Penyebab Penyakit Hidrosefalus, Gejala dan Cara Mencegahnya

Penyebab Penyakit Hidrosefalus, Gejala dan Cara Mencegahnya
Ilustrasi penyebab penyakit hidrosefalus. Foto: Ist/net

Penyebab penyakit hidrosefalus belum diketahui secara pasti. Namun dalam beberapa kasus dalam jumlah yang kecil berhubungan dengan faktor keturunan. Selebihnya penyakit hidrosefalus berhubungan dengan penyakit lainnya. Lantas, apa saja tanda dan gejala penyakit hidrosefalus? Mari simak ulasannya.

Hidrosefalus adalah suatu penyakit yang memiliki tanda adanya cairan di dalam rongga otak. Menurut Wikipedia, gangguan ini berupa akumulasi cairan serebrospinal yang menumpuk dalam ventrikel serebral, ruang subdural, ataupun ruang subarachnoid.

Secara bahasa hidrosefalus adalah air yang berada di kepala atau otak. Sedangkan menurut istilah atau terminologi, hidrosefalus adalah suatu penyakit yang ditandai dengan cairan di otak yang terus bertambah secara berlebihan sehingga menekan organ otak.

Penumpukan cairan inilah yang menjadi penyebab penyakit hidrosefalus menekan jaringan otak, khususnya pada pusat-pusat saraf yang vital. Tak sedikit kasus anak-anak yang baru lahir dengan gangguan penyakit semacam ini. Namun gangguan ini juga bisa menyerang orang dewasa.

Dampak penyakit ini terlihat secara fisik pada bentuk kepalanya. Untuk anak-anak dan bayi akan tampak dari ukuran kepalanya yang menjadi besar. Sedangkan untuk orang dewasa akan merasakan sakit kepala yang luar biasa.

Baca juga: Ingin Kecerdasan Otak Anda Meningkat? Lakukan Olahraga Ini!

Cairan dalam kepala berfungsi untuk mengatur otak supaya tidak mengalami cedera. Juga mempertahankan volume otak yang berat agar dapat terapung dengan baik dalam tengkorak. Namun keseimbangan ini akan terganggu jika produksi cairan otak berlebih.

Cairan otak dihasilkan oleh otak yang kemudian disedot pembuluh darah. Namun keseimbangan kadar produksi cairan otak dan penyerapan oleh pembuluh darah terganggu. Inilah yang menjadi penyebab penyakit hidrosefalus.

Faktor Penyebab Penyakit Hidrosefalus

Produksi cairan otak yang berlebih tidak saja bisa mengganggu kesehatan fisik, namun juga akan mengganggu psikis secara akut. Berikut ini fungsi penting cairan otak bagi tubuh.

  1. Sebagai media pembuangan sisa limbah hasil metabolisme otak
  2. Menjaga dari tekanan berlebihan pada otak
  3. Sebagai alat perlindungan dari infeksi atau cedera

Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan RI, jumlah bayi yang menderita penyakit hidrosefalus terus meningkat setiap tahunnya. Tak sedikit kasus bayi lahir dengan bentuk kepala yang membesar akibat cairan berlebih.

Hidrosefalus bisa menyerang setiap orang dengan beragam faktor pemicunya. Hidrosefalus juga dapat terjadi pada segala umur dan kalangan. Namun penyakit ini lebih rentan pada bayi. Dari seribu kelahiran bayi, estimasinya dua hingga lima mengalami hidrosefalus.

Baca juga: Begini Derita Seorang Anak Pengidap Hidrosefalus di Kota Banjar

Penyebab penyakit hidrosefalus memang belum diketahui secara pasti. Namun dengan mengenal pemicunya, ada sejumlah kondisi yang bisa menyebabkan gangguan hidrosefalus, yaitu:

  1. Otak menghasilkan cairan yang lebih banyak (berlebih).
  2. Pembuluh darah tidak mampu menyerap cairan otak dengan baik.
  3. Cairan otak tak mengalir lancar karena ada sumbatan.

Penyebab Penyakit Hidrosefalus pada Bayi

Penyebab penyakit hidrosefalus pada kasus congenital yang terjadi karena faktor bawaan belum banyak diketahui. Namun sejumlah kasus, seperti menurut Wikipedia, ada sekitar 2 persen yang terjadi berkaitan dengan kromosom X.

Adapun bayi yang masih dalam kandungan juga bisa mengalami penyakit hidrosefalus. Sejumlah faktor yang bisa menyebabkannya meliputi:

  1. Terdapat infeksi pada waktu hamil, seperti akibat virus Rubella.
  2. Faktor genetik yang mengalami kelainan.
  3. Mengalami cacat bawaan akibat tidak tertutupnya tulang belakang

Penyebab Penyakit Hidrosefalus pada Anak-anak

Sedangkan faktor penyebab hidrosefalus yang banyak terjadi dan menyerang anak-anak balita agak berbeda. Berikut ini sejumlah faktor yang bisa menyebabkan anak-anak mengalami gangguan ini.

  1. Terjadinya tumor pada sistem saraf pusat
  2. Trauma pada kepala
  3. Mengalami cedera pada waktu selama, sebelum dan sesudah melahirkan
  4. Mengalami pendarahan pada bagian otak pasca dan selama melahirkan, khususnya bayi yang lahir secara prematur
  5. Sistem saraf pusat mengalami infeksi, seperti akibat meningitis

Penyebab Penyakit Hidrosefalus pada Orang Dewasa

Sementara itu untuk penyebab hidrosefalus yang menyerang orang dewasa, umumnya lebih karena sejumlah faktor berikut ini:

  1. Dampak pernah melakukan operasi otak
  2. Pendarahan yang masif yang berawal dari bagian pembuluh darah
  3. Kepala mengalami cedera
  4. Terjadi infeksi yang berkaitan dengan organ otak, seperti karena penyakit meningitis

Gejala Penyakit Hidrosefalus

Ciri-ciri orang hidrosefalus dapat terlihat dari bentuk kepalanya yang membesar. Terlepas dari penyebab penyakit hidrosefalus, gangguan ini juga menimbulkan gejala yang berlainan pada setiap penderitanya, tergantung pada umurnya.

Gejala Penyakit Hidrosefalus pada Bayi

Tanda yang nyata seorang bayi yang menderita hidrosefalus adalah ukuran lingkar kepala yang membesar. Selain itu adanya benjolan pada ubun kepala dengan tekstur lunak.

Baca juga: Perbedaan Otak Kanan dan Otak Kiri, Ini Penjelasannya!

Tanda dan ciri-ciri bayi yang terkena penyakit hidrosefalus umumnya mudah rewel, sering kejang, sering muntah, tak ingin menyusu, gampang mengantuk, dan terhambatnya pertumbuhan atau perkembangan badan dan pikiran.

Gejala Hidrosefalus pada Anak-anak dan Orang Dewasa

Sedangkan pada anak-anak dan orang dewasa yang mengidap penyakit hidrosefalus biasanya mengalami gejala seperti kepala membesar tak normal, kejang, berkurangnya nafsu makan, suka muntah dan mual, dan suka mengantuk.

Selain itu penderita juga mengalami tubuh kehilangan keseimbangan, buruknya sistem koordinasi pada tubuh, kesulitan untuk bangun dan berdiri dari tempat tidur, pandangan mata menjadi buram atau ganda, dan sering merasakan sakit kepala.

Selain gejala fisik, penderita hidrosefalus juga mengalami gangguan psikis seperti terlambat berbicara atau berjalan, kinerja tubuh menurun, kesulitan untuk fokus, perilaku yang berubah drastis, dan lebih emosional atau cepat marah.

Cara Mencegah dan Mengatasi Penyakit Hidrosefalus

Setiap ibu yang sedang hamil tentunya ingin agar anaknya bisa lahir selamat dan sehat. Begitu juga bayi usia balita bisa tumbuh dan berkembang dengan normal dan sehat yang jauh dari penyakit apapun.

Mengetahui dan mengenal penyebab penyakit hidrosefalus beserta gejalanya sangat penting agar bisa melindungi buah hatinya dari penyakit ini. Mencegah berbagai faktor pemicu penyakit ini dapat menekan risiko yang ada.

Sedangkan langkah untuk mengatasi penyakit hidrosefalus harus mendapat penanganan dokter dengan cepat dan tepat. Secara umum ada dua tahapan petugas medis dalam menangani hidrosefalus, yaitu:

Metode Shunt

Suatu teknik dengan menggunakan tabung fleksibel berukuran panjang yang dimasukkan ke dalam kepala. Ini supaya cairan dalam otak dapat mengalir pada tahapan yang tepat dan benar.

Metode Ventriculustomy

Pengobatan untuk penderita hidrosefalus ini dengan melakukan operasi dan membuat satu lubang pada bagian otak. Cara ini menggunakan alat bantu kamera kecil.

Baca juga: Ini yang Terjadi Pada Otak Kita Jika Kecanduan Smartphone

Dokter dan petugas medis tentunya akan melakukan penanganan sesuai standar jika kita cepat membawa orang yang sakit ke dokter. Namun tak sedikit kasus yang terlambat mendapat penanganan akhirnya berakibat fatal.

Itulah informasi tentang berbagai faktor pemicu dan penyebab penyakit hidrosefalus beserta tanda dan gejalanya. Meskipun kasus penyakit ini terbilang jarang terjadi, namun informasi ini dapat menambah referensi Anda. (R11/HR-Online)

Loading...