Penyempitan Tulang Belakang, Gejala, Penyebab dan Penanganannya

Penyempitan Tulang Belakang, Gejala, Penyebab dan Penanganannya
Ilustrasi penyempitan tulang belakang. Foto: Ist/net

Penyebab dan gejala penyempitan tulang belakang termasuk cara penanganannya perlu Anda ketahui. Karena penyakit ini masih asing bagi sebagian orang. Sebab bagaimana mungkin tulang belakang yang keras dan padat bisa mengalami penyempitan?

Gangguan yang terjadi pada bagian tulang belakang ini umumnya terjadi pada orang tua yang telah berusia di atas 50 tahun. Orang tua memang termasuk rentan mengalami gangguan tulang ini akibat penurunan kepadatan tulang.

Gangguan yang terjadi pada tulang dalam bahasa medis sering mendapat sebutan spinol stenois atau stenosis tulang belakang. Adapun pemicu gangguan ini sangat banyak, salah satunya yang paling menonjol adalah faktor genetika.

Penyempitan tulang belakang dapat berdampak pada perubahan dalam tubuhnya terutama organ saraf yang tertekan di leher atau punggung bawah. Namun gangguan ini tidak mudah terdeteksi karena tidak langsung menimbulkan gejala.

Mengenal Penyempitan Tulang Belakang

Tulang belakang dalam struktur tubuh manusia mempunyai fungsi penting untuk menopang tubuh. Manusia dapat berdiri tegak karena adanya tulang belakang yang kokoh. Namun berbagai masalah kerap terjadi pada tulang belakang.

Baca juga: Tulang Belakang Sakit atau Nyeri? Redakan dengan Makanan Ini!

Spinal stenosis, seperti mengutip dari Wikipedia, merupakan kondisi saat ruang atau kanal tulang belakang menekan akar saraf atau sumsum tulang belakang.

Tertekannya saraf akibat terjadinya penyempitan tulang belakang. Jika kondisi itu tidak mendapat penanganan medis maka dapat merusak saraf. Gangguan ini sering terjadi pada sekitar leher dan punggung bagian bawah.

Terjadinya stenosis tulang belakang tidak terjadi secara tiba-tiba. Gangguan ini biasanya merupakan dampak dari kondisi yang telah berlangsung lama. Karena itu banyak orang yang tidak menyadari mengalami gangguan ini.

Saat gangguan masih dalam skala ringan biasanya memang tidak menimbulkan gejala dan tanda-tandanya. Dampak dari menyempitnya ruang tulang belakang baru terasa saat kondisinya sudah berat atau kronis.

Gejala Penyempitan Tulang Belakang

Gejala penyempitan tulang belakang biasanya baru terasa saat kondisinya sudah berat dan menekan saraf. Kondisi ini akan semakin berat jika gejala awal yang mungkin timbul tidak segera mendapat penanganan yang cepat dan tepat.

Baca juga: Penyebab Penyakit Skoliosis, Gejala dan Penanganannya

Untuk lebih mengenal adanya serangan pada tulang belakang penting untuk mengetahui gejala yang ada. Nah, berikut ini sejumlah gejala spinol stenois yang sebaiknya Anda kenali dan waspadai.

  1. Daerah pantat dan kaki mengalami mati rasa.
  2. Tubuh mengalami atau menjadi tidak seimbang.
  3. Pada waktu berjalan atau berdiri akan merasakan sakit punggung bawah seperti gejala penyakit osteoporosis atau pengeroposan tulang.
  4. Leher sering mengalami sakit.
  5. Lengan dan kaki sering terasa lemah atau seperti tak bertenaga.

Penyebab Penyempitan Tulang Belakang

Lantas apa yang membuat tulang belakang mengalami penyempitan dan bisa menekan saraf sampai rusak? Penyempitan tulang belakang umumnya karena faktor umur yang sudah semakin tua. Penyempitan terjadi pada seluruh tulang bagian belakang.

Seiring berjalan bertambahnya usia, kekuatan tulang belakang untuk menyangga tubuh juga akan semakin menurun. Begitu juga fungsi organ tubuh lainnya juga ikut menurun sehingga penyakit mudah datang.

Selain karena faktor usia, penyebab penyempitan tulang belakang juga bisa terjadi karena faktor-faktor lainnya, seperti;

  1. Radang yang terjadi akibat rheumatoid artritis dan osteoartritis.
  2. Tulang belakang yang mengalami cedera.
  3. Cacat sejak lahir yang terjadi pada bagian tulang belakang.
  4. Terjadinya penyakit skoliosis atau melengkung tulang belakang.
  5. Sumsum pada tulang belakang yang mengalami penyempitan.
  6. Karena penyakit paget yang bisa menyebabkan tulang tumbuh secara tidak normal dan mengalami kerusakan.
  7. Adanya tumor yang menyerang bagian tulang.
  8. Perkembangan tulang yang mengalami gangguan. Hal ini bisa karena banyak faktor dan menyebabkan tubuh mengalami kekerdilan atau archondroplasia.

Seperti halnya wajah yang menjadi keriput, banyak orang yang juga mengkhawatirkan gangguan penyempitan tulang belakang. Terutama mereka yang telah menginjak usia tua, khususnya 50 tahun ke atas.

Berdasarkan sejumlah riset, mayoritas penderita gangguan spinol stenois adalah manula atau manusia lanjut usia yang berumur 50 tahun ke atas. Namun kondisi ini juga bisa terjadi pada usia muda karena berbagai faktor.

Baca juga: Sakit Pantat akibat Bersepeda? Begini Cara Mengatasinya!

Selain karena faktor usia, ada sejumlah faktor lainnya yang bisa memicu terjadinya stenois tulang belakang, berikut ini.

Faktor Umur

Semakin tua usia seseorang semakin rentan terkena penyempitan tulang belakang. Gangguan ini biasanya bermula dengan jaringan tulang yang semakin tebal dan besar hingga menonjol. Sehingga ruangan pada bagian tulang belakang akan semakin kecil.

Faktor Genetika

Orang yang saat lahir dalam kondisi tulang belakang dengan ruangan kecil, maka rentan menderita penyempitan pada tulang belakang dalam usia muda.

Metode Tes untuk Mengecek Penyempitan Tulang Belakang

Sebagai langkah antisipasi, Anda bisa melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala tentang kondisi atau gejala gangguan tulang belakang. Terlebih Anda yang mempunyai tubuh yang rentan terhadap terjadinya spinol stenois.

Berikut ini sejumlah cara memeriksa dan tes khusus untuk mengetahui apakah ada penyempitan tulang belakang ataukah tidak.

Scan Tulang

Tes ini akan menggambarkan struktur tulang belakang Anda secara jelas. Sehingga dapat diketahui apakah tulang belakang mengalami penyempitan atau tidak. Namun sebelumnya Anda akan mendapatkan penyuntikan zat radioaktif.

Myelogram

Dokter akan melakukan tes ini dengan penyuntikan cairan berwarna ke bagian tulang belakang. Sehingga tulang belakang dapat terlihat secara jelas termasuk kemungkinan adanya gangguan tumor, taji tulang, dan cakram di dalamnya.

Magnetic Resonance Imaging

Pengujian dengan tes MRI ini dapat menampilkan tulang belakang melalui gelombang suara untuk mendeteksi adanya gangguan yang terjadi.

Computerized Axial Tomography

Spinol stenois juga dapat terdeteksi dengan menggunakan CAT. Cara kerjanya dengan menampilkan gambar struktur tulang belakang secara rinci melalui pancaran sinar X.

Cara Penanganan Penyempitan Tulang Belakang

Untuk menangani kondisi penyempitan tulang belakang bisa dengan cara medis maupun dengan obat herbal alami. Ada cara lainnya yang lebih mudah yakni dengan melakukan bedah.

Baca juga: Sakit Pinggang Sebelah Kiri, Gejala, Penyebab dan Cara Mengatasinya

Namun cara pembedahan sangat tidak dianjurkan dan tidak selamanya bisa karena tergantung kondisi yang ada. Cara paling umum untuk mengobati tulang belakang yang menyempit adalah sebagai berikut.

  1. Dengan memberikan penahan pada bagian punggung bawah dengan cara menggunakan tongkat atau penahan punggung bawah.
  2. Rajin melakukan terapi fisik atau latihan yang dokter anjurkan.
  3. Membatasi aktivitas tertentu yang memberatkan tulang belakang agar kondisinya tidak menjadi semakin memburuk.
  4. Mengonsumsi obat penawar sakit, seperti obat anti nyeri, obat anti kejang dan anti depresan.

Itulah informasi tentang penyempitan tulang belakang serta gejala, penyebab dan penanganannya. Ulasan ini bukanlah nasihat medis. Karena untuk pengecekan gejala dan penanganan yang tepat hanya bisa oleh dokter dan petugas medis. (R11/HR-Online)

Loading...