Sempat Gundah Karena Kemarau, Petani di Ciamis Ini Sumringah Bisa Panen

kemarau
Panen raya di Desa Kutawaringin, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Ciamis. Foto: Suherman/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Meski sempat gundah lantaran terkena dampak kekeringan akibat kemarau, ratusan petani Dusun Buniasih, Desa Kutawaringin, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Ciamis Jawa Barat sumringah karena hasil panen melimpah.

Bahkan, sebagai bentuk syukur atas keberhasilannya tersebut, kelompok Mitra CAI Mandiri pun mengadakan kegiatan panen raya dan mengundang koordinator BP3K serta pemerintahan desa setempat, Senin (28/09/2020).

Ketua Mitra CAI Mandiri, Nurohman, mengatakan, meski harus merogoh kocek tambahan demi bisa mencapai panen, para petani kini bisa tersenyum ceria lantaran tanaman padinya bisa panen dengan hasil yang memuaskan.

“Sejak awal musim petani sudah kerepotan akibat tidak adanya air. Makanya terpaksa dengan menurunkan pompa untuk mengaliri sawah. Alhamdulillah jeri payah kami terbayarkan,” jelas Nurohman kepada HR Online.

Baca juga: Koramil 1316 dan BP3K Pamarican Ciamis Panen Jagung

Agar sawahnya bisa panen dengan menggunakan pompa, lanjutnya, petani harus rela menambah modal dengan iuran Rp 298 ribu per 100 ubin.

Sedangkan pompanisasi ini, berlangsung selama 50 hari yang menghabiskan sebanyak lebih dari 1000 liter.

Ia harap, pemerintah ke depannya bisa memberikan bantuan sumur pantek atau saluran irigasi untuk kelancaran pengairan saat musim kemarau.

“Salah satu kendala sawah tadah hujan adalah ketika musim kemarau datang tidak sesuai hitungan. Maka pompanisasi adalah alternatif yang kita jalankan meski banyak kendala. Ini menjadi PR besar ke depannya,” imbuhnya.

Dalam panen raya ini, petugas BP3K dan Pemdes Kutawaringin yang hadir tampak begitu gembira atas keberhasilan para petani ini.

Sedangkan dari hasil contoh demplot ukuran 2,5 meter persegi ini, mampu menghasilkan padi basah seberat 5,3 kilogram. (Suherman/R6/HR-Online)