Sumber Penularan Corona Bisa dari Anak-anak Tanpa Gejala, Waspadalah

Sumber Penularan Corona Bisa dari Anak-anak Tanpa Gejala, Waspadalah
Ilustrasi anak menjadi sumber penularan Corona. Foto: Ist/net

Anak-anak bisa menjadi sumber penularan Corona meskipun tanpa gejala. Bahkan virus pada anak-anak masih bisa menular meskipun gejalanya sudah hilang.

Temuan baru ini terungkap dalam sebuah laporan studi yang dipublikasikan di jurnal JAMA Pediatrics, 28 Agustus 2020 lalu. Bahkan studi itu melaporkan virus Corona masih terdapat pada anak-anak hingga berminggu-minggu.

Penelitian itu dengan melakukan pemeriksaan terhadap 91 anak yang sedang mendapat perawatan medis di Korea Selatan. Anak-anak ini sedang dalam perawatan rumah sakit setelah tes memperlihatkan mereka positif Covid-19.

Baca juga: Gejala Awal Corona pada Anak Perlu Diwaspadai

Hasil penelitian tentang sumber penularan Corona dari anak-anak ini sempat menimbulkan polemik. “Anak-anak mungkin bisa menularkan virus Corona meskipun tanpa gejala,” kata Roberta L DeBiasi MD MS, Kepala Divisi Penyakit Anak, mengutip dari laman Scitech Daily.

Sumber Penularan Corona dari Anak Tanpa Gejala

Sistem kesehatan di Korea Selatan khususnya dalam menghadapi Covid-19 merupakan yang terbaik apabila membandingkan dengan negara lainnya. Anak-anak yang mendapat perawatan medis tak hanya yang memperlihatkan gejala, namun juga banyak tanpa gejala.

Meskipun tidak memperlihatkan gejala, anak-anak tersebut harus menjalani perawatan intensif hingga sembuh. Anak-anak inilah yang kemudian menjadi bahan penelitian untuk melihat faktor yang menjadi sumber penularan Corona.

Para peneliti kemudian membagi ke dalam beberapa kelompok anak. Anak yang tidak menunjukkan gejala sebanyak 22 persen, anak-anak dengan gejala sejak awal 58 persen, dan 20 persen anak yang awalnya tidak terlihat gejala namun berkembang menjadi gejala.

Gejala yang terlihat antara lain batuk, demam, sakit perut, diare, maupun hilangnya penciuman dan rasa. Gejala ini terlihat dan terdeteksi dari hari pertama hingga 36 hari setelahnya.

Pengujian ini mengambil rata-rata setiap tiga hari dan melaporkan berapa lama penularan virus berlangsung dari waktu ke waktu. Pengamatan ini sekitar tiga minggu dan secara terus menerus.

Baca juga: Gejala Baru Corona Nyeri Otot dan Persendian Perlu Diwaspadai

Hasilnya memperlihatkan bahwa virus terdeteksi rata-rata sekitar dua setengah minggu pada seluruh kelompok yang mendapat penelitian. Dengan kata lain, anak-anak dengan Covid-19 berpotensi menularkan virus Corona meskipun tanpa gejala.

Selain itu sebagian besar anak-anak masih menyebarkan dan menjadi sumber penularan Corona selama 3 minggu. Ini terjadi baik pada pasien tanpa gejala maupun yang memiliki gejala.

“Anak-anak yang terinfeksi namun tanpa gejala memang tidak mudah terdeteksi. Jika anak-anak seperti ini beraktivitas dan berinteraksi akan menularkan virusnya pada orang lain,” kata penelitian itu.

Sudah Sembuh Masih Bisa Menularkan

Yang lebih menarik, selain waktu awal terinfeksi, potensi adanya virus juga masih mungkin meskipun anak-anak sudah sembuh dan tidak memperlihatkan gejala lagi.

Selain tidak terlihat karena tidak memperlihatkan gejala, virus mungkin masih akan bertahan dalam tubuh anak-anak untuk waktu yang lebih lama. Ini akan menjadi sumber penularan Corona terutama untuk orang terdekat.

Hasil studi ini juga memang mengejutkan. Sebab, menurut DeBiasi, anak-anak yang selama ini mengalami penyakit ringan yang cepat berlalu namun bisa mempertahankan virus penyebab penyakit hingga berminggu-minggu.

Baca juga: Benarkah Vaksin Covid-19 untuk Obesitas Tidak Akan Efektif

Selain itu, durasi penyebaran virus Corona juga menjadi sorotan. Bahkan anak-anak yang tanpa gejala pun akan terus melepaskan virus untuk waktu yang lama. Ini dapat menjadi vektor kunci yang potensial dalam mengendalikan penyebaran virus Corona.

Meskipun demikian para peneliti tidak berani menyimpulkan apakah hasil riset ini berlaku secara umum dalam jumlah anak-anak yang lebih besar. Karena itulah peneliti juga menyarankan riset lebih lanjut untuk memastikannya.

Namun hasil penelitian tentang sumber penularan Corona dari anak-anak ini sangat penting terkait rencana untuk membuka kembali sekolah pada masa new normal. Apakah memang sudah siap membuka belajar tatap muka? (R11/HR-Online)

Loading...