Siswa SLB di Kota Banjar Tetap Belajar Meski Pandemi Corona

SLB di Kota Banjar
Kepala sekolah SLB ABC Putra Pasundan Kota Banjar Hj. Etin Hendrayatin Spd Mpd. Foto: Aji/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- SLB ABC Putra Pasundan Kota Banjar yang berada di Jalan Banjar, Dusun Sidamukti, RT 05, RW 05, Langensari, Kota Banjar, melakukan pembelajaran melalui luring. Guru-guru mengunjungi rumah siswa untuk mengajar dan memberi tugas kepada murid-muridnya.

Kepala sekolah SLB ABC Putra Pasundan Kota Banjar Hj. Etin Hendrayatin Spd, Mpd, mengatakan, sekolah SLB saat adanya COVID-19, kegiatan belajar mengajar yang biasanya dilaksanakan di sekolah, sekarang dilaksanakan di rumah-rumah siswa.

“Guru mengajar di rumah siswa, setelah itu guru akan memberikan tugas kepada siswa,” kata Entin, Kamis (17/9/2020).

Selain itu Etin mengatakan, siswa dan orang tua menginginkan supaya pihaknya bisa melakukan pembelajaran di sekolah lagi.

“Tetapi kami juga tidak bisa memaksakan dan kami harus menunggu kabar dan izin dari pemerintah. Siswa dan orang tuanya ingin pembelajaran dilakukan kembali di sekolah. Karena siswa merasa jenuh jika belajar sendiri di rumah. Bahkan siswa SLB ada yang sering video call saya, dan selalu bertanya tentang kapan pembelajaran dilakukan di sekolah lagi,” katanya.

Pembelajaran dilaksanakan pada Senin dan Jum’at. Kegiatan belajar digelar selama 1 jam dan setiap guru hanya mengajar 4 siswa. Sementara siswa di SLB sendiri sebanyak 71 siswa dan gurunya ada 11 guru.

“Waktu pertama datangnya COVID-19 kami melakukan pembelajaran secara online melalui WA. Namun karena lumayan sulit mengajar mereka melalui online. Jadi kami mengganti pembelajaran dengan mengunjungi ke rumah-rumah siswa,” katanya.

SLB ABC Pasundan terdiri dari SD, SMP, dan SMA. Sementara siswanya ada dari tuna rungu, tuna grahita, dan tuna netra .

“Selain itu dulunya sekolah ini berada di Jalan Pahlawan, Lingkungan Babakan. Namun karena akan dijadikan rumah sakit, jadi kami dipindahkan ke sini, tetapi tidak apa-apa karena itu juga untuk kebaikan masyarakat. Kami juga  saat dipindahkan hanya tinggal menerima kunci saja. Sekolahnya pun lebih luas juga lebih bagus dari sebelumnya,” katanya.

Suka Duka Mengajar Siswa SLB di Kota Banjar

Etin menuturkan, saat mengajar siswa, seorang guru tidak pernah memaksa mereka harus bisa terutama untuk siswa grahita.

“Untuk mengajar siswa grahita kita terkadang mengikuti mereka maunya seperti apa. Karena kalau dipaksa nantinya pelajaran yang kita kasih itu akan susah diterima dengan baik oleh siswa grahita,” katanya.

Etin mengaku senang mengajar siswa SLB, meskipun banyak tantangan yang dihadapi selama mengajar.

“Mengajar siswa SLB itu banyak senangnya karena kita belajarnya itu bisa sambil bermain. Kami juga senang melihat mereka tertawa dan bercanda. Walaupun agak susah mengajarnya dan harus bersabar, namun kita tetap senang karena terkadang siswa-siswi ini bertingkah lucu seperti anak kecil,” katanya.

Etin juga berpesan, untuk orang tua harus semangat untuk membantu anaknya, supaya tetap bisa belajar. Selain itu juga orang tua harus memberi support kepada anak-anaknya.

“Mudah-mudahan untuk anak grahita mereka bisa tetap semangat dan bisa hidup secara mandiri, juga tidak bisa menyusahkan orang tuanya,” katanya.

“Alhamdulillah untuk alumni dari sini, yaitu tuna rungu dan tuna netra sudah ada yang bekerja di konveksi. Kami juga menerima siswa baru dan yang ingin mendaftar langsung bisa datang ke sekolahan di Jalan Banjar, Dusun Sidamukti, RT 05 RW 05 Langensari, Kota Banjar,” pungkasnya. (Aji/R7/HR-Online)