnis Amerika Latin atau Afrika Amerika lebih rentan terkena penyakit lupus. Beruntung orang Indonesia yang mempunyai risiko lebih kecil terkena penyakit ini.

Jenis Kelamin

Jenis kelamin atau gender juga bisa menjadi faktor risiko dan penyebab penyakit autoimun. Orang yang berjenis kelamin perempuan berisiko lebih besar terkena penyakit autoimun ketimbang kaum laki-laki.

Dari sejumlah kasus, umumnya penyakit ini berawal pada periode kehamilan. Sedangkan bagi kaum laki-laki yang tidak mengalami kehamilan memiliki risiko terkena penyakit ini lebih rendah ketimbang kaum wanita.

Pengaruh Lingkungan

Faktor lingkungan juga bisa menjadi penyebab penyakit autoimun. Seperti orang yang sering terpapar bahan kimia seperti asbes, merkuri atau cahaya matahari akan lebih berisiko terkena penyakit autoimun.

Selain itu, infeksi bakteri dan virus maupun pola makan yang tak sehat juga turut meningkatkan risiko seseorang terkena dan menderita penyakit autoimun.

Faktor Genetik atau Keturunan

Faktor pemicu dan penyebab penyakit autoimun lainnya adalah dari unsur genetika. Orang yang lahir dari keluarga yang menderita penyakit autoimun lupus atau multiple sclerosis berisiko lebih tinggi terkena penyakit autoimun.

Faktor Usia

Orang yang berumur pada kisaran antara 15 tahun sampai 44 tahun menjadi periode awal penyakit autoimun dan lebih berisiko. Sedangkan berdasarkan penelitian, anak-anak dan orang lanjut usia jarang menderita penyakit ini.

Jenis-Jenis Penyakit Autoimun

Pada saat virus dan bakteri masuk ke tubuh, sistem imunitas tubuhnya akan memusnahkannya. Lain halnya dengan orang yang mengalami gangguan autoimun. Sistem kekebalan tubuhnya tak mampu mendeteksi virus dan bakteri yang membahayakan tubuhnya.

Baca juga: Manfaat Minyak Kelapa Murni di Tengah Pandemi Virus Corona

Sistem imunitas autoimun malah melihat sel baik dalam tubuh sebagai bakteri dan virus yang harus musnah. Sehingga sistem kekebalan tubuhnya mengeluarkan autoantibodi berupa protein yang menghancurkan dirinya sendiri.

Terlepas dari faktor penyebab penyakit autoimun, gangguan autoimun ada banyak variasinya. Para peneliti menyebutkan terdapat lebih dari 80 jenis penyakit ini. Berikut ini 3 jenis penyakit autoimun yang paling populer.

Penyakit Lupus

Penyakit lupus merupakan salah satu gangguan autoimun yang mana sistem imunitas merongrong sel tubuhnya sendiri. Hal ini membuat sel-sel yang sehat menjadi rusak. Sistem kekebalan tubuh tak hanya memberantas organisme asing namun juga sel sehat.

Penyakit Rematik

Rheumatoid Arthritis adalah jenis penyakit sistim imunitas tubuh yang menyerang jaringan persendian hingga jantung, kulit dan mata. Orang yang mengalami rematik akan merasakan kaku, bengkak, dan nyeri sendi pada jaringan sendi.

Penyakit Radang Usus

Jenis penyakit autoimun ini terjadi saat sistim imunitas tubuh justru merongrong organ penting yang sehat yakni usus atau saluran pencernaan. Hal ini mengakibatkan usus mengalami peradangan kronis.

Beberapa gejala penyakit radang usus akibat gangguan autoimun ini antara lain merasa lelah, badan demam, sakit perut, susah buang air besar, diare, dubur mengalami pendarahan, dan berat badan menyusut.

Gejala Penyakit Autoimun

Penyakit autoimun memang termasuk penyakit dengan keanehan tersendiri. Selain tidak bisa sembuh dengan normal kembali, penyakit ini bermula dari sistem imunitas seseorang yang kemudian menyerang sel tubuhnya sendiri yang sehat sehingga menjadi sakit.

Padahal sistem imunitas memiliki peran dan tugas sangat penting dalam menjaga kekebalan tubuh. Baik dari serangan virus, organisme dan bakteri. Namun karena kondisi ini justru menjadi sebaliknya, sistem imunitas malah menyerang sel yang sehat.

Meskipun penyebab penyakit autoimun belum diketahui, namun setiap jenis penyakit autoimun mempunyai gejala yang berbeda-beda. Berikut ini beberapa gejala orang yang terkena penyakit autoimun yang sebaiknya Anda tahu.

  1. Pada bagian kaki dan tangan sering mengalami kesemutan
  2. Sukar fokus atau konsentrasi
  3. Mengalami kerontokan rambut
  4. Demam badan ringan
  5. Mengalami ruam kulit
  6. Otot merasa pegal
  7. Mengalami kelesuan atau kelelahan tubuh

Seseorang yang mengalami gejala penyakit autoimun untuk memastikannya, ia mesti berkonsultasi dengan dokter. Sang dokter akan menyuruhnya untuk menjalani serangkaian tes atau biopsi di laboratorium.

Hal ini untuk mengetahui kehadiran penyakit autoimun atau seberapa banyak autoantibodi dalam tubuhnya. Apabila hasil laboratorium memvonis seseorang mengidap autoimun, maka dokter akan langsung memberikan layanan medis untuk cepat mendapat penanganan.

Apakah Penyakit Autoimun Menular dan Berbahaya?

Setelah mengenal pemicu atau penyebab penyakit autoimun, lantas apakah penyakit autoimun menular atau tidak? Menurut sejumlah penelitian bahwa penyakit autoimun seperti lupus tidak menular kepada manusia lewat apapun, termasuk kontak fisik.

Baca juga: Tanda Daya Tahan Tubuh Lemah, Jangan Dibiarkan!

Jadi tidak perlu mengucilkan pengidap penyakit autoimun. Karena memang tidak berbahaya. Justru sebaliknya, untuk proses penyembuhan penderita memerlukan dukungan dari keluarga dan orang terdekat.

Penyakit autoimun merupakan penyakit berbahaya karena orang yang mengidap penyakit ini tidak bisa sembuh secara total. Dokter hanya bisa mengontral dan meredakan penyakit ini agar tidak semakin parah. Si penderita pun harus rajin berolahraga maupun menjaga pola makan yang sehat.

Bagaimanapun penyakit autoimun perlu mendapat pengobatan. Sebab kalau tak penanganan medis penyakit ini bisa menjadi kronis dan menimbulkan komplikasi. Akibatnya akan merusak organ tubuh lainnya. Bahkan dampak lebih serius, pengidapnya dapat mengalami kematian.

Itulah berbagai faktor penyebab penyakit autoimun maupun pemicunya yang sebaiknya Anda kenali dengan baik. Mencegah lebih baik ketimbang mengobati, sehingga Anda perlu menjaga supaya terhindar dari penyakit yang mematikan ini. (R11/HR-Online)

Loading...