Sinopsis The Theory of Everything, Kisah Hidup Stephen Hawking

Sinopsis The Theory of Everything
Sinopsis The Theory of Everything. Foto Istimewa

Sinopsis The Theory of Everything merupakan sebuah film biografi drama dari Britania Raya pada tahun 2014. Film ini mempercayakan seorang sutradara terkenal yakni James Marsh.

Baca Juga: Sinopsis The World of The Married Sampai Episode Akhir, Spoiler Alert!

Sedangkan, Anthony mcCarten hadir sebagai penulis naskah untuk film ini. Anthony mcCarten juga menulis film ini berdasarkan pada sebuah buku dengan judul Travelling to Infinity: My LIfe with Stephen. Tak lain adalah sebuah karya dari Jane Wild Hawking.

Sinopsis The Theory of Everything

Pada tahun 1963, terdapat seorang mahasiswa dengan jurusan astrofisika dari Universitas Cambridge. Ia adalah Stephen Hawking (Eddie Redmayne) yang mengawali sebuah hubungan manis dengan seorang mahasiswi jurusan sastra Jane Wide (Felicity Jones).

Walaupun Stephen sangat unggul dalam pelajaran fisika dan juga matematika, akan tetapi kawan-kawannya bahkan juga profesornya sangat mengkhawatirkannya karena belum mempunyai tesis.

Baca Juga: Sinopsis Come and Find Me, Ketika Sang Kekasih Telah Hilang

Kala itu, Stephen dan juga sang profesor Dennis Sciama (David Thewlis) menghadiri sebuah seminar mengenai lubang hitam. Stephen mengira jika lubang hitam tersebut adalah sebuah fenomena dari penciptaan alam semesta.

Sehingga dalam sinopsis The Theory of Everything, ia memutuskan untuk menulis tesis tentang hal tersebut tepat waktu. Lain sisi, Stephen mempunyai penyakit motor neuron yang mengakibatkan ia lumpuh setelah terjatuh dan kepalanya sempat terbentur ke tanah.

Hal tersebut mengakibatkan jika ia tak bisa menggerakkan tubuhnya, tak bisa menelan, dan bisa hanya hidup selama dua tahun. Stephen pun bertanya pada sang dokter yang menanganinya jika otaknya tidak terpengaruh oleh penyakit yang ia derita tersebut.

Ia akhirnya memutuskan untuk fokus terhadap pekerjaannya dan menjadi pribadi yang tertutup. Jane pun mengaku sangat mencintai Stephen dan berkata pada ayah Stephen, Frank (Simon McBurney). Ia mengatakan jika akan tinggal bersama dengan Stephen, bahkan sampai kondisi terburuk menimpa pria itu.

Akhirnya, keduanya memutuskan untuk segera menikah hingga akhirnya memiliki seorang putra. Stephen pun mempresentasikan tesisnya kepada dewan pemeriksaan.

Dalam tesis yang ia kerjakan tersebut, ia berpendapat jika lubang hitam menciptakan alam semesta dalam Big Bang yang mampu memancarkan panas serta akan selesai dalam Big Crunch.

Saat ia merayakan tentang keberhasilan dari tesisnya, Stephen pun mulai tak bisa berjalan dan mulai bergantung pada kursi roda. Saksikan kisah selanjutnya dalam sinopsis The Theory of Everything.

Review Film The Theory of Everything

Stephen Hawking meninggal pada usia 76 tahun tanggal 14 Maret 2018. Ia meninggal karena komplikasi dari sklerosis lateral anytropic atau penyakit neurodegeneratif progresif. Keluarga telah mengkonfirmasikan tentang kematiannya tersebut.

Anak-anak Stephen yakni Lucy, Tim, dan Robert, mengatakan jika mereka bersedih karena seorang ayah dan juga ilmuwan hebat telah meninggal dunia.

Ia adalah seorang ilmuwan yang akan mewariskan ilmunya selama bertahun-tahun. Bahkan mereka juga mengatakan jika sang ayah adalah pria yang senang humor.

Dalam sinopsis The Theory of Everything, Stephen Hawking adalah seorang ilmuwan serta ahli kosmologi yang terkenal karena teori tentang lubang hitam. Ia juga berperan penting dalam menyatukan relativitas umum dari Eistein dalam fisika kuantum.

Kemudian ia menjadi terkenal karena menerbitkan buku pertamanya pada tahun 1988. Buku tersebut berjudul A Brief History of Time: From the Big to Black Holes. Pada waktu memperoleh diagnosa mengidap penyakit motor syaraf.

Bahkan terdapat 80 persen penderita seperti itu mampu bertahan hidup selama lima tahun setelah diagnosa dokter mereka terima. Dokter telah mendiagnosa Stephen hanya akan bertahan selama dua tahun saja.

Namun, kenyataannya, ia malah mampu hidup selama beberapa dekade. Ia juga mampu melewati para penderita penyakit serupa dalam sejarah kedokteran. Ia bergerak sepanjang waktu dengan kursi rodanya sebagai figur publik. Kemudian menjadi salah satu sinopsis The Theory of Everything.

Kemudian kisah hidupnya tersebut akhirnya diangkat untuk layar lebar sebuah film dengan judul The Theory of Everything pada tahun 2014.

Film Box Office

Film ini hadir ke layar lebar setelah tayang perdana pada Festival Film Toronto pada tanggal 7 September 2014. Kemudian rilis pada hari yang sama secara terbatas di Amerika Serikat. Hingga akhirnya mulai tayang secara luas pada 26 November 2014.

Sedangkan berdasarkan dari ulasan kritikus film melalui situs Rotten Tomatoes, The Theory of Everything ini memperoleh 78 persen dari 241 ulasan. Sedangkan untuk situs Metacritic mencapai 72 persen ulasan dari 100.

Rating yang film ini peroleh adalah 7,3 dari 10 skor. Sehingga, sinopsis The Theory of Everything adalah sebuah film box office yang mampu meraup penghasilan lebih dari USD 123 juta dengan biaya produksi USD 14 juta. (R10/HR-Online)

Loading...