Polisi Telusuri Kasus Anak Keracunan Permen Lipstik di Ciamis

Kasus Anak Keracunan Permen
Polisi mulai menelusuri kasus kematian anak yang diduga keracunan permen. Foto: Ist/Net

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Polisi mulai menelusuri kasus anak keracunan permen lipstik di Ciamis. Sebelumnya 3 orang anak asal Desa Gunungsari, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis diduga keracunan permen lipstik.

Salah seorang diantaranya meninggal dunia. Ketiga anak tersebut diketahui merupakan 3 bersaudara. Awalnya mereka muntah dan diare, sehingga orang tuanya menyangka anaknya kena muntaber.

Namun lantaran tak kunjung sembuh, orang tua ketiga anak tersebut membawanya ke rumah sakit. Sayangnya, salah satu anak yang keracunan tersebut tak tertolong dan meninggal dunia, Minggu (31/8/2020).

Baca Juga: Kisah Orang Tua yang Anaknya Meninggal Keracunan Permen Lipstik di Ciamis

Polres Ciamis telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi. Termasuk juga mengamankan sampel permen yang diduga jadi penyebab anak keracunan.

“Kita sudah memeriksa 5 orang saksi, kita juga amankan sampel permen untuk diuji lab,” ujar Kapolres Ciamis AKBP Dony Eka Putra melalui AKP Bimantoro Kurniawan, Kasat Reskrim Polres Ciamis, Selasa (1/9/2020).

Baca Juga: Anak yang Keracunan di Ciamis Konsumsi Permen dalam Jumlah Banyak

Selain itu, pihak kepolisian juga sudah memeriksa dua anak yang sebelumnya menjadi korban dan sempat dirawat di rumah sakit. Saat ini kedua anak tersebut sudah sembuh dan pulang ke rumah. Pihak kepolisian juga sudah menanyakan makanan apa saja yang dikonsumsi oleh korban.

“Pemeriksaan awal, gejala yang dialami korban itu muntah-munta, dan menurut keterangan medis itu korban mengalami dihedrasi. Penyebabnya masih harus dibuktikan secara medis dan melalui uji lab,” katanya.

Baca Juga: Viral Siswa SD Meninggal Karena Keracunan Permen Lipstik di Ciamis

Selain pihak kepolisian, Dinkes Ciamis bersama Loka POM Tasikmalaya juga sudah bergerak menulusuri kasus anak keracunan di Ciamis tersebut. Dinkes juga sudah mengambil sampel permen untuk proses penelitian lebih lanjut.

Tita Supartini, Kasi Penyehatan Lingkungan Dinkes Ciamis, mengatakan, pihaknya sudah mengonfirmasi orang tua korban. Sayangnya orang tua korban lupa anak-anaknya mengonsumsi apa saja lantaran kejadiannya beberapa hari lalu.

“Hasil konfirmasi dari orang tua korban, mereka lupa karena kejadiannya lama. Anak-anaknya makan apa, minum apa, jajan apa, dan dari mana jajannya,” katanya. (Fahmi2/R7/HR-Online)

Loading...