Program Rapid Test Gratis Pemkot Banjar Masih Diliburkan

Program Rapid Test Gratis Pemkot Banjar Masih Diliburkan
Ilustrasi rapid test. Foto:Ist/Net

Berita Banjar (harapanrakyat.com).- Program rapid test gratis dari Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Banjar, Jawa Barat, untuk pencari kerja dan pendidikan nampaknya masih dibutuhkan warga Kota Banjar.

Pasalnya, semenjak libur selama dua pekan ini, banyak warga yang datang ke halaman Pendopo Kota Banjar.

Mereka datang untuk menanyakan program rapid test gratis tersebut.

Salah seorang warga Kota Banjar, Jian Pratama, mengaku, sengaja datang ke pendopo untuk mengikuti program rapid test yang biasa terlaksana setiap hari Rabu.

Hasil rapid test tersebut untuk melengkapai administrasi pendidikan kuliah di Bandung.

“Saya mau rapid test buat keperluan mengurus pendaftaran kuliah di Bandung. Rencananya setelah rapid besoknya mau berangkat,” kata Jian kepada HR Online, Rabu (9/9/20).

Namun, setelah sampai gerbang Pendopo ia bertanya kepada petugas Satpol PP dan petugas BPBD tentang rapid test tersebut.

“Katanya belum ada lagi. Kalau bisa mah diadakan lagi karena bisa membantu kalau ngurus keperluan sekolah,” ujarnya.

Kirim Surat Edaran ke Desa/Kelurahan

Sekretaris Gugus Tugas Kota Banjar, Edi Herdianto, mengatakan, rapid test gratis akan dimulai tergantung ketersediaan alat dan kesiapan dari Dinas Kesehatan.

Sebagai antisipasi banyaknya warga yang datang ke Pendopo menanyakan program rapid test, ia telah mengirim surat edaran ke setiap Desa/Kelurahan.

“Mulai hari kemarin surat pemberitahuannya sudah kami kirim ke setiap desa/Kelurahan biar langsung disosialisasikan kepada warga. Tapi kalau untuk kelanjutan rapid test itu kewenangan Dinkes,” kata Edi.

Sementara itu, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinkes Banjar, dr H Agus Budiana, mengatakan, untuk program rapid test gratis pencaker dan pendidikan itu sementara ini masih belum bisa berlanjut karena ketersediaan alat rapidnya belum ada.

“Sementara ini masih libur dan belum dibuka lagi sampai nanti kalau alat rapidnya sudah tersedia,” singkat dr Agus. (Muhlisin/R8/HR Online)

Loading...