Poktan Mulyasari Mundu Banjar Panen Bawang Merah 11 Ton

Poktan Mulyasari Mundu Banjar Panen Bawang Merah 11 Ton
Perwakilan BI Tasikmalaya bersama Pemkot Banjar saat panen bawang merah Poktan Mulyasari Mundu. Foto: Muhlisin/HR

Berita Banjar (harapanrakyat.com).- Kelompok Tani atau Poktan Mulyasari Mundu, Desa Binangun, Kota Banjar, Jawa Barat, panen bawang merah sebanyak 11 ton dari satu hektare lahan yang digarap pada tahun musim panen ini.

Ketua Kelompok Tani Mulyasari Mundu Ari Ariyana menyampaikan hal tersebut saat acara tanam perdana dan panen bawang merah bersama Bank BI Perwakilan Tasikmalaya dan Pemerintah Kota Banjar, Rabu (16/9/2020).

“Musim panen ini kami berhasil panen sebanyak 11 ton bawang merah dari hasil tanam sekitar tiga bulan yang lalu,” ujar Ari.

Lanjut Ari, kedepan Poktan Mulyasari Mundu akan berusaha meningkatkan target penambahan lahan garapan.

Rencananya akan tambah sebanyak satu hektare lagi agar produksi panen bisa bertambah.

“Tahun depan kami usahakan produksi hasil panen bertambah. Potensi 25 hektare yang kami miliki akan kami kembangkan,” ucapnya.

Perwakilan BI Tasikmalaya Darjana, mengatakan, pihaknya akan mendukung pengembangan komoditas tanaman holtikultura.

Khusus bawang merah Poktan Mulyasari Mundu produksinya harus meningkat agar bisa menekan angka inflasi wilayah Priatim.

Jika hasil panen sekarang ini hanya mencapai 11 ton dari lahan garapan seluas 2 hektare.

Maka tahun depan harus bisa meningkat menjadi 11 hektare supaya hasil panen bisa tercapai maksimal.

“Kami optimis ke depan potensi lahan yang ada bisa tergarap semua dan pihak BI siap mendukung agar program komoditas unggulan daerah bisa berkembang,” ujar Darjana.

Sementara itu, Walikota Banjar Hj Ade Uu Sukaesih, menambahkan, pengembangan holtikultura bawang merah harus menjadi fokus garapan utama Poktan Mulyasari Mundu.

Selain itu, Walikota Banjar juga berharap warga masyarakat bisa memanfaatkan lahan tidur yang ada menjadi lahan produktif.

Untuk menopang sektor ketahanan pangan dan mencukupi kebutuhan masyarakat Kota Banjar sebagai kota agrowisata.

“Silahkan manfaat lahan tidur yang tidak produktif itu menjadi lahan yang bernilai ekonomis. Tanami dengan pohon dan buah-buahan untuk mendukung sektor agrowisata Kota Banjar,” katanya. (Muhlisin/R8/HR Online)

Loading...