Puluhan Warga Pangandaran Keracunan Massal, Diduga dari Acara Hajatan

Keracunan Massal
Petugas saat memberikan penanganan korban keracunan massal. Foto: Madlani/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Puluhan warga Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat mengalami keracunan massal setelah memakan makanan dalam acara empat bulanan atau ngupat, Kamis (3/9/2020).

Tecatat sebnayak 35 orang mengeluhkan sakit dengan gejala muntah-muntah, pusing serta diare. Kini mereka tengah mendapatkan penanganan medis Puskesmas Padaherang.

Kepala Puskesmas Padaherang, Suryati, membenarkan puluhan warga keracunan setelah mengikuti empat bulanan salah satu warga Blok Ciumbang Dusun Padaherang.

“Petugas Kesehatan dari Tim Gerak Cepat (TGC) Puskesmas langsung turun ke lapangan sekitar pukul 09.00 WIB pagi mengobati sebanyak 35 orang yang sakit dengan gejala yang sama,” kata Suryati kepada HR Online.

Melihat situasi itu, Suryati mengimbau kepada warga bila ada yang mengeluhkan gejala serupa agar segera datang ke Puskesmas untuk penanganan lebih lanjut.

Setelah 35 orang pada pagi harinya, lanjut Suryati, menyusul sebanyak 26 lainnya dengan gejala yang sama pada sore harinya setelah maghrib.

Lantaran keterbatasan tempat, para korban mendapatkan penanganan dari 3 Puksesmas, yakni Padaherang, Mangunjaya dan Kalipucang.

Baca juga: Dua Desa di Padaherang Kewalahan Tangani Sampah

Penyebab Keracunan Massal

Sementara untuk mengetahui penyebab keracunan ini, lanjut Suryati, makanan dari acara tersebut masih dalam uji laboratorium.

“Dugaan sementara karena mereka menyantap makanan dari acara itu,” pungkas Suryati.

Kepala Desa Padaherang, Iman Suwangsa Hendra Komara juga mengatakan hal senada. Ia menyebut beberapa makanan yang menjadi jamuan acara itu, seperti leupeut, agar-agar, kacang, air mineral, dan nasi kotak.

“Sekarang ada 11 yang mendapatkan perawatan di Puskesmas, dan 1 mendapatkan rujukan ke RSUD Pandega karena usia lanjut,” kata Iman.

Adapun kondisi yang punya hajat, imbuh Iman, justru tidak mengalami apa-apa, namun mertuanya malahan yang kena.

“Sampel makanan sedang dalam uji lab oleh Dinkes dan Kepolisian,” pungkasnya. (Mad/R6/HR-Online)

Loading...