Sejarah Hari Olahraga Nasional Ditetapkan 9 September, Ini Alasannya

Sejarah Hari Olahraga Nasional Sejarah Sepak Takraw
Potret pembukaan PON pada 9 September 1948 di Stadion Sriwedari Solo. Momen inilah yang menjadi alasan mengapa Hari Olahraga Nasional ditetapkan pada tanggal 9 September 1987. Foto: Ist/Net

Sejarah Hari Olahraga Nasional (HAORNAS). Pemerintah menetapkan 9 September sebagai Hari Olahraga Nasional. Hal ini tak lepas juga dari berkembangnya cabang olahraga Sepak Takraw. Karena itu membahas Hari Olahraga Nasional berarti membahas pula Sejarah Sepak Takraw.

Sepak Takraw pertama kali berkembang dalam kalangan masyarakat Sumatera Selatan sesudah pemerintah menetapkan hari olahraga nasional.  

Pada tahun 1987, pemerintah membiayai penataran olahraga Sepak Takraw Jakarta. Pada saat itu terdapat dua orang guru olahraga yang mengikuti penataran, yaitu Dr. Iyakrus, M. Kes, Drs. Beni Refib, dan dua puluh orang peserta dari berbagai daerah.

Baca Juga: Sejarah Jemparingan, Alat Olahraga Tradisional Khas Kerajaan Mataram

Setelah menetapkan Hari Olahraga Nasional, pemerintah kemudian mengahadiahi penataran dua orang dari Sumatera Selatan dan dua puluh orang dari seluruh daerah, akhirnya sepak takraw menjadi cabang olahraga yang berkembang dan mulai terkenal.

Sejarah Hari Olahraga Nasional tanggal 9 September

Dalam buku “Pedoman Pelaksanaan Hari Olahraga Nasional Tahun 2019” (2019: 1), mengungkapkan mengapa tanggal 9 September selalu membawa makna tersendiri bagi dunia olahraga nasional. Jawabannya berpusat pada Keputusan Presiden RI Nomor 67, tahun 1987 tentang Hari Olahraga Nasional.

Menurut buku tersebut, awal mula adanya Haornas adalah cikal bakal dari Pekan Olahraga Nasional (PON) Indonesia. PON saat itu merupakan bentuk peringatan untuk terus menerus menjaga semangat olahraga bagi seluruh masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

Baca Juga: Sejarah Pemuda di Indonesia, Berperan Sebelum Masa Kemerdekaan

Peringatan Hari Olahraga Nasional yang jatuh pada tanggal 9 September 1987 itu mengambil momen bersejarah dalam olahraga Indonesia. Tak lain penyelenggaraan PON pertama pada tanggal 9-12 September 1948 di Stadion Sriwedari Solo, Jawa Tengah.

Penetapan Hari Olahraga Nasional, Sepak Takraw menjadi Cabang Olahraga yang Terkenal

Sejarah Hari Olahraga Nasional juga berkaitan dengan sejarah Sepak Takraw hingga menjadi cabang olahraga yang terkenal.

Iyakrus dalam jurnal berjudul “Sejarah Sepak Takraw Sumatera Selatan” (Jurnal Universitas Sriwijaya, Altius, Volume 6, Nomor 1, Januari 2017: 31), mengungkapkan pada awalnya Sepak Takraw merupakan cabang olahraga yang berasal dari kebudayaan Thailand.

Sebelum bernama Sepak Takraw, olahraga ini bernama sepakraga. Para pemain Sepakraga memainkan olahraga ini dalam lingkaran dengan menggunakan bola anyaman dari rotan.

Menurut penuturan Iyakrus, dahulunya permainan ini merupakan permainan anak-anak bangsawan dan kemudian menjadi permainan rakyat biasa.

Sejarah Hari Olahraga Nasional juga tak lepas dari perkembangan Sepak Takraw. Saat itu pemuda wajib menguasai teknik bermain Sepak Takraw.

Apabila ia tidak bisa menguasainya maka masyarakat menganggap pemuda tersebut belum cakap bergaul dalam lingkungan masyarakat luas.

Perkembangan olahraga Sepak Takraw mulai mengalami kemajuan setelah tahun 1987. Salah satunya dengan gelaran penataran Sepak Takraw. Dua orang perwakilan dari Sumatera Selatan mengikuti penataran olahraga setelah penetapan Hari Olahraga Nasional. Adapun dua orang tersebut yaitu Dr. Iyakrus, M.kes, dan Drs. Beny Refib.

Baca Juga: Sejarah Pariwisata Indonesia Berawal dari Kebijakan Turis Kolonial

Selepas penataran tersebut, Dr. Iyakrus mendapat mandat dari pengurus besar “Perstasi” atau Persatuan Sepak Takraw Indonesia untuk memperluas eksistensi olahraga sepak takraw di seluruh Indonesia.

Setelah Dr. Iyakrus menerima mandat tersebut, akhirnya terbentuklah kepengurusan Pengurus Daerah Perstasi di daerah Dr. Iyakrus, yaitu di Sumatera Selatan. Ini menjadi bagian yang tak terlepaskan dari sejarah Hari Olahraga Nasional.

Sejarah Sepak Takraw Indonesia, Eksis dan Populer dalam Lingkungan Masyarakat Sumatera

Menurut Iyakrus (Jurnal Universitas Sriwijaya, Altius, Volume 6, Nomor 1, Januari 2017: 31) Sepak Takraw ternyata eksis dan populer dalam kalangan masyarakat Sumatera Selatan.

Iyakrus menyebut bahwa beberapa daerah Sumatera Selatan yang terdapat olahraga permainan sepak takraw. Daerah tersebut adalah Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir, Daerah Kayu Agung, Muara Enim, dan Lubuk Linggau.

Iyakrus juga menuturkan, masyarakat daerah tersebut banyak yang menggemari permainan Sepak Takraw dan menjadi atlet Sepak Takraw.

Walaupun ketiga daerah itu terkenal sebagai daerah pelopor Sepak Takraw Indonesia, akan tetapi sulit mengetahui siapa atau bagaimana olahraga ini bisa masuk dan berkembang dalam lingkungan masyarakat Sumatera Selatan.

Namun beberapa pendapat meyakini jika pedagang dari daerah Minang membahwa olahraga Sepak Takraw masuk ke lingkungan masyarakat Sumatera.

Orang Minang membawa tradisi olahraga ini melalui kegiatan-kegiatan waktu senggang selepas berdagang sore hari. Lapangan terbuka menjadi tempat mereka bermain bola dari anyaman.

Begitulah sepenggal sejarah Hari Olahraga Nasional yang tak bisa lepas dari sejarah Sepak Takraw dalam masyarakat Indonesia. (Erik/R7/HR-Online)

Loading...