Penyebab Penyakit Skoliosis, Gejala dan Penanganannya

Penyebab Penyakit Skoliosis, Gejala dan Penanganannya
Ilustrasi Penyebab Penyakit Skoliosis. Foto: Ist/net

Penyebab penyakit skoliosis belum diketahui dengan pasti. Namun gejala penyakit skoliosis dapat terlihat pada pinggang dan bahu seseorang. Lantas, bagaimana cara penanganan penyakit ini?

Gangguan penyakit ini berhubungan dengan struktur tulang belakang yang melengkung. Kondisi ini bisa terjadi karena banyak faktor, termasuk karena kelainan maupun kebiasaan buruk.

Penyakit ini bisa terjadi dan menimpa siapa saja. Namun umumnya kasus gangguan pada tulang ini justru menyasar kalangan remaja usia pra pubertas. Kelompok usia ini memang rentan dengan penyakit yang satu ini.

Usia pra pubertas berada pada kisaran umur 10 sampai 15 tahun. Tetapi kebanyakan kasus skoliosis pada usia remaja ini masih pada tahap ringan dan masih bisa sembuh. Namun ada juga kasus skoliosis pada anak-anak yang kronis.

Baca juga: Jessica Mila Idap Skoliosis Sejak Kecil Berakibat Sering Pegal

Penyakit skoliosis, mengutip dari Wikipedia, merupakan gangguan pada rangka tubuh berupa kelainan tulang belakang yang bentuknya melengkung sehingga seperti membentuk C atau S.

Penyebab Penyakit Skoliosis

Penyakit skoliosis berkaitan dengan adanya kelainan struktur tulang belakang yang melengkung. Tingkat melengkung bisa sedikit atau banyak. Jika tingkat melengkungnya sudah sangat tinggi itu berarti tingkat penyakit sudah sangat parah.

Baca juga: Tulang Belakang Sakit atau Nyeri? Redakan dengan Makanan Ini!

Penyebab penyakit skoliosis, menurut Wikipedia, sebagian besar atau sebanyak 75-85 persen kasus tidak diketahui atau idiofatik. Sedangkan sisanya karena adanya kelainan tertentu. Berikut ini sejumlah pemicu yang bisa meningkatkan risiko penyakit skoliosis.

  1. Mengalami cedera pada bagian tulang belakang.
  2. Faktor genetika atau keturunan bisa menjadi pemicu terjadinya skoliosis. Inilah yang sering mendapat sebutan skoliosis kongenital atau penyakit skoliosis bawaan.
  3. Gangguan pada otot dan saraf dapat memicu timbulnya skoliosis, seperti sakit distrofi otot.
  4. Mengalami infeksi tulang belakang bisa juga menjadi penyebab timbulnya penyakit skoliosis.
  5. Sendi tulang belakang dan bantalan yang mengalami aus karena faktor bertambahnya umur atau skoliosis degeneratif.
  6. Penyebab penyakit skoliosis juga bisa karena terjadinya sindrom Down, sindrom Marfan, maupun penyakit lainnya. Kelainan ini menyebabkan saraf otot pada tulang belakang tidak berfungsi optimal.
  7. Skoliosis adalah suatu bentuk kelainan tulang karena kebiasaan buruk. Penyakit ini serupa dengan lordosis atau badan condong ke kanan atau ke kiri karena struktur tulang yang bengkok.

Tanda-Tanda dan Gejala Penyakit Skoliosis

Ciri-ciri seseorang menderita skoliosis bisa berbeda-beda seperti juga faktor penyebab penyakit skoliosis. Ini tergantung usia dan tingkat keparahannya. Tanda-tanda atau gejala penyakit skoliosis secara umum adalah sebagai berikut.

  1. Tidak ratanya tinggi pinggang seseorang yang menandakan adanya penyakit skoliosis.
  2. Lebih menonjol salah satu bagian tulang iga atau belikat.
  3. Bahu yang tak rata atau ada yang lebih tinggi.
  4. Bentuk tubuh orang yang pengidap skoliosis lebih condong pada satu sisì.

Dalam kasus skoliosis yang sudah kronis biasanya memunculkan perasaan tidak nyaman. Seseorang merasa tak nyaman dengan tubuhnya terutama pada bagian punggung atau tulang belakang.

Baca juga: Penyebab Penyakit Leukemia, Gejala dan Cara Mencegahnya

Sama seperti orang normal lainnya, pengidap skoliosis juga dapat memutar tubuhnya. Namun jika sudah sangat akut saat memutar badan akan merasa kesakitan. Kondisi ini sudah masuk fase kronis dan pasien bisa merasakan kesulitan bernafas.

Jenis Jenis Skoliosis

Setelah mengetahui gejala maupun penyebab penyakit skoliosis, mengenal gangguan ini penting untuk mengetahui lebih detail penyakit ini. Berdasarkan tingkat keparahannya, penyakit skoliosis terbagi dua jenis, yaitu:

Skoliosis Ringan

Penyakit skoliosis level ringan tidak begitu membutuhkan pengobatan yang intensif. Jenis ini karena tulang belakang bengkok dan masih bisa diluruskan terutama si pasien masih usia anak-anak. Berbeda jika penyakit terjadi pada orang dewasa.

Perkembangan skoliosis pada anak perlu mendapat pengawasan dokter. Secara rutin anak yang mengidap skoliosis mesti mendapat pemeriksaan khususnya pada tulang belakangnya. Sehingga jika ada hal yang semakin kritis dapat segera mengambil langkah pengobatan secara tepat.

Skoliosis Berat

Penyebab penyakit skoliosis jenis ini bisa karena terlambat dalam penanganannya. Jenis ini umumnya terjadi pada orang dewasa dan lansia meski anak juga bisa mengalaminya. Tingkat keparahan tulang belakang melengkung sangat berat.

Biasanya dokter akan memberikan penyangga tulang bagian belakang. Fungsi penyangga sebagai alat yang berguna untuk membuat lurus tulang belakang yang melengkung atau sebagai upaya agar tidak bertambah kronis.

Penyangga untuk penderita skoliosis umumnya berbahan baku plastik, sehingga ringan saat menggunakannya. Cara menggunakan penyangga ini sangat mudah. Pasang pada lengan bawah yang menopang pinggul, bawah punggung dan tulang rusuk.

Dokter biasanya akan menyarankan agar pasien menggunakan penyangga sepanjang hari. Ini berguna dalam rangka terapi pengobatan skoliosis. Namun pada waktu tertentu bisa saja alat penyangga ini dihentikan sementara.

Komplikasi Penyakit Skoliosis

Jangan menganggap enteng penyakit skoliosis. Anak-anak dan orang dewasa yang menderita penyakit ini perlu mendapat penanganan yang tepat. Sebab kalau tidak mendapat penanganan akan berakibat fatal. Akibatnya bisa saja baru akan terasa pada waktu yang lama.

Terlepas dari penyebab penyakit skoliosis yang ada, berikut ini beberapa komplikasi yang mungkin timbul jika penyakit ini tidak mendapat penanganan yang cepat dan tepat.

Gangguan Paru-paru dan Jantung

Penyakit skoliosis cukup berbahaya sehingga bisa mengakibatkan gangguan pada organ paru dan jantung jika kondisi semakin kronis. Situasi ini terjadi pada waktu organ paru-paru atau jantung tertekan oleh tulang iga.

Punggung Terasa Nyeri

Penyakit skoliosis juga dapat menyebabkan rasa nyeri pada bagian punggung. Umumnya komplikasi ini terjadi pada orang dewasa.

Saraf Tulang Belakang Mengalami Kerusakan

Hal yang paling parah akibat skoliosis adalah kerusakan saraf pada tulang belakang karena kelainan tersebut. Kerusakan saraf tulang belakang dapat memicu penyakit impotensi atau kesemutan.

Diagnosis dan Penanganan Penyakit Skoliosis

Pada saat seseorang mengalami lengkungan pada tulang belakang, meskipun sedikit perlu segera menghubungi dokter. Pemeriksaan sejak dini terhadap gejala dan penyebab penyakit skoliosis sangat penting agar penyakit ini dapat tertangani segera dan tepat.

Baca juga: Tanda Tanda Kurang Darah, Jenis dan Bahayanya untuk Kesehatan Tubuh

Jika penyakit skoliosis tanpa pengobatan bisa semakin parah dan menjadi kronis. Bengkokan pada tulang belakang akan semakin besar. Ini bisa berlanjut pada timbulnya berbagai komplikasi yang berbahaya.

Kondisi skoliosis yang tidak segera mendapat penanganan akan semakin kronis seiring bertambahnya usia. Kondisi ini lebih berisiko pada perempuan. Dampak penyakit skoliosis menjadi akut adalah terjadinya gangguan pada organ paru-paru dan jantung yang berbahaya.

Sedangkan untuk mengecek penyakit skoliosis, dokter biasanya akan melakukan diagnosa dan cek tulang. Dokter akan bertanya mengenai gejala dan penyebab penyakit skoliosis beserta level keparahan dari tulang belakang yang melengkung.

Dokter juga akan melakukan cek fisik atau struktur tulang belakang pasien. Selain itu dalam melakukan diagnosa juga akan meminta pasien untuk berdiri lalu membungkuk untuk cek fisik.

Pemeriksaan terhadap saraf tulang belakang juga akan mendapat pengecekan. Hal itu untuk memastikan apakah ada saraf yang kaku atau gejala tak normal. Pemeriksaan bisa berlanjut dengan menggunakan CT Scan dan foto rontgen, ataupun pemindaian dengan sistem MRI.

Sedangkan untuk mengobati penyakit skoliosis membutuhkan terapi khusus. Terapi tersebut biasanya menyesuaikan dengan kondisi tulang belakang yang melengkung, jenis skoliosis, umur pasien, dan level keparahan. Penanganan skoliosis pada anak-anak berbeda dengan orang dewasa.

Itulah informasi tentang penyebab penyakit skoliosis, gejala, dan cara penanganannya yang semoga bermanfaat untuk Anda. Penyakit ini perlu penanganan yang segera untuk mencegah risiko komplikasi kronis yang berbahaya. (R11/HR-Online)

Loading...