SMA/SMK di Kota Banjar Kembali Pilih Belajar Daring

SMA/SMK di Kota Banjar
SMA/SMK di Kota Banjar, Jawa Barat memilih kembali belajar secara daring. Foto: Ist/Net

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- SMA/SMK di Kota Banjar kembali memilih pembelajaran secara daring (online). Karena itu, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Banjar, Jawa Barat, berencana akan mengundang Kantor Cabang Daerah (KCD) Pendidikan Wilayah Jabar XIII.

Rencana pemanggilan KCD Pendidikan Wilayah Jawa Barat XIII tersebut guna meningkatkan koordinasi dengan tim Gugus Tugas perihal penutupan pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan sekolah menengah atas SMA/SMK sederajat di Kota Banjar.

“Rencana besok akan kami akan layangkan surat ke KCD,” kata Sekretaris Gugus Tugas Kota Banjar Edi Herdianto, saat dihubungi HR Online, Minggu (27/9/2020).

Ia menjelaskan, pemanggilan tersebut untuk koordinasi sekaligus meminta tanggapan mereka. Mengingat sudah ada beberapa sekolah SMA/SMK di Banjar yang memilih kembali menerapkan sistem belajar secara daring. Setelah sebelumnya sempat menerapkan pembelajaran tatap muka.

Sementara hingga saat ini belum ada koordinasi ataupun pemberitahuan melalui surat resmi dari pihak KCD kepada Tim Gugus Tugas Kota Banjar mengenai kebijakan yang harus diambil oleh Gugus Tugas daerah.

Tidak ada koordinasi tersebut, menjadi kendala tersendiri saat tim Gugus Tugas akan mengeluarkan kebijakan tentang proses kegiatan belajar mengajar. Apalagi mengingat kewenangan tersebut merupakan kewenangan pihak KCD.

“Mereka belum pernah sama sekali koordinasi. Padahal saat ini sudah ada beberapa sekolah yang mundur dari pembelajaran tatap muka. Karena kasus Covid-19 di Banjar terus naik,” terang Edi.

Dua SMA/SMK di Kota Banjar Pilih Belajar Secara Daring

Edi juga menyebutkan, sampai saat ini sudah ada 2 sekolah SMA/SMK yang sudah melakukan komunikasi langsung dengan Gugus Tugas. Kedua sekolah ini bermaksud kembali memilih pembelajaran sekolah secara daring.

“Tadi dari Kepala SMAN 1 dan SMK 1 yang sudah komunikasi. Untuk yang lain belum ada pemberitahuan. Makanya kami ingin memanggil KCD biar ada koordinasi untuk pengambilan kebijakan itu,” ujar Edi.

Ia menambahkan, selain KCD Pendidikan Wilayah Jabar XIII Gugus Tugas juga akan mengundang Kemenag Kota Banjar. Hal ini guna meningkatkan pengawasan di lembaga pendidikan madrasah.

“Kami juga akan undang Kemenag karena selama ini juga koordinasi mereka masih kurang. Biar sinkron semua dalam pengambilan kebijakan nantinya,” katanya.

Terpisah Anggota Komisi III bidang pendidikan DPRD Kota Banjar, H Sudarsono menyayangkan tidak adanya koordinasi dari pihak KCD.

Menurutnya, KCD merupakan pihak yang mempunyai kewenangan dan tanggung jawab dalam hal pendidikan. Karena itu seharusnya pihak KCD memberikan respon cepat mengingat kasus Covid-19 terus meningkat.

Sehingga langkah-langkah kebijakan yang akan diambil dapat memberikan alternatif bagi sekolah-sekolah yang sekarang memang tengah membutuhkan solusi dalam  menerapkan sistem pembelajaran.

“Kami berharap pihak KCD bisa kooperatif karena ini juga berkaitan dengan sinergitas antara Gugus Tugas dengan lembaga pendidikan. Tinggal dikoordinasikan saja,” katanya. (Muhlisin/R7/HR-Online)